Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2021-01-18 14:05:16 • 476 klik
PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN PEMETAAN BATIMETRI DI TELUK SAMPIT
disusun oleh Moh. Bagus Pamungkas
| Subyek: | GARIS PANTAI PEMETAAN BATIMETRI |
| Kata Kunci: | GARIS PANTAI PEMETAAN BATIMETRI |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia merupakan negara maritim yang berarti memiliki pulau yang banyak dan dikelilingi oleh laut. Indonesia memiliki letak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia dan diapit oleh dua Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Indonesia mempunyai 17.504 buah pulau dan memiliki panjang garis pantai sejauh 81.000 km dan total luas wilayah laut Indonesia seluas 7,81 juta km2 (Ridwan,2013). Luasnya perairan di Indonesia membuat ide untuk melakukan penelitian tentang laut seperti perubahan garis pantai, kedalaman dari laut tersebut atau pun dengan penelitian geologi lainnya.. Teluk Sampit adalah teluk yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya di Kota Sampit. Teluk Sampit merupakan daerah yang cukup strategis dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Potensi dari daerah Teluk Sampit yaitu daerah ini sering dijadikan alur transportasi pelayaran oleh kapal - kapal yang melintasi. Teluk Sampit merupakan tempat yang sangat sering digunakan oleh kapal - kapal besar untuk lego jangkar untuk menunggu memasuki pelabuhan yang ada di Sampit. Kapal – kapal yang melewati teluk sampit sangat bermacam – macam dari kapal untuk berdagang hinggal kapal feri dan kapal tongkang yang membawa suatu hasil batu bara yang ada di daerah sekitar teluk sampit itu sendiri (Wayan et.al 2009). Garis pantai merupakan batas pertemuan antara daratan dengan bagian laut saat terjadi air laut pasang tertinggi. Garis ini bisa berubah karena beberapa hal seperti abrasi dan sedimentasi yang terjadi di pantai. Pengikisan ini akan menyebabkan berkurangnya area daratan, sehingga menyebabkan berubahnya garis pantai, sedangkan akresi adalah menambahnya suatu daratan. Teluk Sampit merupakan teluk yang cukup terkenal dengan abrasi yang besar pada Ujung Pandaran. Batimetri adalah ilmu yang mempelajari tentang kedalaman dan dan kontur pada dasar perairan.Kedalaman batimetri pada Teluk Sampit berkisar antara 1 – 18 meter kedalam. Kedalaman yang dalam ini dimanfaatkan untuk digunakan sebagai alur pelayaran kapal besar (Elok et.al 2015)
| Kontributor | : Dr. Zainul Hidayah, S.Pi, M.App.Sc |
| Tanggal tercipta | : 2020-10-09 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-170341100060 |
| No Koleksi | : 170341100060 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-20065-170341100060-Laporan PKL5.pdf - 3414 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH PARAMETER FISIK OSEANOGRAFI TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PERAIRAN SIDOARJO-PASURUAN TAHUN 2002-2017
- ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN PENGGUNAAN LAHAN PESISIR KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 1989-2017
- ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR KECAMATAN PACITAN TAHUN 2013-2017
- PENGARUH TRANSPORT SEDIMEN TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PANTAI UTARA KABUPATEN BANGKALAN
- Pemetaan Garis Pantai Berdasarkan Identifikasi Karakteristik Sedimen Dasar dan Hidrooseanografi Studi Kasus Pesisir Gresik Utara
Kembali ke Daftar 