Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Kelautan
di-posting oleh imam pada 2020-08-04 09:22:49  •  324 klik

PENGOLAHAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER STUDI KASUS PERAIRAN LAMPUNG TIMUR (LAMPUNG) MENGGUNAKAN SOFTWARE CARIS HIPS and SIPS 8.1
disusun oleh AJENG TRISNA WIDURI

Subyek: PENGOLAHAN DATA
MULTIBEAM ECHOSOUNDER
CARIS HIPS
SIPS 8.1
Kata Kunci: PENGOLAHAN DATA
MULTIBEAM ECHOSOUNDER
CARIS HIPS
SIPS 8.1

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki pulau kecil dan besar sebanyak 17.504 pulau, dengan luasan panjang garis pantai 95.161 km. Indonesia memiliki wilayah periran yang sangat luas sehingga mampu menjadi salah satu Negara yang bersimpang dengan dua lautan besar dan salah satu jalur terpenting di dunia. Hal ini dikaitkan karena posisi letak geografis wilayah Indonesia yang mampu bersaing dengan negara-negara lainnya baik dalam segi geo-politik, geo-ekonomi, dan geo-strategi (Lasabuda, 2013). Letak geografis perairan Indonesia memiliki kedaulatan yang meliputi; perairan pedalaman, nusantara, dan laut teritorial sejauh 12 mil dari garis pangkal pulau). Disisi lain, terdapat zona tambahan yang dikenal dengan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) sejauh 200 mil dari garis pangkal dengan hak yang berdaulat atas kekayaan alam (perikanan) didalamnya. Berdasarkan hal tersebut dapat dipastikan perairan Indonesia yang sangat berperan penting dalam distribusi dalam negeri ataupun luar negeri, banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan diwilayah perairan (Lasabuda, 2013). Provinsi Lampung terletak pada geografis antara 105°45'-103°48' BT dan 3°45'-6°45' LS. Luas wilayah Provinsi Lampung mencapai 35.376,50 km², memiliki kurang lebih 12 gugus pulau kecil yang termasuk dalam bagian geografis perairan lampung. Wilayah Lampung bagian barat berbatasan langsung dengan Selat Sunda sedangkan dibagian timur berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Perairan dalam batasan wilayah lampung sangat strategi dalam kegiatan hidrografi, karena berbatasan langsung dengan laut lepas sehingga ramai digunakan kegitan pelayaran (Kusuma et al. 2013). Kegiatan yang dilaksanakan diatas perairan, harus sesuai dengan arahan peraturan yang sudah ada dan mematuhinya. Proses monitoring terhadap kegiatan pelayaran, sangat diperlukan sebagai salah satu antisipasi terhadap bahaya kegiatan, sehingga mampu menjadi dasar keselamatan navigasi. Bahaya yang sering mengancam keselamatan navigasi meliputi kurangnya informasi mengenai kedalaman suatu wilayah perairan, tidak mengikuti kegiatan pelayaran sesuai dengan aturan ataupun tidak memiliki izin layak berlayar, sehingga memungkinkan bahaya yang mampu mengambil nyawa manusia bisa terjadi (Kusuma et al, 2013). Pelaksanaan kegiatan revitalisasi keselamatan navigasi di lapangan sangat kurang, permasalahan tersebut tidak dapat diketahui dengan cepat. Perlu sebuah informan yang mampu membantu dalam keselamatan navigasi baik dalam peta maupun petunjuk navigasi. Revitalisasi Keselamatan Pelayaran di lapangan berdampak pada kurangnya komunikasi dan koordinasi antara petugas di tingkat kota dan provinsi maupun Pusat. Salah satu intansi yang menyediakan informasi keselamatan navigasi dalam bidang hidrografi adalah Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (PUSHIDROSAL), yang menjadi pusat penanganan seluruh kegiatan hidrografi (Pushidrosal, 2018) Pusat Hidrografi Dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (PUSHIDROSAL), memiliki tupoksi sebagai lembaga yang menyelenggaran kegiatan pembinaan hidro-oseanografi yang meliputi survey, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut, dan keselamatan navigasi pelayaran. Dapat disimpulkan instansi ini berwenang atas penerbitan peta batimetri serta informasi mengenai penampakan fenomena dibawah laut (pendangkalan, penggelaran pipa, penggelaran kabel, pembangunan lepas pantai) dan membuat beberapa peraturan atau rancangan sebagai acuan keselamatan pelayaran (Pushidrosal, 2018)

Kontributor: Ary Giri Dwi Kartika, S.Kel.,M.Si
Tanggal tercipta: 2020-05-19
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170341100064
No Koleksi: 170341100064


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-19087-170341100064-PKL_Ajeng Trisna Widuri_170341100064_2020.pdf - 5878 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar