Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2020-07-30 10:27:24  •  435 klik

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae Var.acephala) di CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA
disusun oleh YOGI WAHYU PRADANA

Subyek: BUDIDAYA
TANAMAN KAILAN
Kata Kunci: BUDIDAYA
TANAMAN KAILAN

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman kailan (Brassica oleraceae Var. acephala) merupakan salah satu jenis sayuran famili kubis-kubisan (Brassicaceae) yang berasal dari negeri China, masuk ke Indonesia sekitar abad ke – 17 (Pracaya, 2001). Tanaman kailan termasuk tanaman sayur daun yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi setelah kubis crop, kubis bunga dan brocoli. Jenis tanaman kailan berkembang pesat di daerah subtropis maupun tropik. Tanaman ini baru mendapatkan perhatian untuk dibudidayakan setelah diketahui mempunyai manfaat sebagai bahan makanan sayuran yang bergizi baik. Kailan selain dapat digunakan untuk bahan makanan dapat juga digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit (Haryanto dkk, 2002). Sayuran merupakan merupakan sumber esensial vitamin dan mineral, di dalam sayuran mengandung vitamin A,B, C, zat kapur, dan zat besi. Sayuran organik adalah sayuran yang cukup aman bila dikonsumsi, mengingat dalam budidayanya lebih mengandalkan bahan-bahan alami, seperti menggunakan pupuk organik dan tidak menggunakan pestisida kimia. Salah satu sayuran yang umum dibudidayakan organik adalah kailan. Hampir semua bagian tanaman kailan dapat dikonsumsi yaitu batang dan daunnya. Dalam 100 gram bagian kailan yang dikonsumsi mengandung 7540 IU vitamin A, 115 mg vitamin C, dan 62 mg Ca, 2,2 mg Fe (Irianto, 2012). Tanaman kubis dan sejenisnya seperti kailan yang biasa disebut kale juga merupakan sumber vitamin, seperti vitamin A, B, C, Niacin dan mineral, seperti Ca, P, Na, F, S dan Cl (Pracaya, 2001). Kailan termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kailan biasanya dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas yang pemasarannya dilakukan di restoran, hotel dan pasar swalayan. Sehingga, kailan memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Permintaan pasar komoditas tanaman kailan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, tingkat pendidikan masyarakat, tingkat pendapatan dan kesukaan masyarakat terhadap kailan (Samadi, 2013). Kailan cocok ditanam di suhu 23–350 C dengan ketinggian 1.000-3.000 m dpl, curah hulan 1.000-1.500 mm/tahun, tanah dengan pH 5-6, jenis tanah yang dibutuhkan tanaman kailan tanah regosol, aluvial, latosol, andosol (Cahyono,.2001).

Kontributor: Ir. Slamet Supriyadi, M.Si
Tanggal tercipta: 2020-05-08
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170311100046
No Koleksi: 170311100046


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Cover.pdf - 375 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 1.pdf - 98 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 2.pdf - 246 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 3.pdf - 81 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 4.pdf - 998 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Bab 5.pdf - 67 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Daftar Pustaka.pdf - 105 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-KP-19004-170311100046-Lampiran.pdf - 1917 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar