Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2021-01-14 09:53:10 • 242 klik
MESIN DAN PERALATAN PADA PENGOLAHAN TEH (Camellia sinensis) DI PTPN XII SIRAH KENCONG WILINGI BLITAR
disusun oleh Doni Darmawan
| Subyek: | MESIN DAN PERALATAN PENGOLAHAN TEH |
| Kata Kunci: | MESIN DAN PERALATAN PENGOLAHAN TEH |
[ Anotasi Abstrak ]
Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Teh dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh (Camellia sinensis). Berdasarkan proses pengolahannya, teh dibagi menjadi 3 jenis yaitu teh hijau, teh oolong dan teh hitam. Teh hijau dibuat dengan cara menginaktifasi enzim oksidase/fenolase yang ada pada pucuk daun teh, dengan cara pemanasan atau penguapan menggunakan uap panas. Teh hitam dibuat dengan cara mengoksidasi enzimatis terhadap kandungan katekin teh. Teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan daun, dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi. Indonesia memiliki perkebunan teh yang cukup luas. Tanaman teh yang tumbuh di Indonesia sebagian besar merupakan varietas Assamica yang berasal dari India. Tanaman teh yang tumbuh di Jepang dan Cina merupakan varietas Sinensis. Teh varietas Assamica memiliki kelebihan dalam hal kandungan katekinnya yang lebih besar (Insanu et al. 2017). Menurut Badan Pusat Statistik (2017) Pada tahun 2013 total volume ekspor mengalami kenaikan total volume sebesar 1,10 persen dengan total volume ekspor sebesar 70.842 ton dan nilainya mencapai US$ 157,5 juta. Tahun 2014 Volume ekspor teh juga mengalami penurunan sebesar 6,27 persen yaitu dengan total volume ekspor sebanyak 66.399 ton dengan nilai sebesar US$ 134,6 juta . Setelah tahun 2014 mengalami penurunan volume ekspor teh, tahun 2015 juga terjadi penurunan volume ekspor teh sebesar 6,75 persen atau total ekspor sebanyak 61.915 ton dengan nilai sebesar US$ 126,1 juta. Kondisi pada tahun 2016 belum membaik dengan penurunan volume ekspor sebesar 17,11 persen yaitu dengan total ekspor sebanyak 51.319 ton den-gan nilai sebesar US$ 113,1 juta. Beruntung, pada tahun 2017 terjadi kenaikan volume ekspor teh sebesar 5,60 persen atau total ekspor sebanyak 54.195 ton dengan nilai sebesar US$ 114,2 juta. Selama periode tahun 2013-2017, teh Indonesia yang diekspor sebagian besar dalam bentuk teh hitam sekitar 80 persen. Tercatat Pada tahun 2017 volume ekspor teh hitam mencapai 43.338 ton atau 79,97 persen terhadap total volume ekspor teh dengan nilai ekspor sebesar US$ 81,1 juta
| Kontributor | : Rakhmawati, S.TP., MT |
| Tanggal tercipta | : 2020-12-16 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-170331100044 |
| No Koleksi | : 170331100044 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-20061-170331100044-Doni Darmawan_170331100044_Laporan PKL.pdf - 2044 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- PENGENDALIAN MUTU DAN SANITASI INDUSTRI PADA PENGOLAHAN TEH (Camellia Sinensis) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII KEBUN BANTARAN AFDELING SIRAH KENCONG, BLITAR
- MESIN DAN PERALATAN PADA PENGOLAHAN TEH (Camellia sinensis) DI PTPN XII SIRAH KENCONG WILINGI BLITAR
- MAINTENANCE MESIN DAN PERALATAN DI KOPERASI KARYAWAN REDRYING BOJONEGORO (KAREB)
- MAINTENANCE MESIN DAN PERALATAN PADA PROSES REDRYING TEMBAKAU DI PT MANGLI DJAYA RAYA JEMBER
Kembali ke Daftar 