Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Master Thesis S-2 » S2 Ilmu Hukum
di-posting oleh 150121100003 pada 2017-09-19 13:11:18  •  319 klik

HUKUM YANG HIDUP DALAM MASYARAKAT UNTUK MENGKUALIFIKASIKAN LESBIAN, GAY, BISEKS, DAN TRANSGENDER SEBAGAI TINDAK PIDANA
The Living law within society to qualify lesbian, gay, bisexual, and transgender as criminal offense

disusun oleh BAHRUL ULUM


Subyek: LGBT
Living Law
Crime
Kata Kunci: LGB
Living Law
Crime

[ Anotasi Abstrak ]

Ketiadaan aturan hukum tertulis yang secara tegas melarang perilaku Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender di Indonesia, memberi peluang terhadap semakin maraknya aksi yang dilakukan oleh Kaum LGBT. mereka menuntut persamaan hak dan perlindungan hukum terhadap komunitas dan perilaku mereka yang menyimpang. Bahkan secara terang-terangan ada beberapa anggota mereka yang melakukan perkawinan sejenis secara terbuka. Persoalan tersebut menimbulkan pro dan kontra yang cukup tajam di kalangan masyarakat, sebagian besar masyarakat berpandangan perilaku LGBT sebagai suatu kejahatan karena bertentangan dengan pancasila, Undang-undang Perkawinan dan adat istiadat bangsa. Sedangkan yang lain menganggap LGBT sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia yang harus dilindungi dan dihargai. Melalui prespektif hukum yang hidup dalam masyarakat, penulis berusaha menganalisis dan mendefinisikan hakikat perilaku tersebut, apakah perilaku LGBT dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana atau tidak. Dengan memakai pendekatan masalah konseptual dan komparatif, penulis mencoba menemukan teori, konsep dan doktrin hukum yang relevan untuk membangun argumentasi dan menemukan jawaban yang valid dan konkrit. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, perilaku LGBT dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana dengan jenis crimina extra ordinaria/mala in se, suatu perbuatan yang dianggap jahat dan merugikan oleh masyarakat meskipun tidak diatur dalam undang-undang, hal ini disebakan karena perilaku tersebut bertentangan dengan hukum yang hidup dalam masyarakat, yang sarat akan nilai-nilai adiluhung bangsa Indonesia yang religius, adil dan beradab. Sehingga meskipun perilaku tersebut tidak diatur oleh Undang-undang, dapat/memungkinkan untuk dipidana, berdasarkan doktrin ajaran sifat melawan hukum materiil dengan fungsinya yang positif.


Deskripsi Lain

The absence of written rule of law that expressly forbids the conduct of Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender in Indonesia has provided LGBT community with opportunities to rise and go openly with their action. they demand equal rights and legal protection for their community and their deviant behavior. That is to the point where there are some of the members who perform same-sex marriage publicly. The issue invites sharp response of both the pros and cons in the society. most of the society view LGBT conduct as a crime because it conflicts with Pancasila, Marriage Law and the culture of nation. While others considered LGBT conduct as a part of human rights that must be protected and respected. from the perspective of living law in the society, the writer seeks to analyze and define the nature of such behavior, whether LGBT conduct can be categorized as a crime or not. By using conceptual and comparative approach to the problem, the writer tries to find relevant theories, concepts, and doctrine to build up arguments and find valid and concrete answers From the results of this study, it can be concluded that LGBT conduct can be categorized as a crime with type of crimina extra ordinaria / mala in se, an act that is considered evil and detrimental by public voice despite being not regulated by law. it is because such behavior contradicts with law practiced in society that is viscous with values of Indonesian nationalism which are religious, just and civilized. Thus, although it is not officially regulated within decree, based on the doctrine that it is against material sources of law with its positive function, such conduct can/may be judged as crime.

Kontributor: Dr. Deni SB Yeherawan, SH., MS ; Dr. Syamsul Fatoni, SH., MH
Tanggal tercipta: 2017-02-17
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041
No Koleksi: 150121100003


Ketentuan (Rights) :
2017

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-COVER.pdf - 2970 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-BAB I Tesis Bahrul Ulum.pdf - 222 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-BAB II Tesis Bahrul Ulum.pdf - 471 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-BAB III Tesis Bahrul Ulum.pdf - 866 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-BAB IV Tesis Bahrul Ulum.pdf - 207 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-BAB IV Penutup.pdf - 207 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-DAFTAR PUSTAKA Tesis Bahrul Ulum.pdf - 249 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12041-LAMPIRAN Tesis Bahrul Ulum.pdf - 453 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar