Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2020-08-05 11:31:27 • 348 klik
TEKNIK PEMBUATAN DAN APLIKASI PESTISIDA NABATI TERHADAP TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN KETINDAN MALANG JAWA TIMUR
disusun oleh NIKMATUS SOLEHA
| Subyek: | PESTISIDA NABATI TOMAT |
| Kata Kunci: | PESTISIDA NABATI TOMAT |
[ Anotasi Abstrak ]
Bidang pertanian tidak pernah lepas dari hama dan penyakit yang menyerang tanaman produksi. Hama dan penyakit yang menyerang tanaman dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari hasil produksi petani. Hal ini dapat merugikan petani. Maka diperlukan adanya pengendalian hama untuk menurunkan populasi hama. Mula-mula manusia membunuh hama secara sederhana yaitu dengan cara fisik dan mekanik sebagai bentuk reaksi pertahanan alami manusia. Namun dengan semakin luasnya daerah pertanian dan pertambahannya penduduk dunia cara-cara sederhana tersebut tak mampu membendung peningkatan populasi dan keganasan hama. Berkembangnya ilmu dan teknologi, kemudian diikuti dengan pengembangan cara-cara pengendalian hama yang lebih efektif dibandingkan dengan metode fisik mekanik (Adiba 2015). Pengendalian Hama Terpadu (PHT) digunakan sebagai metode pengendalian hama yang efektif. Akan tetapi kebanyakan petani menggunakan pestisida untuk mengendalikan hama, karena dapat membasmi hama yang ada. Penggunaan pestisida dibidang pertanian sangat membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian. Pestisida sangat efektif digunakan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman. Penggunaan pestisida kimia dapat menimbulkan dampak positif serta dampak negatif. Pestisida dapat menimbulkan dampak negatif bila tidak dikelola dengan baik. Dampak negatif dari penggunaan pestisida yaitu keracunan, khususnya para petani yang sering atau intensif menggunakan pestisida (Adiba 2015). Adanya dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan sebagai bahan pembuatan pestisida. Pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari bahan-bahan alam yang memiliki daya racun terhadap serangga non target yang rendah. Penggunaan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan banyak dampak, diantaranya dampak kesehatan bagi manusia yaitu meningkatnya risiko keguguran, kemandulan dan pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Paparan pestisida pada anak, dapat menurunkan stamina tubuh, menurunkan tingkat kecerdasan dan konsentrasinya. Racun kimia yang terbuat dari klorine dapat menyebabkan kanker payudara (Silowati 2015). Pentingnya pengembangan pestisida nabati memiliki beberapa kelebihan antara lain ramah lingkungan, murah dan mudah didapat, tidak meracuni tanaman, tidak menimbulkan resistensi hama, mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman, kompatibel digabung dengan pengendalian lain dan menghasilkan produk pertanian yang bebas residu pestisida. Walaupun demikian, pestisida nabati juga memiliki beberapa kelemahan yaitu : daya kerjanya relatif lambat, tidak membunuh hama target secara langsung, tidak tahan terhadap sinar matahari, kurang praktis, tidak tahan lama disimpan dan kadang-kadang harus disemprot berulang-ulang (Irfan 2016). Tomat merupakan tanaman sayur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Tomat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan masakan, bahan baku industri dan juga untuk dimakan dalam keadaan segar (Diki, Elis dan Zulfahri 2013). Buah tomat juga mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung antara lain mineral, air serta berbagai vitamin seperti vitamin C, vitamin Aserta vitamin B1 (Damanhuri et al. 2016). Dalam rangka memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai teknik pembuatan pestisida nabati dan pengaplikasiannya pada tanaman tomat, maka dilakukan Praktik Kerja Lapang di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. BBPP Ketindan mempunyai tugas pokok melaksanakan dan mengembangkan pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian. BBPP Ketindan diharapkan mampu menjawab tantangan di era Globalisasi untuk meningkatkan kualitas SDM Pertanian yang tangguh serta profesional.
| Kontributor | : Nurholis, S.P., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2020-07-21 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-170311100051 |
| No Koleksi | : 170311100051 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-19157-170311100051-PKL_Nikmatus Soleha_170311100051_BBPP KETINDAN_TOMAT.pdf - 787 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Pengaruh Pemberian Konsentrasi Atonik Dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat ( Lycopersicum esculentum Mill )
- Implementasi Protokol Consumer Electronic Bus (CEBus) dalam Jaringan Ethernet
- Regression Metamodeling for the Design of Automated Manufacturing System Composed of Parallel Machines Sharing aMaterial Handling Resource
- Implementasi Protokol Consumer Electronic Bus (CEBus) dalam Jaringan Ethernet
- Regression Metamodeling for the Design of Automated Manufacturing System Composed of Parallel Machines Sharing aMaterial Handling Resource
Kembali ke Daftar 