Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Selasa , 03 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2021-07-19 06:32:30  •  383 klik

METODE PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP JARING INSANG DASAR(BOTTOM GILLNET) DI INSTALASI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (IPPP) KECAMATAN PAITON KABUPATEN PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR
disusun oleh Suntari

Subyek: ALAT TANGKAP
JARING INSANG DASAR
BOTTOM GILLNET
Kata Kunci: ALAT TANGKAP
JARING INSANG DASAR
BOTTOM GILLNET

[ Anotasi Abstrak ]

Laut Indonesia mempunyai perairan yang unik dan membutuhkan sistem pengelolaan yang efisien, begitu pula kondisi ini berpengaruh terhadap penggunaan alat tangkap dan teknologi penangkapan ikan. wilayah perairan kota Probolinggo memiliki garis pantai sepanjang 7 km dan wilayah perairan sepanjang 20 km. Wilayah perairan kota Probolinggo terletak di selat Madura yang merupakan daerah penangkapan dominan bagi nelayan serta berhubungan langsung dengan laut Jawa. Penangkapan ikan merupakan kegiatan untuk memperoleh ikan tidak dalam dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, menangani, mengolah dan mengawetkannya (Pintubatu et al., 2020). Jaring insang merupakan salah satu jenis alat tangkap ikan dari bahan jaring yang bentuknya empat persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang sama besar, jumlah mata jaring ke arah panjang jauh lebih banyak dari pada jumlah mata jaring ke arah vertikal, pada bagian atas dilengkapi pelampung dan dibawah dilengkapi beberapa pemberat sehingga memungkinkan jaring bisa dipasang di daerah penagkapan dalam keadaan tegak (Khikmawati et al., 2017). Jaring insang merupakan salah satu alat tangkap yang selektif terhadap ukuran dan jenis ikan dimana ukuran mata jaring (mesh size) bisa diperkirakan sesuai dengan ukuran ikan yang akan ditangkap. Pada prinsipnya, cara penangkapan ikan dengan jaring insang ini adalah menghadang ikan yang sedag beruaya, sehingga ikan akan menabrak jaring dan terjerat pada mata jaring (gilled) ataupun terpuntal pada tubuh jaring (entangled). Jaring insang dasar (bottom gillnet), yaitu alat penangkap ikan yang terbuat dari bahan jaring, berbentuk persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang sama, dioperasikan pada bagian dasar perairan dengan sasaran penangkapan ikan adalah ikan demersal. Jaring isang dasar (bottom gillnet) diklasifikasikan ke dalam kelompok jaring insang (gillnet) 14 (Kholis et al., 2018). Banyaknya kapal yang beroperasi di pelabuhan Paiton memungkinkan berpengaruh terhadap distribusi populasi ikan kedepannya. Untuk itu, perlu diadakan pengetahuan terkait kontruksi, metode penangkapan menggunakan gill net dengan baik agar kedepannya bisa menjadi sumberdaya yang berkelanjutan. Berdasarkan latar belakang terebut, maka dari itu penulis mengambil judul “Metode Pengoperasian Alat Tangkap Jaring Insang Dasar(Bottom Gillnet) Di Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP) Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur”.

Kontributor: Dr. akhmad farid, S.P., MT
Tanggal tercipta: 2021-06-23
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180351100053
No Koleksi: 180351100053


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-20911-180351100053-HASIL REVISI LAPORAN PKL_SUNTARI_180351100053_FIX.pdf - 2233 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-KP-20911-180351100053-LAPORAN PKL SUNTARI_180351100053.pdf - 2338 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar