Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ilmu Hukum
di-posting oleh 120111100262 pada 2017-08-31 08:34:05  •  318 klik

KEWENANGAN MENGESAMPINGKAN PERKARA OLEH JAKSA AGUNG DITINJAU DARI PRINSIP KEPASTIAN HUKUM
AUTHORITY OF CASE WAIVER BY THE GENERAL PROSECUTORS REALIZED FROM THE LEGAL CERTAINTY PRINCIPLE

disusun oleh YANTO ERWANTO


Subyek: Kepastian Hukum
Kata Kunci: pengesampingan perkara
asas legalitas
prinsip kepastian hukum.

[ Anotasi Abstrak ]

Persamaan di hadapan hukum bagi setiap warga negara Indonesia merupakan amanat kontitusi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara termasuk bagi aparatur penegak hukum. Tidak ada diskriminasi dalam proses penegakan hukum sehingga hukum akan dihormati dan ditaati dengan baik. Setiap orang yang melakukan tindak pidana harus mendapatkan sanksi sesuai dengan prosedur peradilan pidana untuk mewujudkan prinsip kepastian hukum. Akan tetapi, dengan adanya kewenangan mengesampingkan perkara oleh Jaksa Agung telah menyimpangi proses peradilan pidana sehingga tidak diperoleh kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif yuridis dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan yang digabung dengan pendekatan studi literature. Meskipun kewenangan mengesampingkan perkara oleh Jaksa Agung telah diatur oleh dalam Undang-Undang Kejaksaan tetapi dapat menimbulkan pertentangan dengan asas legalitas yang dianut dalam KUHAP, sehingga diperlukan upaya hukum untuk mengkaji dan menguji keputusan mengesampingkan perkara.


Deskripsi Lain

Equality before the law for every Indonesian citizen is a constitutional mandate that must be upheld by every citizen including for the law enforcement apparatus. There is no discrimination in the law enforcement process so that the law will be respected and adhered to. Any person who commits a crime must be sanctioned in accordance with criminal justice procedures to realize the principle of legal certainty. However, with the authority to dismiss the case by the Prosecutor-General has distorted the criminal justice process so that legal certainty is not obtained. The research method used is normative juridical with approach method of legislation combined with literature study approach. Although the authority to dismiss the case by the Attorney General has been regulated by the Attorney General Act, it can lead to conflict with the legality principle adopted in the Criminal Procedure Code, so there is a need for legal action to review and test the decision to override the case.

Kontributor: Tolib Effendi, S.H., M.H.
Tanggal tercipta: 2017-08-09
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984
No Koleksi: 120111100262


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984-120111100262_Abstract_TOC.pdf - 151 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984-120111100262_cover.pdf - 792 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984-120111100262_Chapter1.pdf - 350 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984-120111100262_Chapter2.pdf - 419 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984-120111100262_Chapter3.pdf - 409 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984-120111100262_Conclusion.pdf - 247 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-11984-120111100262_References.pdf - 255 KB


 Dokumen sejenis...



 Dokumen yang bertautan...

     Tidak ada !



 Kembali ke Daftar