Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2020-07-02 10:33:29 • 1013 klik
PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) DI PT AJINOMOTO INDONESIA MOJOKERTO JAWA TIMUR
disusun oleh Nanang Hamzah
| Subyek: | PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) |
| Kata Kunci: | PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) |
[ Anotasi Abstrak ]
Kebutuhan yang paling mendasar dan utama bagi manusia yang wajib untuk dipenuhi adalah pangan. Pangan berfungsi sebagai penyuplai energi dan nutrisi pada tubuh sehingga dapat melakukan aktivitas dengan sehat. Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas) (2013), pada tahun 2018 jumlah penduduk Indonesia mencapai 265 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut dibedakan sesuai dengan jenis kelamin yang meliputi laki-laki sebanyak 133,17 juta jiwa dan perempuan sebanyak 131,88 juta jiwa. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan pangan pun akan meningkat. Tingginya kebutuhan pangan di Indonesia, juga berdampak pada perkembangan Industri pangan di Indonesia. Untuk menghasilkan produk yang terbaik, maka industri pangan harus memperhatikan parameter-parameter penting yang terdapat pada pangan. Paramater-parameter yang terdapat pada bahan pangan meliputi tekstur, warna, aroma dan rasa. Penambahan bahan food additive atau bahan tambahan pangan, pada umumya merupakan suatu cara untuk memperbaiki atau menambah cita rasa dari suatu bahan pangan. Salah satu bahan penyedap rasa yang banyak digunakan untuk membuat suatu produk menjadi lebih enak oleh produsen makanan adalah MSG (Monosodium Glutamat). Monosodium glutamat adalah salah satu asam amino alami yang paling melimpah yang sering ditambahkan sebagai penambah rasa (Jinap dan Hajeb 2010). Proses pembuatan MSG berasal dari fermentasi tetes gula (molases) dengan bantuan bakteri (Brevibacterium lactofermentum). Proses fermentasi tersebut akan menghasilkan Asam Glutamat. Asam Glutamat yang diperoleh dari proses fermentasi, kemudian ditambah soda (Sodium Carbonate). Proses penambahan soda (Sodium Carbonate) berfungsi untuk pembentukan Monosodium Glutamat (MSG). MSG yang telah dihasilkan, kemudian dilakukan pemurnian dan kristalisasi, sehingga akan terbentuk serbuk kristal yang bersih dan murni yang siap untuk dipasarkan (Indra 2015). Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang bumbu masak bahan penyedap rasa (MSG) adalah PT. Ajinomoto Indonesia. Prof. Ritthausen yang berasal dari Jerman, telah menemukan zat alami glutamat yang berasal dari protein gandum yaitu gluten pada tahun 1866, sedangkan di Negara Jepang Prof. Dr. Ikeda menemukan glutamat yang berasal dari kaldu rumput laut (kombu) sebagai sumber rasa gurih (Umami) pada tahun 1908. Tahun 1909, merupakan tahun dirintisnya proses produksi MSG oleh Prof. Dr. Ikeda dimana MSG (monosodium glutamat) diproduksi secara masal untuk keperluan komersial dan dipasarkan di Negara Jepang dengan merek dagang AJI-NOMOTO. Perusahaan Ajinomoto Co., Inc yang berpusat di kota Tokyo Jepang, lebih dari 100 tahun yang lalu sampai sekarang telah banyak memasarkan produknya di seluruh dunia, salah satunya adalah di Indonesia. Sejak tahun 1969 PT. Ajinomoto Indonesia telah berdiri di Mojokerto Jawa Timur. PT. Ajinomoto Indonesia telah berhasil mengembangkan bisnis dengan memproduksi berbegai bumbu masak selama 40 tahun lebih, salah satunya adalah MSG (Ayu 2017). Pengendalian mutu (quality control) berfokus pada pemenuhan persyaratan mutu yang merupakan bagian dari manajemen mutu. Pentingnya pengendalian mutu dikarenakan untuk menjaga agar produk MSG sesuai dengan standart dan permintaan konsumen. Pengendalian mutu juga perlu diterapkan agar kecacatan produk MSG dapat diminimalisir sehingga keuntungan perusahaan akan meningkat. Pengawasan mutu berlangsung secara menyeluruh mulai dari bahan baku, proses produksi, produk antara, sampai produk akhir (Setyo dan Septifani 2017). Praktik Kerja Lapang (PKL) ini berfokus untuk mengetahui tentang pengendalian mutu proses produksi MSG
| Kontributor | : Cahyo Indarto, S.TP., MP |
| Tanggal tercipta | : 2020-05-13 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-170331100033 |
| No Koleksi | : 170331100033 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Cover.pdf - 466 KB
2. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Bab 1.pdf - 107 KB
3. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Bab 2.pdf - 186 KB
4. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Bab 3.pdf - 155 KB
5. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Bab 4.pdf - 1819 KB
6. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Bab 5.pdf - 58 KB
7. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Daftar Pustaka.pdf - 99 KB
8. TRUNOJOYO-KP-18394-170331100033-Lampiran.pdf - 2178 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- ANALISIS PERBAIKAN MUTU KECAP MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (Studi Kasus di UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan)
- APLIKASI TUJUH ALAT PENGENDALIAN MUTU PADA PRODUKSI KERIPIK SUKUN DI UD BUNGA MUTIARA
- IDENTIFIKASI DAN UPAYA MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI LANTAI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS: PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK, GRESIK)
- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI KERUPUK PULI DENGAN METODE SEVENTOOLS
Kembali ke Daftar 