Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2020-07-01 11:14:41  •  904 klik

PROSES PENGEMASAN BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) MUTU EKSPOR DAN LOKAL DI PT PEREKBUNAN NUSANTARA XII KEBUN KALIKEMPIT KABUPATEN BANYUWANGI
disusun oleh SITI HARTATIK CHOIRUNISAK

Subyek: PENGEMASAN
BIJI KAKAO
Kata Kunci: PENGEMASAN
BIJI KAKAO

[ Anotasi Abstrak ]

Kakao atau Theobroma cacao L. merupakan salah satu komoditas yang memiliki peranan penting bagi perekonomian di Indonesia sebagai peningkat devisa negara. Tanaman ini merupakan tanaman penghasil coklat yang memilik nilai jual cukup tinggi dan pemanfaatannya sudah cukup banyak di masyarakat. Namun, dari segi produktivitas, Indonesia masih berada di bawah produktivitas rata-rata negara penghasil kakao lainnya. Produktivitas kakao per tahun hanya 60kg/ha. Kakao merupakan salah satu tanaman perkebunan tahunan yang dapat menghasilkan beberapa jenis produk. Produk-produk kakao tersebut antara lain dihasilkan dari kulit, pulp, ataupun biji. Kakao terdiri atas 3 jenis yaitu kakao criollo (kakao mulia), kakao forestero (kakao lindak) dan kakao trinatrio. Biji kakao adalah biji dari tanaman kakao yang telah mengalami beberapa proses seperti fermentasi, pembersihan dan pengeringan. Biji kakao yang dipasarakan dapat dibedakan berdasarkan jenis tanaman, jenis mutu dan ukuran atau berat biji. Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu penghasil kakao terbaik di Indonesia. Proses pengemasan atau proses pembungkusan atau pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk atau bahan yang berada di dalamnya dapat terlindung dan terwadahi dengan baik. Teknologi pengemasan yang digunakan dari zaman ke zaman semakin berkembang, dari teknologi tradisional menggunakan dedaunan sampai teknologi modern yang menggunakan teknologi aseptis. Pengemasan ini dianggap penting bagi suatu produk karena dianggap dapat mempertahankan mutu dari suatu produk dan sebagai sarana pemasaran pada produk. Kemasan sendiri merupakan pembungkus atau wadah yang berfungsi untuk melindungi produk dan menjaga kualitas dari produk tersebut pada saat produk disimpan, didistribusikan maupun saat dipajang. Proses pengemasan biji kakao dibedakan berdasarkan jenis mutu kakao yang dihasilkan, yaitu mutu superior dan mutu inferior.


Deskripsi Lain

PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Kalikempit yang berada di Kabupaten Banyuwangi ini merupakan salah satu perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara XII yang terdapat pengolahan dan penanganan pasca panen kakao. Teknologi pengemasan menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mempertahankan mutu suatu produk dan juga digunakan sebagai alat pemasaran yang cukup menjanjikan. Kajian mengenai teknologi atau proses pengemasan produk kakao ini menjadi penting apabila dipelajari lebih lanjut lagi karena dasar-dasar teorinya telah dipelajari dan didapatkan pada proses perkuliahan. Praktik Kerja Lapang yang dilakukan ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara penerapan atau eksplorasi oleh mahasiswa sebagai pelaksana pembelajaran.

Kontributor: Cahyo Indarto, S.TP. MP.
Tanggal tercipta: 2020-06-11
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170331100027
No Koleksi: 170331100027


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Cover.pdf - 466 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 1.pdf - 90 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 2.pdf - 237 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 3.pdf - 114 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 4.pdf - 801 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Bab 5.pdf - 74 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Daftar Pustaka.pdf - 80 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-KP-18387-170331100027-Lampiran.pdf - 609 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar