Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2020-08-03 14:55:31 • 447 klik
PEMETAAN BATIMETRI DENGAN MENGGUNAKAN DATASHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION(SRTM) DI PULAU NUSA BARUNG, JEMBER
disusun oleh Moch Rizky Yudhistira
| Subyek: | PEMETAAN BATIMETRI DATASHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION(SRTM) |
| Kata Kunci: | PEMETAAN BATIMETRI DATASHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION(SRTM) |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia adalah negeri kepulauan yang terdiri dari ± 17.504 pulau dengan panjang garis pantai ± 95.181 km serta luas laut mencakup ± 70% dari total luas wilayah Indonesia.Kepulauan berarti suatu gugusan pulau, atau termasuk bagian pulau, perairan diantaranya dan lain-lainya wujud alamiah yang hubunganya satu sama lain demikian erat sehingga pulau-pulau, peraian dan wujud alamiah lainya itu merupakan sutu kesatuan geografi, ekonomi dan politik. Pulau dapat didefinisikan dan dikategorikan dalam berbagai cara, dan masing-masing memiliki tujuan yang sangat bermanfaat, defnisi tentang pulau cendurung kepada masalah ukuran pulau (Durand, 2010) Pulau Nusa Barung adalah pulau kecil yang berada atau terletak di sebelah selatan pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah desa Puger wetan, kecamatan puger, kabupaten jember, jawa timur. Pulau Nusa Barung ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra hindia. Pulau nusa barung terlatak di jember dengan tiitk koordinat 8°28’38.4” S 113°20’30.6” E, dengan luas pulau yaitu seluas ± 1.361.146 hektar. Pulau nusa barung telah ditetapkan sebagai cagar alam. Untuk menuju ke pulau nusa barung yaitu dengan menyebrang dari pelabuhan Puger menuju ke pulau Nusa Barung. Pemetaan batimetri diperlukan di pulau Nusa Barung yaitu untuk penyebrangan kapal atau perahu dari pelabuhan Puger menuju ke pulau Nusa Barung. Manfaat dari pemetaan batimetritersebut yaitu untuk mengetahui kedalaman perairan, sebagai perencanaan pembangunan dipinggir pantai, pembangunan pelabuhan, sebagai jalur pelayaran yang aman, pendeteksian adanya potensi bencana tsunami di suatu wilayah, dan pertambangan minyak lepas pantai (Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2019) Untuk mewujudkan terselenggaranya pemanfataan potensi kelautan dan pesisir, perlu ditunjang dengan kegiatan dan ilmu hidrogafi. Kegiatan utama dalam penerapan ilmu hidrogafi di lapangan adalah survey batimetri. Pemetaan batimetri menjadi hal yang penting yang mendasar untuk memanejemen kawasan pesisir. Hal ini tentu memberikan prospek sekaligus tantangan bagi pembangunan di Indonesia, terutama wilayah pesisir dan sektor kelautan. (Arief, 2012).
| Kontributor | : Ary Giri Dwi kartika S.Kel, M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2020-01-30 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-160341100010 |
| No Koleksi | : 160341100010 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-19073-160341100010-PKL_Moch Rizky Yudhistira_160341100010_2020.pdf - 4072 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PEMETAAN BATIMETRI UNTUK ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN CIREBON, JAWA BARAT
- PEMETAAN BATIMETRI DENGAN MENGGUNAKAN DATASHUTTLE RADAR TOPOGRAPHY MISSION(SRTM) DI PULAU NUSA BARUNG, JEMBER
- PEMETAAN BATIMETRI DI PERAIRAN PULAU WEH SABANG
- PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN PEMETAAN BATIMETRI DI TELUK SAMPIT
Kembali ke Daftar 