Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2020-07-13 10:56:47  •  484 klik

TEKNIK PEMANENAN TANAMAN EDAMAME (Glycin max (L) Merrill ) DI PT. MITRATANI DUA TUJUH KABUPATEN JEMBER JAWA TIMUR
disusun oleh DEWI ANGRAINI

Subyek: PEMANENAN TANAMAN
EDAMAME
Kata Kunci: PEMANENAN TANAMAN
EDAMAME

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Hal tersebut didukung dengan adanya lahan kosong yang tersedia dan belum dikelola oleh masyarakat setempat. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara yang beriklim tropis. Hal ini yang membuat wilayah Indonesia dapat ditumbuhi beraneka ragam tanaman. Salah satu tanaman yang saat ini memiliki potensi impor yang sangat besar yaitu pada tanaman Hortikultura. Produksi tanaman hortikultura banyak macamnya diantaranya yaitu buah-buahan, sayuran, tanaman hias, dan obat-obatan. Berbagai macam produksi tanaman hortikultura tersebut, seiring berjalnnya waktu dan bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi sayuran. Sayuran merupakan produk pertanian strategis yang ketersediannya di Indonesia berlimpah sepanjang tahun. Konsumsi sayuran masyarakat Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu komoditas kedelai sayuran tersebut yaitu edamame. Edamame merupakan tanaman semusim berupa semak rendah, tumbuh tegak, berdaun lebat, dengan beragam morfologi. Tinggi tanaman berkisar antara 30 sampai lebih dari 50 cm, dapat bercabang sedikit atau banyak tergantung kultivar dan lingkungan hidupnya. Daun pertama yang keluar dari buku sebelah atas kotiledon berupa daun tunggal berbentuk sederhana dan letaknya berseberangan (Unifoliolat). Daun-daun trifoliolat (daun bertiga) dan seterusnya. Ukuran, warna dan berat benih edamame bervariasi, yakni : mempunyai berat antara 30-56 gram/ 100 biji, warna kuning hingga hijau, berbentuk bulat hingga bulat telur dan warna hilum gelap hingga terang. Edamame tumbuh di dataran minimal 50 mdpl, dan maksimal 360 mdpl. Edamame atau kedelai sayur sebagai komoditas yang cukup potensial dikembangkan dalam aktivitas agroindustri international. Edamame atau kedelai sayur telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1995. Sejalan dengan tuntutan masyarakat akan makanan sehat dan bergizi tinggi, edamame yang dibekukan dengan teknologi pengawetan beku dapat dikonsumsi tergantung musim. Oleh karena itu, kedelai sayur sebagai komoditas yang cukup potensial dikembangkan dalam aktivitas agroindustri international. Kedelai yang lebih dikenal dengan edamame ini permintaanya makin meningkat dari tahun ke tahun. Diperkirakan kebutuhan edamame dunia mencapai 100.000 ton per tahun. Sebanyak 9.000 ton produksi edamame, sebesar 85% untuk ekspor dan 15% memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Jika dihitung sekitar 8.000 ton diserap pasar ekspor, sedangkan sisanya 1.300 ton dijual di dalam negeri. Tujuan ekspor edamame antara lain seperti Jepang, Eropa, Kuwait, Malaysia, Australia sampai ke Amerika Serikat (AS). Edamame bukanlah jenis tanaman kacang-kacangan, melainkan masuk kedalam kategori sayuran (green soybean vegetable). Di Jepang negara asal kedelai ini, edamame termasuk tanaman tropis dan dijadikan sebagai sayuran serta camilan kesehatan. Peluang pasar kedelai sayur di dalam negeri cukup luas, karena masyarakat Indonesia menyukai kedelai rebus. Bedanya, selama ini kedelai rebus yang tersedia di pasar berbiji kecil, 10-11g/100 biji kering. Penghasil kedelai muda untuk rebusan terutama adalah Cianjur, Jawa Barat dan wilayah sekitar kota-kota besar. Kedelai ini dikategorikan sebagai Healthy Food, bahkan di Amerika digunakan sebagai bahan baku produk kecantikan kulit serta wajah. Edamame mengandung berbagai zat berkhasiat untuk kesehatan, merupakan satu-satunya sayuran yang mengandung semua dari sembilan jenis asam amino essensial yang dapat menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan metabolisme dan kadar energi serta dapat membantu membangun otot dan sel-sel sistem imun. Selain itu, edamame juga mengandung isoflavon, betakaroten dan serat (Depatemen Pertanian, 2007).

Kontributor: Dr. Ir. H. Achmad Arsyad Munir, MS
Tanggal tercipta: 2020-04-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170311100009
No Koleksi: 170311100009


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Cover.pdf - 262 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Bab 1.pdf - 92 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Bab 2.pdf - 212 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Bab 3.pdf - 86 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Bab 4.pdf - 612 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Bab 5.pdf - 78 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Daftar Pustaka.pdf - 62 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-KP-18453-170311100009-Lampiran.pdf - 756 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar