Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2021-07-29 10:53:31  •  408 klik

KUALITAS AIR MEDIA KULTUR Spirulina sp. SKALA LABORATORIUM DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA
disusun oleh LAVITA DWI ANGGRIANI

Subyek: KUALITAS AIR
KULTUR Spirulina
BUDIDAYA AIR PAYAU
Kata Kunci: KUALITAS AIR
KULTUR Spirulina
BUDIDAYA AIR PAYAU

[ Anotasi Abstrak ]

Perkembangan dan kemajuan budidaya perikanan di Indonesia yang semakin meningkat tidak terlepas dengan ketersediaan pakan. Pakan ikan merupakan faktor penting dalam budidaya perikanan. Penggunaan pakan alami dalam budidaya perikanan mampu menekan biaya produksi. Pakan alami memiliki sifat daya cerna yang baik, mudah didapatkan dan mudah dibudidayakan (Astiani et al., 2016). Pakan alami mampu dikembangbiakkan dalam waktu yang relatif cepat dan dalam budidaya pakan alami membutuhkan biaya yang relatif murah. Usaha yang digunakan untuk memperoleh pakan alami yang baik yaitu dengan melakukan kultur fitoplankton. Fitoplankton yang sering digunakan dalam budidaya perikanan salah satunya yaitu Spirulina sp. (Bangun et al., 2015). Spirulina sp. merupakan fitoplankton yang digunakan sebagai pakan alami larva udang dan ikan. Spirulina sp. termasuk dalam makhluk hidup autotrof yang berwarna hijau kebiruan yang berukuran mikroskopis. Spirulina sp. memiliki kandungan protein sebesar 63-68%, karbohidrat sebesar 18-20%, dan lemak sebesar 2-3%, dengan kandungan protein yang cukup tinggi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan oleh makhluk hidup baik manusia ataupun hewan (Hariyati, 2008). Spirulina sp. memiliki manfaat yang cukup besar dalam bidang perikanan, selain itu juga dimanfaatkan dalam berbagai olahan misalnya diolah menjadi obat-obatan, kosmetik dan sebagai pewarna makanan. Kultur Spirulina sp. dapat dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara, dengan beberapa metode diantaranya skala laboratorium, skala semi masal dan skala masal. Kualitas air kultur skala laboratorium memiliki nilai yang lebih terkontrol dibandingkan dengan skala semi masal dan skala masal, karena kultur skala laboratorium dilakukan di dalam ruangan tertutup sehingga perubahan lingkungan dapat dikendalikan dengan 2 bantuan Air Conditioner (AC) untuk mengontrol suhu dalam ruangan. Faktor utama dalam kultur Spirulina sp. yaitu kualitas air media kultur, dimana kualitas air media menentukan keberhasilan pertumbuhan dari Spirulina sp. Parameter kualitas air yang diukur dalam kultur Spirulina sp. skala laboratorium di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau yaitu suhu, pH dan salinitas (Buwono dan Nurhasanah, 2018).

Kontributor: Haryo Triajie, S.Pi., M.Si
Tanggal tercipta: 2021-07-01
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180351100059
No Koleksi: 180351100059


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-21234-180351100059-Lavita Dwi Anggriani 180351100059.pdf - 783 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar