Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2020-07-01 11:30:59 • 472 klik
PENGENDALIAN KUALITAS PADA PROSES PENGOLAHAN KAKAO (Theobroma cacao L.) di PTPN XII WILAYAH KEBUN KALIKEMPIT KEC.GLENMORE KAB. BANYUWANGI
disusun oleh WIWIS
| Subyek: | PENGENDALIAN KUALITAS PENGOLAHAN KAKAO |
| Kata Kunci: | PENGENDALIAN KUALITAS PENGOLAHAN KAKAO |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia merupakan negara produsen kakao yang setiap tahun melakukan ekspor yang mengalami peningkatan. Ekspor kakao diindonesia tingkat kebutuhan biji kakao lebih tinggi dibandingkan kebutuhan olahan kakao. Meningkatnya petumbuhan ekspor kakao diindonesia mengharuskan lahan yang memadai untuk penanaman pohon kakao. Kakao merupakan salah satu komoditi yang memiliki prospek cukup baik dalam bidang ekspor karena berkembangnya permintaan sektor agroindustri (Susanto 1994). Mutu suatu produk sangat penting peranannya dalam situasi seperti saat ini yaitu pasar bebas ASEAN. Hal ini dikarenakan dapat mempengaruhi pertahanan dari suatu perusahaan. Semakin tinggi tingkat kualitas produk yang dihasilkan, maka tingkat penjualan dan pertahanan perusahaan juga akan semakin meningkat. Setiap perusahaan biasanya berusaha menghasilkan produk yang bermutu tinggi atau produk yang memenuhi kepuasan konsumen. Kakao merupakan salah satu makanan atau minuman yang banyak digemari masyarakat indonesia pada era milenum seperti anak-anak dan kaum muda. Masyarakat pada umumnya komoditi kakao memiliki kandungan gizi yang cukup seperti protein, lemak, vitamin, mineral dan lainnya dalam skala kecil. Komoditi kakao yang ada diindonesia pada masa mendatang diharapkan menghasilkan produksi yang baik dan luas area yang memadai seperti komoditi perkebunan lainnya. Komoditi kakao terkendala dengan luas lahan kakao karena pengolahan kakao membutuhkan beberapa tahapan proses seperti penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan biji kakao, pengolahan serta pemasarannya (Wahyudi et al. 2008). Pengolahan biji kakao yang beraneka ragam setelah proses pemanenan menjadi produk-produk setengah jadi atau yang sudah jadi. Berbagai pengolahan makanan atau minuman pada biji kakao seperti permen coklat, bubuk coklat dan lemak coklat (bidang farmasi). Fermentasi merupakan salah satu penanganan biji kakao kadar air yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat merusak mutu dari biji kakao setelah pemanenan. (Wahyudi et al. 2008). Pengolahan biji kakao yang menjadi produk setengah jadi yaitu biji kakao hanya dilakukan proses pengeringan. Biji kakao kering akan dikirim ke pabrik pengolah menjadi sebuah produk (Luktitp et al. 2010). Proses pengolahan biji kakao diharapkan meningkatkan diversifikasi produk kakao dan memperpanjang umur simpan kakao. Proses pengolahan kakao dengan proses pengeringan dan menghasilkan kakao kering yang dapat dijadikan produk lanjutan. Proses pengeringan biji kakao akan menurunkan kadar air kakao sehingga umur simpannya akan lebih lama. Proses pengeringan juga tidak membutuhkan biaya banyak karena dapat dilakukan secara tradisional meskipun hasil proses pengeringannya tidak maksimal dan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan menggunakan alat. Pengendalian mutu pada produk dilakukan agar dapat mengendalikan sistem produksi dari suatu komiditi. Contohnya pengendalian untuk jenis, jumlah serta mutu produk. Pengendalian mutu yang dilakukan mencangkup pengendalian pada produk segar, bahan mentah maupun produk olahan (Kusuma et al. 2017). Proses pengendalian mutu diharapkan memberikan peranan penting dari setiap proses suatu komoditi. Suatu produk yang melakukan pengendalian mutu akan mempengaruhi kepuasan konsumen. Pengendalian mutu pada suatu produk dapat dipengaruhi pada setiap proses yang dialami bahan hingga menjadi produk jadi. PTPN XII Wilayah Kebun Kalikempit adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan komoditi kakao yang berada di daerah Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Pengolahan PTPN XII Wilayah Kebun Kalikempit mengolah biji kakao menjadi kakao kering. Praktik Kerja Lapang ini bertujuan untuk memenuhi salah satu sks yang ada di prodi Teknologi Industri Pertanian. Proses pengolahan biji kakao menjadi kakao kering ada pengendalian kualitasnya pada setiap tahapnya. Sehingga tema pengendalian mutu pada pengolahan biji kakao menjadi kakao kering di PTPN XII Wilayah Kebun Kakao Kalikempit dapat mengetahui kualitas kakao dilapang.
| Kontributor | : Cahyo Indarto, S.TP., MP |
| Tanggal tercipta | : 2020-06-11 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-170331100032 |
| No Koleksi | : 170331100032 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Cover.pdf - 807 KB
2. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Bab 1.pdf - 451 KB
3. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Bab 2.pdf - 714 KB
4. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Bab 3.pdf - 85 KB
5. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Bab 4.pdf - 957 KB
6. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Bab 5.pdf - 153 KB
7. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Daftar Pustaka.pdf - 87 KB
8. TRUNOJOYO-KP-18388-170331100032-Lampiran.pdf - 1043 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DALAM MENGURANGI ANGKA KECACATAN PADA PERUSAHAAN ROKOK DENGAN METODE SPC (STATISTICAL PROCESS CONTROL)
- ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PADA CV. PERKASA DIRGATAMA SAMPANG
- ANALISIS DAN EVALUASI PERMASALAHAN PENGENDALIAN KUALITAS PADA PERUSAHAAN ROTI STUDI KASUS : CV. ANITA FAMILY – SUMENEP
- Analisis Pengendalian Kualitas Produk Kerupuk Udang Menggunakan Statistical Quality Control (SQC) Pada UD. Lisa Chayang Kwanyar-Bangkalan
- ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DAN USULAN PERBAIKAN PRODUK SC 9 MM
Kembali ke Daftar 