Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2020-09-28 14:12:50  •  750 klik

TEKNIK PEMELIHARAAN PADA BUDIDAYA JAMBU BIJI PINK GUAVA (Psidium guajava L.) DI PT. KUSUMA DINASASRI WISATAJAYA BATU MALANG JAWA TIMUR
disusun oleh Rizkyawan Sandika Bayu

Subyek: BUDIDAYA
JAMBU BIJI
PINK GUAVA
Kata Kunci: BUDIDAYA
JAMBU BIJI
PINK GUAVA

[ Anotasi Abstrak ]

Jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tanaman produk hortikultura yang tergolong tanaman bukan asli dari Indonesia. Tanaman ini pertama kali ditemukan di Amerika Tengah dan telah menyebar di beberapa Negara seperti Thailand, Taiwan, Jepang, Malaysia, Australia, dan Indonesia. Hingga saat ini di Indonesia jambu biji telah banyak dibudidayakan dan menyebar di daerah-daerah Jawa (Winarso, 2009). Buah jambu biji mempunyai banyak kandungan gizi seperti kalsium, mineral, fosfor, zat besi dan protein serta memiliki beberapa vitamin yang banyak diperlukan tubuh seperti vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B6. Hasil penelitian ahli gizi Indonesia Samuel Oetro memperlihatkan bahwa jambu biji mengandung vitamin C empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan buah jeruk yang selama ini diidentifikasikan sebagai sumber vitamin C yang bermafaat sebagai antioksidan dan meningkatkan system kekebalan tubuh (Wayan, 2013). Kandungan dalam 100 g buah jambu biji masak mengandung 87,00 mg vitamin C dan 86,00 mg air. Kandungan vitamin dan mineral baik bagi tubuh. Kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi buah menjadikan permintaan jambu biji meningkat. Disamping itu, adanya kebijakan pemerintah tentang pembatasan import buah yang diatur dalam peraturan Mentri Perdagangan Nomor 60 tahun 2012 tentang ketentuan import produk hortikultura. Hal tersebut menyebabkan permintaan buah lokal semakin meningkat (Zaubin, 2002). Budidaya jambu biji di Indonesia baru mempunyai total luas lahan berkisar 14.203 ha dengan produksi 937,412 ton/tahun (BPS, 2012). Tanaman jambu biji sangat mudah dibudidayakan, sehingga dengan cepat berkembang di berbagai tempat. Mudahnya membudidayakan tanaman jambu biji dapat menjadi alternatif budidaya dalam memanfaatkan lahan pekarangan, sebagaimana sedang digiatkan oleh Kementrian Pertanian melaui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KPRL), sehingga dari lahan pekarangan dapat memberikan sumbangsih bagi penghasilan keluarga petani. Salah satu penyebab lambatnya perkembangan budidaya jambu biji berdaging merah ialah tidak tersedianya bibit unggul dengan kondisi baik. Selain itu, perawatan atau pemeliharaan yang tidak maksimal sehingga menghasilkan tanaman yang produktifitasnya rendah. Faktor pemeliharaan yang mepengaruhi produksi salah satunya adalah pengairan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama penyakit dan lain sebagainya. Jambu pink guava merupakan persilangan jambu merah getas dengan jambu lokal yang menghasilkan jambu dengan daging buah berwarna merah muda. Jambu biji jenis ini memiliki potensi potensi pasar yang cukup besar apabila dipelajari lebih dalam mengenai keunggulan dan manfaat serta budidaya dan perawatannya agar hasil produksi yang dicapai dapat optimal. Untuk meningkatkan hasil produksi dapat dilakukan dengan cara pemeliharaan yang meliputi pengairan, pemupukan, pemangkasan, penjarangan buah dan pengendalian hama penyakit.

Kontributor: Ir.Achmad Djunaedy,M.P
Tanggal tercipta: 2020-05-05
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-1703111100066
No Koleksi: 1703111100066


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-19876-1703111100066-PKL BAYU.pdf - 827 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar