Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh pada 2017-08-03 14:34:07 • 363 klik
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X TKJ DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN JENIS KELAMIN SISWA DI SMKN 1 KAMAL
Identifying Ability Think Critically of Student X TKJ Evaluated from Early Ability and Gender in SMKN 1 Kamal
disusun oleh MEILA HAYUDIYANI
| Subyek: | IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS |
| Kata Kunci: | kemampuan awal kemampuan berpikir kritis berpikir kritis Facione subnetting |
[ Anotasi Abstrak ]
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasikan kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari kemampuan awal dan jenis kelamin siswa. Berpikir kritis yang digunakan ialah indikator berpikir kritis menurut Facione. Dalam penelitian ini, kemampuan awal dikategorikan menjadi 2 yaitu a) Kemampuan Awal tinggi; dan b) Kemampuan Awal Rendah. Untuk mendapatkan kelompok kemampuan awal tersebut dilakukan tes Kemampuan Awal, kemudian pada masing – masing kategori dikelompokkan lagi berdasarkan jenis kelamin dan didapatkan 4 siswa. Dari keempat subjek tersebut diberikan soal materi subnetting dengan tujuan mengidentifikasikan kemampuan berpikir kritis dari masing–masing kemampuan awal yang dimiliki siswa. Hasil yang diperoleh adalah (1) Siswa dengan kemampuan awal tinggi dan berjenis kelamin laki-laki dapat melalui tahap interpretasi dengan baik, melakukan analisis, evaluasi, inference dan eksplanasi serta self-regulation dengan baik; (2) Siswa dengan kemampuan awal tinggi dan berjenis kelamin perempuan dapat melalui tahap interpretasi dengan baik, melakukan analisis, evaluasi, inference dan eksplanasi serta self-regulation dengan baik; (3) Siswa dengan kemampuan awal rendah dan berjenis kelamin laki-laki tidak dapat melalui tahap interpretasi dengan baik, tidak dapat melakukan analisis, evaluasi, inference, eksplanasi, dan self-regulation; (4) Siswa dengan kemampuan awal rendah dan berjenis kelamin perempuan tidak dapat melalui tahap interpretasi dengan baik, tidak dapat melakukan analisis, evaluasi, inference, eksplanasi, dan self-regulation.
Deskripsi Lain
The purpose of this research is to identified the ability think critically of student evaluated from early ability and student gender. Think critical that used was indicator think critical according to Facione. In this research, early ability categorized to become 2 that is a) The high early ability ; and b) The low early ability. To get a group of the early ability conducted early ability test, then each - category grouped again appropriate to gender and got 4 students. From is fourth of the subject given by items problem of subnetting with a purpose to identify ability of critical think from each early ability which has by student. The results were obtained ( 1) Male student with high early ability can pass interpretation stage well, doing the analysis, evaluation, inference, explanation and self-regulation well; (2) Female student with high early ability can pass interpretation stage well, doing the analysis, evaluation, inference, explanation and self-regulation well; (3) Male student with low early ability can not pass the interpretation stage, can not doing the analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation; (4) Female student with low early ability can not pass the interpretation stage, can not doing the analysis, evaluation, inference, explanation, and self-regulation
| Kontributor | : MUCHAMAD ARIF, S.PD.,M.PD;MEDIKA RISNASARI, S.ST.,M.T |
| Tanggal tercipta | : 2017-08-01 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529 |
| No Koleksi | : 130631100060 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-Abstrak.pdf - 254 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-COVER.pdf - 548 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-CHAPTER I.pdf - 280 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-CHAPTER II.pdf - 319 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-CHAPTER III.pdf - 410 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-CHAPTER IV.pdf - 1241 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-CONCLUSION.pdf - 152 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-REFERENCES.pdf - 263 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-10529-APPENDICES.pdf - 3054 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Gender Recognition menggunakan metode Principal Component Analysis dikombinasikan dengan Local Binary Pattern
- PERBANDINGAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)DAN TWO DIMENSIONAL PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (2DPCA) DALAM PENGENALAN JENIS KELAMIN BERDASARKAN CITRA WAJAH
- PENGENALAN JENIS KELAMIN BERBASIS KERNEL PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS
- ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA MENCARI KERJA BAGI TENAGA KERJA TERDIDIK DIKABUPATEN PAMEKASAN
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Labour Turn Over Karyawan PT.Citra terang Abadi di Surabaya
Kembali ke Daftar 