Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh 130521100085 pada 2017-08-23 16:39:05 • 283 klik
konstruksi sosial kesenian sintung (studi kasus di desa tambaagung barat kecamatan ambunten kabupaten sumenep)
Sintung Social Construction Art (Case Study in Tambaagung Barat Village Ambunten Sub-district of Sumenep Regency)
disusun oleh FITRIYAH HASIM
| Subyek: | KONTRUKSI SOSIAL KESENIAN SINTUNG |
| Kata Kunci: | Konstruksi Sosial Kesenian Sintung |
[ Anotasi Abstrak ]
Fitriyah Hasim, NIM. 13.05.211.00085. Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Skripsi ini tentang Konstruksi Sosial Kesenian Sintung (Studi Kasus di Desa Tambaagung Barat Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep). Di bawah bimbingan Bapak Bangun Sentosa D.H., Ph. D. Kesenian Sintung adalah kesenian yang bernafaskan Islam tanpa dicampuri oleh unsur budaya lainnya, Sintung adalah perpaduan yang sangat kompleks dari semua jenis unsur seni, yang meliputi : seni tari, seni musik, dan olah vokal, namun kekuatan Sintung terletak pada unsur seni tari. Gerakan-gerakan hasil dari modifikasi hadrah, gambus dalam gerak rancak, dinamis dan gerak hidup yang dimainkan oleh para penari. Kesenian tradisional ini berasal dari desa Tambaagung Barat Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahi bagaimana konstruksi sosial kesenian Sintung di Desa Tambaagung Barat. Penelitian ini mendapatkan data di lapangan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsive sampling, kemudian data yang diperoleh di analisa dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik keabsahan data sebagai pengecekan kreadibilitas data yang menggunakan trianggulasi sumber, yaitu budayawan Sumenep Bapak Edi Setiawan sebagai trianggulasi. Teori konstruksi sosial Peter L.berger dan Thomas yang di gunakan dalam penelitian ini, sebagai proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama-sama secara subyektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Tambaagung Barat selalu mengkonstruksikan atau melaksanakan kebudayaan maupun kesenian tradisional yang dilakukan secara terus menerus dan berulang. Seperti kesenian Sintung yang bernuansa religi ini, yaitu melakukan dakwah Islam melalui seni yang diperagakan dengan sebuah tarian dan musik yang khusus dimainkan dalam setiap acara hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj dan sebagainya. Kesenian Sintung dapat dilihat melalui tiga moment dialiektis. Pertama ekternalisasi, proses ini merupakan bentuk untuk menguatkan Sintung di masyarakat sebagai kesenian yang bernafaskan Islam. Kedua Objektivasi, hasil yang telah dicapai baik mental maupun fisik, yaitu berupa kesenian yang mengalami proses institusional dan merupakan kepuasan diri bagi msyarakat setelah menontonnya. Ketiga Internalisasi, penyerapan kembali dunia objektif kedalam keasadaran sedemikian rupa, singga subjektif individu dipengaruhi oleh struktur dunia sosial, seperti masyarakat meyakini adanya sesuatu yang sakral dalam kesenian Sintung. Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Kesenian Sintung
Deskripsi Lain
Fitriyah Hasim, NIM. 13.05.211.00085. Sociology Study Program Faculty of Social and Cultural Sciences, University of Trunojoyo Madura. This thesis is about Sintung Social Construction Art (Case Study in Tambaagung Barat Village Ambunten Sub-district of Sumenep Regency). Under the guidance of Mr. Bangun Sentosa D.H., Ph. D. Sintung art is an art that breathes Islam without being interfered by other cultural elements, Sintung is a very complex blend of all types of art elements, which include: dance, music, and vocal, but Sintung's strength lies in the element of dance art. Movements result from the modification of hadrah, gambus in vibrant motion, dynamic and live motion played by the dancers. This traditional art originated from the village of West Tambaagung Ambunten District, Sumenep regency. The purpose of this research is to know how the social construction of art of Sintung in Tambaagung Barat Village. This study obtains field data with observation, interviews, and documentation. Determination of informants in this study using the technique of proportional sampling, then the data obtained in the analysis by using data reduction, data presentation, and conclusion. This research uses the technique of data validity as checking of data credibility using source triangulation, that is Sumenep culture of Mr. Edi Setiawan as triangulation. The social construction theory Peter L. Berger and Thomas are used in this research, as a social process through action and interaction where the individual creates a continuously shared reality and shared subjectively. The results of this study indicate that the people of West Tambaagung always construct or implement the traditional culture and art that is done continuously and repeatedly. Like the Sintung art of religious nuance, which is doing Islamic da'wah through art that is exhibited with a dance and music that is specially played in every event of the big day of Islam such as Maulid Prophet Muhammad SAW, Isra 'Mi'raj and so on. Sintung art can be seen through three dialiektis moments. First externalization, this process is a form to strengthen Sintung in society as art that breathes Islam. Both Objectivation, the results that have been achieved both mentally and physically, namely in the form of art that undergoes an institutional process and is a self-satisfaction for msyarakat after watching it. Third Internalization, the re-absorption of the objective world into the consciousness in such a way that the subjective subjects are influenced by the structure of the social world, as people believe in something sacred in the art of Sintung. Keywords: Social Construction, Sintung Art
| Kontributor | : Bangun Sentosa DH, ph, D |
| Tanggal tercipta | : 2017-07-19 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bentuk(Format) | |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646 |
| No Koleksi | : 130521100085 |
Sumber :
DESA TAMBAAGUNG BARAT
Ketentuan (Rights) :
2017
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-ABSTRAK.pdf - 82 KB
2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-COVER NEW.pdf - 991 KB
3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-CHAPTER 1.pdf - 310 KB
4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-CHAPTER 2.pdf - 426 KB
5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-CHAPTER 3.pdf - 136 KB
6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-CHAPTER 4.pdf - 640 KB
7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-CHAPTER 5.pdf - 1218 KB
8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-CONCLUCION.pdf - 193 KB
9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-DARTAR PUSTAKA.pdf - 182 KB
10. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11646-LAMPIRAN 01.pdf - 419 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- GERAKAN TOKOH SALAF DALAM MENDEKONSTRUKSI SOSIAL PENDIDIKAN PESANTREN(Studi Biografi TokohGerakan Salaf di Pondok Pesantren Madukawan, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan)
- KONSTRUKSI SOSIAL PERSELINGKUHAN (NGORNO’) PADA MASYARAKAT DI DESA LAPA TAMAN KECAMATAN DUNGKEK KABUPATEN SUMENEP
- KONSTRUKSI SOSIAL MAKAM ULAMA SEBAGAI BENTUK PERIBADATAN PARA PEZIARAH(STUDI MAKAM K.H. ABDURRAHMAN WAHID DI TEBUIRENG KABUPATEN JOMBANG)
- KONSTRUKSI SOSIAL PEMAKAIAN SONGKOK ATAU PECI HITAM MASYARAKAT MADURA (Studi Fenomenologi di Dusun Sembung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang)
- KONSTRUKSI SOSIAL MITOS PEMANDIAN ALAM BANYUBIRU DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN WINONGAN KABUPATEN PASURUAN
Kembali ke Daftar 