Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2020-08-31 10:04:38  •  514 klik

MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA PEMELIHARAAN UDANG VANNAMEI (Littopenaus vannamei) PADA KOLAM BULAT di UPT BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT BANGIL PASURUAN
disusun oleh WAHYU REHABDIAN RENGGA ARIWINATA

Subyek: MANAJEMEN PAKAN
UDANG VANNAMEI
Kata Kunci: MANAJEMEN PAKAN
UDANG VANNAMEI

[ Anotasi Abstrak ]

Udang merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan di Indonesia selain kepiting, cumi dan ikan. Semakin meningkatnya permintaan udang baik di pasar domestik maupun di pasar internasional semakin meningkatkan harga udang sehingga budidaya udang terus mengalami peningkatan. Udang juga memegang peranan penting dalam ekspor hasil perikanan Indonesia, yang dapat meningkatkan devisa negara. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumberdaya udang yang sangat besar yakni sekitar 78.800 ton per tahun (Subagyo dan Djarwanto, 2005). Udang saat ini masih menjadi penyumbang terbesar devisa yakni sekitar 70% dari seluruh nilai ekspor hasil perikanan. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor udang Indonesia mencapai US$ 1,13 miliar sepanjang Januari hingga Agustus 2016. Volume ekspor udang naik 6,84%, sedangkan nilai ekspor udang naik 3,75%. Terdapat tiga jenis udang komoditas ekspor terunggul dari Indonesia yakni udang windu (Penaeus monodon), udang galah (Macrobrachium rosenbergii) serta udang vannamei (Litopenaeus vannamei) (Rahmania et al, 2018). Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah udang yang berasal dari kawasan sub tropis. Udang vannamei memiliki daya tahan yang cukup tinggi sehingga udang ini juga dapat dikembangkan di daerah tropis seperti Indonesia. Udang vannamei banyak dibudidayakan karena udang vannamei banyak mempunyai keunggulan diantaranya yaitu dapat tumbuh dengan cepat, mempunyai toleransi terhadap penurunan salinitas, tahan terhadap penyakit sehingga cocok untuk dibudidayakan di tambak. Salah satu kendala utama dalam budidaya udang yang sering dihadapi petambak adalah pakan (Rahmania et al, 2018). Pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam budidaya udang vannamei karena menyerap 60-70% dari total biaya operasional. Pemberian pakan yang sesuai kebutuhan akan memacu pertumbuhan dan perkembangan udang vannamei secara optimal sehingga produktivitasnya bisa ditingkatkan. Pada prinsipnya semakin padat penebaran benih udang, maka ketersediaan pakan alami semakin sedikit dan ketergantungan pada pakan buatan semakin meningkat. Pemberian pakan buatan didasarkan pada sifat dan tingkah laku makan udang vannamei. Udang vannamei mempunyai sifat mencari makan pada siang hari dan malam hari (diurnal dan nokturnal) dan sangat rakus. Sifat tersebut perlu untuk diketahui karena berkaitan dengan jumlah pakan dan frekuensi pemberian pakan yang akan diberikan. Pemberian pakan buatan berbentuk pelet dapat mulai dilakukan sejak benur ditebar hingga udang siap panen. Ukuran dan jumlah pakan yang diberikan harus dilakukan secara cermat dan tepat sehingga udang tidak mengalami kekurangan pakan (underfeeding) atau kelebihan pakan (overfeeding). Pemberian pakan dalam jumlah yang tepat dapat membuat udang tumbuh dan berkembang ke ukuran yang maksimal. Jumlah pakan harus disesuaikan dengan total biomassa udang (Nuhman, 2009).

Kontributor: Prof. Dr. Ir. M. Zainuri, M.Sc
Tanggal tercipta: 2020-06-02
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170351100031
No Koleksi: 170351100031


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-19818-170351100031-LAPORAN PKL LENGKAP WAHYU REHABDIAN RENGGA ARIWINATA_170351100031.pdf - 2771 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar