Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Industri
di-posting oleh 130421100045 pada 2018-01-29 14:17:09  •  401 klik

Analisis Penentuan Lokasi Desa Untuk Membangun Gudang Penyimpanan Garam Menggunakan Metode Analisa Pusat Gravitasi di Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan
Analysis of Village Location Determination to Build Warehouse of Salt Storage Using Gravity Center Analysis Method in Sumenep and Pamekasan Regencies

disusun oleh EDHY SUWARSO


Subyek: PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS
PENENTUAN LOKASI
Kata Kunci: Garam
Gudang
metode analisa pusat gravitasi

[ Anotasi Abstrak ]

ABSTRAK Pada beberapa tahun terahir yaitu 2017 dan 2016 Indonesia mengalami kelangkaan garam. Hal tersebut disebabkan oleh anomali cuaca, sehingga produksi garam petani menurun dratis. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam nasional, pemerintah melakukan impor garam. Dampak negatif lain yaitu terancam gulung tikarnya perusahaan-perusahaan yang dalam produksinya, menggunakan garam sebagai bahan baku produksi. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah menyarankan untuk membangun gudang penyimpanan garam pada daerah-daerah yang dianggap strategis. Pembangunan gudang penyimpanan garam ini, berguna sebagai tempat menampung persedian garam untuk periode salanjutnya. Untuk itu dilakukan perhitungan menentukan daerah strategis untuk membangun gudang penyimpanan garam. Perhitungan ini berfokus pada kabupaten Sumenep dan kabupaten Pamekasan. Pada setiap kabupaten ditentukan tiga alternatif daerah untuk membangun gudang penyimpanan. Penentuan tiga alternatif tersebut didasarkan pada luas lahan tani garam yang terluas. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode analisa pusat gravitasi, didapat nilai-nilai untuk tiga alternatif lokasi pada kabupaten Sumenep dan kabupaten Pamekasan. Secara berturut-turut nilai perhitungan untuk kabupaten Sumenep adalah, desa Nambakor dengan nilai sebesar 25065,35576 , desa Kebundadap barat sebesar 24707,36457 dan desa Karanganyar sebesar 24030,2165. Maka nilai yang terkecil yaitu desa Karanganyar dinyatakan sebagai desa alternatif terpilih untuk membangun gudang garam di kabupaten Sumenep. Pada kabupaten Pamekasan daerah alternatifnya adalah desa lembung dengan nilai sebesar 2326,39 , desa Bunder sebesar 1956,93 dan desa Majungan sebesar 2062,05. Maka nilai yang terkecil yaitu desa Bunder yang dinyatakan sebagai desa strategis untuk membangun gudang garam di kabupaten Pamekasan.


Deskripsi Lain

ABSTRACT In the last few years that is 2017 and 2016 Indonesia experienced a scarcity of salt. This is caused by weather anomalies, so that the production of salt farmers decreased dratis. To meet the needs of national salt consumption, the government imports salt. Another negative impact that is threatened to fall out of companies in production, using salt as raw material production. To overcome this problem the government suggested to build a salt storage shed in areas that are considered strategic. The construction of this salt storage warehouse, useful as a place to accommodate salt supplies for the next period. For that done calculation determines the strategic area to build salt storage warehouse. This calculation focuses on Sumenep and Pamekasan districts. In each district determined three alternative areas to build storage warehouse. The determination of the three alternatives is based on the widest area of salt farmland. After calculations using the gravity center analysis method, values were obtained for three alternative locations in Sumenep and Pamekasan regency. In a row the calculation value for Sumenep regency is, Nambakor village with the value of 25065,35576, West Kebundadap village is 24707,36457 and Karanganyar village is 24030,2165. Then the smallest value is Karanganyar village declared as alternative villages elected to build a salt storage warehouse in Sumenep regency. In Pamekasan regency the alternative area is the village of Lembung with a value of 2326.39, Bunder village of 1956.93 and the village of Majungan by 2062.05. Then the smallest value of Bunder village is declared as a strategic village to build a salt storage warehouse in Pamekasan regency.

Kontributor: DR.KUKUH WINARSO, S.SI.,M.T. ; SABARUDIN AKHMAD S.T., M.T.
Tanggal tercipta: 2018-01-11
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298
No Koleksi: 130421100045


Sumber :
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-COVER.pdf - 449 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-ABSTRACT.pdf - 150 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-CHAPTER 1.pdf - 165 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-CHAPTER 2.pdf - 277 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-CHAPTER 3.pdf - 289 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-CHAPTER 4.pdf - 1275 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-CHAPTER 5.pdf - 267 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-CONCLUSION.pdf - 267 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-REFERENCES.pdf - 256 KB
 File PDF  10. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-12298-APPENDICES.pdf - 739 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar