Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2021-07-05 11:35:47 • 1513 klik
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa) DENGAN PERUNDUKAN DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU
disusun oleh BADRIYAH
| Subyek: | STROBERI PERUNDUKAN P4S |
| Kata Kunci: | STROBERI PERUNDUKAN P4S |
[ Anotasi Abstrak ]
Praktik kerja lapangan atau PKL adalah kegiatan mahasiswa yang dilaksanakan di instansi, lembaga atau perusahaan baik negeri maupun swasta dalam jangka waktu tertentu, atau berupa kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing program studi di fakultas pertanian. Kegiatan PKL dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait dengan teori dan pengetahuan yang diterimanya di dalam perkuliahan dengan kenyataan atau penerapan di lapang industry. Hasil kegiatan tersebut selanjutnya di susun menjadi karya tulis ilmiah berupa laporan praktik kerja lapang (Arisandi et al., 2015). Praktik Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan selama 1 bulan dimulai pada tanggal 18 Januari 2021 sampai dengan 19 Februari 2021 bertempat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Arboretum Farm, Dusun Jurangkuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Arboretum Farm banyak membudidaya tanaman dataran tinggi seperti sawi putih, kubis, kentang, strawberry, tomat, wortel, brokoli, dan bawang prei. Selain itu, ada tanaman florikultura (tanaman hias). Tanaman stroberi merupakan tanaman dengan nama latin Fragaria x ananassa Duschesne. Merupakan salah satu tanaman dari divisi Spermatophyta, subdivisi Angiospermae, kelas Dicotyledonae, ordo Rosales, famili Rosaceae, genus Fragaria (Rukmana, 1998). Stroberi merupakan jenis buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, harga buah stroberi realtif stabil, grade A sekitar Rp. 30.000,-/kg untuk produk konvensional dan Rp. 70.000,-/kg untuk produk hidroponik. Harga buah stroberi juga dipengaruhi oleh kultivar, buah stroberi ‘California’ dihargai Rp. 67.000,-/kg, sedangkan buah stroberi kultivar lain seharga Rp. 20.000,- hingga Rp. 30.000,-/kg. Selain itu stroberi mempunyai banyak manfaat diantaranya mencegah katarak, mencegah sembelit, mengurangi resiko kanker, meningkatkan fungsi otak dan memudarkan warna kuning pada gigi. Untuk pemakaian luar, stroberi bermanfaat mengatasi kulit terbakar sinar matahari, luka di kulit bisul, infeksi dan luka gigitan serangga. Konsumsi buah stroberi sebanyak 8 buah atau 50 kalori setiap hari, dapat meningkatkan kadar fosfat dalam darah, menurunkan tekanan sistolik darah, membantu meningkatkan fungsi ingatan dan mengatasi peradangan sendi atau reumatik (Astuti et al., 2015). Stroberi disukai banyak orang karena warnanya yang menarik dan rasanya yang segar. Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi pertanian yang semakin maju, kini stoberi mendapatkan perhatian pengembangannya di daerah beriklim tropis termasuk Indonesia (Oktarina et al., 2017). Faktor yang sangat penting dalam budidaya stroberi adalah suhu, panjang hari dan suplai air. Tanaman stroberi dapat tumbuh baik pada suhu 17-20 ºC, dengan lama penyinaran 8-10 jam dengan suplai air dan hara yang cukup (Susanto et al., 2010). Tanaman stroberi diperbanyak melalui perbanyakan generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif yaitu melalui biji, namun perbanyakan dengan biji jarang dilakukan karena memerlukan waktu cukup lama sehingga untuk pertumbuhannya diperlukan waktu yang lama pula. Perbanyakan secara vegetatif pada tanaman stroberi dilakukan dengan pemisahan rumpun tanaman induk (anakan) dan stolon (Ni’matillah et al., 2014). Perundukan adalah suatu cara perbanyakan vegetatif tanaman dengan membiarkan suatu bagian tanaman menumbuhkan akar sewaktu bagian tersebut masih tersambung dengan tanaman induk. Penggunaan naungan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan stroberi. Pemberian naungan dapat menurunkan suhu udara dan meningkatkan kelembaban. Naungan merupakan bahan atau tanaman penghalang sinar matahari yang berfungsi untuk menurunkan sinar matahari dan pengendali gulma. Tanaman naungan yang digunakan pada perkebunan misalnya lamtoro, pisang, kelapa, jati, sengon dan lain-lain. Naungan buatan merupakan naungan yang terbuat dari bahan plastik dikenal dengan nama paranet. Paranet digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya yang diterima tanaman, juga untuk mengurangi suhu udara disekitar tanaman (Kesumawati et al., 2012). Stroberi atau strawberry dalam bahasa Inggris, merupakan salah satu komoditi buah-buahan yang penting di dunia, terutama untuk negara-negara beriklim subtropis. Permintaan konsumen terhadap buah stroberi cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Daya serap pasar yang semakin tinggi mencerminkan bahwa agribisnis stroberi mempunyai prospek cerah di masa depan. Di negara-negara yang beriklim subtropis pengembangan usahatani stroberi dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan utama petani. Pola dan sistem pengembangan budidaya stroberi telah dipadukan dengan sektor pariwisata, yaitu menciptakan kebun agrowisata (Wuner, 2015). Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin hari semakin meningkat, beberapa alternatif teknik budidaya dapat dilakukan terhadap tanaman stroberi, dengan harapan, produksi yang dihasilkan optimal, baik kualitas maupun kuantitas. Cara yang dilakukan antara lain dengan sistem penanaman, teknik budidaya yang tepat, dan penggunaan varietas yang mempunyai sifat unggul (Mappanganro et al., 2010)
| Kontributor | : Dr. Ir. Eko Murnianto, MP |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-27 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180311100006 |
| No Koleksi | : 180311100006 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-20846-180311100006-BADRIYAH_180311100006_LAPORAN PKL.pdf - 1220 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- TEKNIK PEWIWILAN DAN PENYIANGAN TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) DI PT. KUSUMA DINASASRI WISATAJAYA, BATU
- PENGARUH INTENSITAS PENYEMPROTAN HORMON AUKSIN DAN GIBERELIN PADA PERTUMBUHAN TANAMAN STROBERI ( Fragaria x ananassa ) DI BALAI PENELITIAN TANAMAN JERUK DAN BUAH SUBTROPIKA (BALITJESTRO)
- TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa) DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI, BATU
- TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa) DENGAN PERUNDUKAN DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU
- INVENTARISASI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI BATU
Kembali ke Daftar 