Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 31 August 2025

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2021-02-15 10:10:12  •  365 klik

PENGARUH PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcalifer) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU(BBPBAP) JEPARA, JAWA TENGAH
disusun oleh Yazid Izzul M. B

SubyekPENGARUH PAKAN
LAJU PERTUMBUHAN IKAN
KAKAP PUTIH
Kata KunciPENGARUH PAKAN
LAJU PERTUMBUHAN IKAN
KAKAP PUTIH

[ Anotasi Abstrak ]

Budidaya ikan Kakap Putih telah menjadi suatu usaha yang bersifat komersial (dalam budidaya) untuk dikembangkan, karena pertumbuhannya yang relatif cepat, mudah dipelihara dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan sehingga menjadikan ikan Kakap Putih cocok untuk usaha budidaya skala kecil maupun besar, selain itu telah terbukti bahwa ikan Kakap Putih dapat dibudidayakan di tambak air tawar maupun laut euryhaline (Chan, 1982 dalam Jaya, 2012). Beberapa keunggulan ikan Kakap Putih dibandingkan ikan lainnya adalah terdapat pada warna daging yang berwarna putih, komoditas ekspor, pertumbuhan yang relatif cepat, sintasan cukup tinggi, dapat dibudidayakan di air laut (sea water) maupun air payau (brakish water), mudah dipelihara serta mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Hal tersebut menjadikan ikan Kakap Putih cocok sebagai usaha budidaya skala kecil maupun besar. Selain itu ikan Kakap Putih terbukti dapat dibudidayakan di tambak air tawar maupun laut euryhaline (Mulyono, 2016). Protein adalah salah satu nutrisi utama pakan ikan yang mempengaruhi pertumbuhan ikan dengan menyediakan kebutuhan pokok dan asam amino esensial untuk mensintesis protein tubuh dan energi untuk pemeliharaan (Islam dan Tanaka, 2004). Kekurangan protein menghasilkan pertumbuhan yang buruk, kelebihan protein menyebabkan peningkatan ekskresi amonia ke lingkungan sekitarnya dan biaya pakan yang tinggi (NRC, 2011). Kebutuhan protein pakan pada ikan bervariasi tergantung spesies, tahap pertumbuhan, suhu, salinitas dan faktor stres yang terkait dengan budidaya (Pirozzi et al, 2010). Pemberian pakan terhadap ikan Kakap Putih serta pengecekan kualitas air dapat dilakukan dengan teknik penederan.Pemberian pakan juga dapat menjadi permasalahan pada saat budidaya yaitu pakan yang diberikan selama pemeliharaan benih ikan kakap putih harus sesuai dengan kebutuhan benih yang dipelihara, baik dari segi jumlah, waktu, syarat fisik (ukuran dan bentuk) serta kandungan nutrisi agar pemberian pakan buatan (pelet)tepat sesuai dengan kebutuhan dan memiliki kualitas nutrisi yang baik untuk hidup ikan kakap putih. Selain pada pakan permasalahan dalam budidaya ikan kakap juga terdapat pada kualitas airnya. Kualitas air selama budidaya haruslah bagus.Suhu yang baik untuk budidaya ikan kakap yaitu 28-30⸰C, pH 6,5-8,5, dan DO lebih besar sama dengan 3 ppm serta salinitasnya lebih dari 5 ppt (Resmayeti, 1995). Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengawali aktivitasnya dimulai pada tahun 1971. Meningkatnya peran dan fungsi dalam pelaksanaan tugas serta beban kerja, maka berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan yang bernomor 26C/MEN/2001 menetapkan lembaga ini menjadi Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Pada tahun 2014 berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan No. 6/PERMEN-KP/2014 telah dilaksanakan perubahan nama menjadi Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. BBPBAP Jepara merupakan balai yang melakukan teknik pembenihan ikan kakap putih (Lates calcarifer) secara buatan yaitu induk ikan kakap putih yang digunakan berasal dari alam dan budidaya, sehingga menghasilkan benih ikan kakap yang unggul. Komoditas yang ada di BBPBAP Jepara selain ikan kakap putih yaitu udang windu, udang vaname, udang jerbung, ikan bandeng, ikan nila salin, rumput laut, rajungan dan artemia. Oleh kerena itu penulis bermaksud ingin memperoleh pengetehuan, pengalaman, dan keterampilan kerja secara langsung tentang pengaruh pakan terhadap laju pertumbuhan ikan kakap putih (Latescalcalifer) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jawa Tengah.

Kontributor: Insyafitri, S.T., M.Sc., Ph.D
Tanggal tercipta: 2021-01-12
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170341100070
No Koleksi: 170341100070


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-20497-170341100070-Laporan PKL_Yazid Izzul M. B_170341100070.pdf - 2138 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar