Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » Tugas Akhir & Skripsi » Ekonomi Syariah
di-posting oleh 140721100042 pada 2021-08-05 20:50:56  •  315 klik

ANALISA PRAKTIK UTAMG PIUTANG UANG PETANI CENGKEH DI PULAU KARAMIAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
PRACTICE ANALYSIS OF MONEY RECEIVABLES OF CLOVE FARMERS IN KARAMIAN ISLAND IN ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE

disusun oleh YUSMAN RIANTO


Subyek: Utang Piutang
Petani Cengkeh
Ekonomi Islam
Kata Kunci: Utang Piutang
Petani Cengkeh
Ekonomi Islam

[ Anotasi Abstrak ]

Akhlak, akidah, ibadah, dan muamalah merupakan hubungan saling terikat, dimana aspek muamalah merupakan aturan main bagi manusia dalam menjalankan kehidupan sosial sekaligus merupakan dasar untuk membangun sistem perekonomian sesuai dengan nilai-nilai Islam. Syariat Islam memerintahkan umatnya supaya tolong-menolong. Hukum qardh mengikuti hukum taklifi, terkadang boleh, terkadang makruh, terkadang wajib, dan terkadang haram. Semua itu sesuai dengan cara mempraktikkannya karena hukum wasilah itu mengikuti hukum. Akad dalam qardh dasarnya adalah akad tolong-menolong. Tujuannya adalah meringankan beban orang lain dan tidak diperkenankan mengambil keuntungan dari akad tersebut. Kecamatan Masalembu adalah daerah kepulauan yang terbagi menjadi 3 (tiga) Pulau yaitu Masalembu, Masakambing dan Karamian. Dimana secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kecamatan Masalembu memiliki tiga pulau utama yaitu, Pulau Masalembu atau Kecamatan Masalembu. Pada praktik ini memiliki 2 (dua) cara yaitu secara langsung tunai dan secara berangsur dalam teknik pelunasan jangka panjang maupun pendek dengan adanya pengurangan 5%. Praktik utang-piutang uang Petani cengkeh yang terjadi di Pulau Karamian. Apabila ditinjau dalam perspektif ekonomi Islam, maka hal ini bisa dikatakan bentuk riba utang-piutang, baik itu riba yang termasuk riba qardh dan riba jahiliyah


Deskripsi Lain

Morals, aqidah, worship, and muamalah are interrelated relationships, where the muamalah aspect is the rule of the game for humans in carrying out social life as well as the basis for building an economic system in accordance with Islamic values. Islamic law commands its people to help each other. The law of qardh follows the law of taklifi, sometimes it is permissible, sometimes it is makruh, sometimes it is obligatory, and sometimes it is forbidden. All of that is in accordance with the way of practicing it because the law of wasilah follows the law. The contract in qardh is basically a mutual assistance contract. The goal is to lighten the burden of others and is not allowed to take advantage of the contract. Masalembu District is an archipelago which is divided into 3 (three) islands, namely Masalembu, Masakambing and Karamian. Where administratively belongs to Sumenep Regency, East Java. Masalembu District has three main islands, namely, Masalembu Island or Masalembu District. In this practice, there are 2 (two) ways, namely direct cash and gradually in long-term and short-term repayment techniques with a 5% reduction. The practice of debt-receiving money from clove farmers that occurred on Karamian Island. When viewed from the perspective of Islamic economics, this can be said to be a form of usury on debts, whether it is usury which includes usury qardh and usury jahiliyah.

Kontributor: DONY BURHAN NOOR HASAN, Lc., MA
Tanggal tercipta: 2021-07-17
Jenis(Tipe): Text
Bentuk(Format): pdf
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592
No Koleksi: 140721100042


Ketentuan (Rights) :
17-07-2021

 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-INDO INGGRIS.pdf - 142 KB
 File PDF  2. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-COVER[1].pdf - 529 KB
 File PDF  3. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-CHAPTER_1[1].pdf - 319 KB
 File PDF  4. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-CHAPTER_2[1].pdf - 397 KB
 File PDF  5. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-CHAPTER_3[1].pdf - 34 KB
 File PDF  6. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-CHAPTER_4[1].pdf - 467 KB
 File PDF  7. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-CONCLUSION[1].pdf - 277 KB
 File PDF  8. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-REFERENCE[1].pdf - 237 KB
 File PDF  9. TRUNOJOYO-Tugas Akhir-21592-APPENDICES[1].pdf - 380 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar