Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2020-07-30 13:47:53  •  580 klik

PEMETAAN BATIMETRI UNTUK ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN CIREBON, JAWA BARAT
disusun oleh IQBAL WICAKSONO

Subyek: PEMETAAN BATIMETRI
ALUR PELAYARAN
Kata Kunci: PEMETAAN BATIMETRI
ALUR PELAYARAN

[ Anotasi Abstrak ]

Masyarakat Indonesia memanfaatkan laut sebagai salah satu prasarana transportasi air, perdagangan, perikanan, dan pariwisata. Alat transportasi yang digunakan untuk melakukan aktivitas ini terdiri dari kapal yang berukuran kecil sampai besar. Menurut Pikpin et.al (1997) batimetri berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengukuran dan pemetaan topografi di bawah perairan. Batimetri adalah proses penggambaran dasar perairan sejak pengukuran, pengolahan, dan visualisasinya. Informasi mengenai batimetri sangat penting untuk dasar penelitian, seperti peta navigasi untuk alur pelayaran sebagai dasar penyelamatan, sebagai operasi kelautan seperti kabel komunikasi bawah laut, dan dinami pantai. Salah satu pengukuran penting yang dilakukan untuk menentukan batimetri secara akurat adalah rerata muka ai laut atau MSL (mean sea level) yang digunakan sebagai referensi 0 meter di digunakan juga untuk topografi. Teknologi pemetaan batimetri telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Pada awalnya pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan tali yang ujungnya diberi pemberat kemudian ujung tali yang diberi pemberat tersebut dimasukkan ke dalam air hingga pemberat menyentuh dasar perairan. Pengukuran kedalaman dengan menggunakan metode konvensional seperti ini tidak dapat memperoleh data yang akurat disebabkan arus kolom air akan membelokkan tali tersebut sehingga panjang tali untuk kedalaman sebenarnya akan bertambah dengan panjang tali yang dibelokkan oleh arus. Pada saat menurunkan tali, menunggu hingga pemberat menyentuh dasar perairan, menaikkannya kembali memerlukan waktu yang lama dan tenaga ekstra sehingga metode ini tidak efisien dalam penggunaannya (Napitupulu el.al, 2015) Alur Pelayaran di laut adalah perairan yang dari segi kedalaman, lebar dan bebas hambatan pelayaran lainnya dianggap aman dan selamat untuk dilayari kapal angkutan laut. Alur pelayaran bertujuan untuk mengarahkan kapal-kapal yang akan keluar masuk ke pelabuhan sehingga pelabuhan bisa lebih teratur. Alur pelayaran harus memiliki kedalaman dan lebar yang cukup agar bisa dilalui kapal-kapal yang direncanakan akan berlabuh. Alur pelayaran di dalam pelabuhan bertujuan sebagai penghubung antara daerah tempat kapal melempar suar dengan daerah perairan dekat dermaga. Keberadaan alur pelayaran di pelabuhan salah satunya ditandai dengan adanya SBNP atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, yang berfungsi sebagai penanda batas dari alur pelayaran ( Supriadi el.al, 2014) Cirebon merupakan salah satu kabupaten yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Pelabuhan Cirebon ini merupakan pintu gerbang perekonomian Jawa Barat dan salah satu pelabuhan alternatif bagi pelabuhan lainnya. Pelabuhan Cirebon dapat dicapai dengan mudah melalui jalur darat. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui jalur pelayaran yang terdapat pada Pelabuhan Cirebon dan mengetahui kendala-kendala yang terjadi di Pelabuhan Cirebon.

Kontributor: Dr. Zainul Hidayah, S.Pi, M.App.Sc.
Tanggal tercipta: 2020-05-19
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170341100035
No Koleksi: 170341100035


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Cover.pdf - 1456 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Bab 1.pdf - 92 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Bab 2.pdf - 433 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Bab 3.pdf - 543 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Bab 4.pdf - 1367 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Bab 5.pdf - 79 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Daftar Pustaka.pdf - 123 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-KP-19022-170341100035-Lampiran.pdf - 929 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar