Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2020-08-05 10:11:56 • 236 klik
AKTIVITAS ANTIBAKTERI (Vibrio vulnificus, Vibrio harveyi dan Vibrio parahaemolyticus) DARI ALGINAT Sargasum sp. DENGAN METODE EKSTRAKSI BERBEDA
disusun oleh SUTIWI AGUSTIN
| Subyek: | ANTIBAKTERI ALGINAT EKSTRAKSI |
| Kata Kunci: | ANTIBAKTERI ALGINAT EKSTRAKSI |
[ Anotasi Abstrak ]
Bakteri Vibrio adalah salah satu bakteri yang bersifat patogen terhadap tambak (Desrina et al. 2006). Vibriolisis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. Bakteri patogen ini akan menimbulkan kematian atau kebangkrutan ditambak karena dapat menghambat laju pertumbuhan udang (Sastry dan Rao, 1994). Salah satu masalah terbesar sekarang adalah vibriolisis yang menyerang budidaya tambak (Sarjito et al. 2016). Penyakit Vibrio sp. mengakibatkan kegagalan atau penurunan pertumbuhan, sehingga hasil panen menurun hanya memperoleh Rp.28.000.000,- dengan kerugian Rp.8.500.000,- (Hidayatulloh et al. 2016). Produksi yang gagal panen disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti cuaca, iklim, banjir dan faktor akibat penyakit. Faktor tersebut mengakibatkan produksi tidak terjual atau hargannya menjadi murah, sehingga berpengaruh kepada pendapatan petani tambak udang (Saragih et al, 2015). Vibriolisis dapat dicegah dengan penggunaan antibiotik. Oleh karena itu pembudidaya menggunakan campuran antibiotik pada pakan dan sebagainnya. Antibiotik merupakan obat atau bahan kimia yang digunakan untuk menghambat atau membasmi mikroba (Haryanto et al, 2016). Antibiotik memiliki kelebihan dapat didapatkan dengan murah dan efektif. Antibiotik memiliki kelemahan yaitu mudah menimbulkan toksisitas dan residu (penumpukan). penggunaan antibiotik yang salah dapat menyebabkan resistensi. Hal ini karena minimnya pengetahuan tentang obat antibiotik. Tingkat resistensi mikroba berhubungan erat dengan kuantitas penggunaan antibiotik (Juwita et al. 2017). Salah satu yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadi resistensi bakteri yaitu penggunaan dari produk alami alginat Sargasum sp. sebagai antibakteri. Sargassum sp. memiliki kandungan senyawa seperti Magnesium(Mg), Natrium(Na) dan Besi (Fe), Fenol dan Iodin (I). Senyawa Natrium (Na) ini digunakan sebagai penstabil atau pembentuk gel dalam suatu industri pangan maupun non pangan (Pamungkas et al. 2013). Sargassum sp. memiliki komposisi agar alginat keragenan. Rumput laut Sargassum sp. memiliki kandungan alginat yang tidak dimiliki oleh rumput laut lain (Gazali et al. 2018). Alginat Sargassum sp. memiliki aktivitas antibakteri. Beberapa senyawa antibakteri dari alginat yaitu fukoidan dan asam alginat (dari garam alginat ). Hasil menunjukkan bahwa Sargassum polycytum memiliki aktivitas antibakteri terhadap Vibrio harveyi (Riyanto et al. 2014). Aktifitas antibakteri alginat juga dipengaruhi oleh metode ekstraksi seperti stirrer dan aerasi. Alginat dengan metode stirrer memiliki potensi sebagai antibakteri sebesar. Metode lain seperti aerasi juga memiliki potensi besar namun, lebih besar stirrer (Gholamipoor et al. 2013). Beberapa metode tersebut diketahui memiliki pengaruh terhadap antibakteri karena stirrer dalam proses pengadukan tidak ada penambahan oksigen sedangkan aerasi dalam proses pengadukan ada penambahan buih oksigen dalam Sargassum sp. dapat mempengaruhi kualitas pada Sargassum sp. dan mempengaruhi bakteri yang terdapat pada bahan tersebut (Widjanarko et al. 2011). Sargassum sp. merupakan kelompok dari rumput laut coklat (Phaeophyceae).yang memiliki suatu antibakteri (Pakidi, 2016). Rendeman ekstrak alginat yang didapatkan dalam Sargassum sp. adalah 1,02% (Azizah et al. 2017). Oleh karena itu, alginat memiliki potensi sebagai antibakteri untuk bakteri Vibrio dan juga dipadukan dengan metode ekstraksi alginat yang berbeda akan mempengaruhi aktivitas antibakteri tersebut. Oleh karena itu, kegiatan Praktik Kerja Lapang(PKL) difokuskan untuk melihat aktivitas antibakteri dari alginat Sargassum sp. dengan metode ekstraksi yang berbeda terhadap bakteri patogen Vibrio pada tambak secara in vitro
| Kontributor | : Insafitri, S.T, M.Sc, Ph.D |
| Tanggal tercipta | : 2020-05-19 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-170341100038 |
| No Koleksi | : 170341100038 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-19134-170341100038-PKL_Sutiwi Agustin_170341100038_2020.pdf - 2093 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENERAPAN EKSTRAKSI INFORMASI SIMPLE TREE MATCHING (STM) PADA WEB CRAWLER BAHASA INDONESIA
- VARIASI EKSTRAKSI BIJI KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP AKTIFITAS ANTIOKSIDAN
- UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK KASAR DAGING Cerithidea cingulata ASAL EKOSISTEM MANGROVE PERAIRAN KLAMPIS
- AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JAMBU METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE L.) DAN KARAKTERISTIK SERBUK MINUMAN DAUN JAMBU METE DENGAN PENGARUH GULA DAN SUHU PENGERINGAN
- AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BAKTERI SIMBION KARANG LUNAK Lobophytum sp. DARI PULAU GILI LABAK SUMENEP TERHADAP BAKTERI Escherichia coli
Kembali ke Daftar 