Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2020-08-13 14:24:58 • 554 klik
PEMETAAN BATIMETRI DI PERAIRAN PULAU WEH SABANG
disusun oleh ISNAINI FITRIAWATI
| Subyek: | PEMETAAN BATIMETRI PERAIRAN PULAU |
| Kata Kunci: | PEMETAAN BATIMETRI PERAIRAN PULAU |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia dengan julukan negara archipelago termasuk negara dengan kepulauan terbesar didunia yang memiliki 17.504 pulau besar maupun kecil. Potensi ekonomi pada sektor pariwisata Indonesia memiliki estimasi pendapatan sekitar US$54.3 miliar per tahunnya (Lasabuda 2013). Pulau-pulau di Indonesia memiliki daya Tarik tersendiri dengan ciri khas pulau itu sendiri, salah satunya yaitu Pulau Weh. Pulau Weh dikenal karena kota Sabang terletak di Provinsi Aceh, merupakan pulau paling ujung di Barat Indonesia. Pulau ini salah satu destinasi wisata bahari di Indonesia yang terletak di 05°50’ - 05°54’ LU dan 95°14’ - 95°17’ BT dengan luas sebesar 153 km² dengan keanekaraman hayati yang sangat beragam (Ashura et al. 2016). Menurut Deo (2007), kondisi suatu perairan yaitu suatu hal yang sangat penting untuk suatu pemanfaatan ruang. Menurut Catherinna et al (2015) untuk bisa mengetahui kadalaman suatu laut dan morfologinya maka membutuhkan suatu informasi atau harus mengetahui kedalaman laut (batimetri) di perairan Selat Sunda sehingga harus dilakukan sebuah survei yaitu survei batimetri. Survei batimetri menggambarkan dasar dari perairan, yang berawal dari pengukuran, pengolahan sampai visusalisasi. Menurut Arief (2012), Pemetaan merupakan gambaran dari suatu wilayah baik kondisi maupun potensinya dengan bantuan beberapa metode tertentu sehingga output datanya berupa softcopy maupun hardcopy (peta) yang berbentuk raster maupun verktor. Peta batimetri merupakan peta yang umumnya dipakai agar kedalaman perairan diketahui dan topografi dasar laut, dengan peta tersebut kita dapat membentuk suatu kontur ataupun bentuk 3 dimensi dari dasar laut tersebut. Oleh karena itu, pembuatan peta batimetri dapat dijadikan salah satu informasi mengenai kedalaman atau bentuk topografi dasar laut. Adanya peta batimetri yang dijadikan salah satu informasi penulis, pengunjung serta masyarakat disekitar Pulau Weh dapat mengetahui lokasi atau daerah yang bisa dijadikan kegiatan wisata dangkal seperti berenang, snorkeling, mancing ataupun wisata bawah laut seperti menyelam di dasar laut (Ashura et al. 2016).
| Kontributor | : Ary Giri Dwi Kartika, S.Kel, MT |
| Tanggal tercipta | : 2020-05-18 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-170341100072 |
| No Koleksi | : 170341100072 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-19635-170341100072-ISNAINI FITRIAWATI_170341100072_ILMU KELAUTAN_LAPORAN PKL.pdf - 4068 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- MODEL PENDUGAAN KEDALAMAN PERAIRAN PULAU TABUHAN BANYUWANGI MEMANFAATKAN DATA CITRA SATELIT QUICKBIRD
- KAJIAN KANDUNGAN KLOROFIL-a DI PERAIRAN GILI RAJE SUMENEP MADURA
- STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA DI PERAIRAN PULAU GILI RAJEH KABUPATEN SUMENEP
- PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN BATIMETRI MENGGUNAKAN ALAT FISH FINDER GARMIN DAN FURUNO DI PERAIRAN PULAU GILI KETAPANG,KABUPATEN PROBOLINGGO.
- PEMETAAN BATIMETRI UNTUK ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN CIREBON, JAWA BARAT
Kembali ke Daftar 