Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2021-09-23 08:44:31 • 756 klik
PENGUKURAN KADAR DETERGENT DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH USAHA PENCUCIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH KABUPATEN JOMBANG
disusun oleh EVIANY NUR YULIANTI
| Subyek: | DETERGENT CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) AIR LIMBAH PENCUCIAN MOTOR |
| Kata Kunci: | DETERGENT CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) AIR LIMBAH PENCUCIAN MOTOR |
[ Anotasi Abstrak ]
Air merupakan bahan alam yang diperlukan untuk kehidupan manusia, hewan dan tanaman yaitu sebagai media pengangkutan zat-zat makanan, juga merupakan sumber energi serta berbagai keperluan lainnya (Arsyad, 1989). Kualitas air merupakan karakteristik mutu yang diperlukan untuk pemanfaatan tertentu dari berbagai sumber air. Kriteria mutu air adalah suatu dasar baku mengenai syarat kualitas air yang dapat dimanfaatkan. Kualitas air dapat menjadi tolak ukur kebutuhan air pada biota perairan. Ada beberapa masalah utama yang dihadapi masyarakat berkaitan dengan sumber daya air yaitu kuantitas air yang sudah tidak memenuhi syarat untuk kebutuhan kehidupan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun dari tahun ke tahun serta berdampak buruk untuk tahun berikutnya. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, termasuk penurunan kualitas air. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi mahluk hidup yang bergantung pada sumber daya air (Effendi, 2003). Penurunan kualitas air tidak hanya diakibatkan oleh limbah industri, tetapi juga diakibatkan oleh limbah rumah tangga baik limbah cair maupun limbah padat (Lallanilla, 2013). Air limbah dari industri sebagian besar dibuang langsung ke saluran pembuangan tanpa pengelolaan terlebih dahulu, saluran pembuangan yang dimaksud yaitu sungai maupun badan air penerima lainnya yang berada dekat di sekitar industri. Hal ini menyebabkan limbah cair seringkali menjadi masalah bagi lingkungan sekitarnya karena minimnya pengetahuan para karyawan akan pentingnya kebersihan lingkungan yang akan berdampak buruk bagi masyarakat. Para karyawan industri berpikir bahwa mengolah limbah cair merupakan beban yang memberatkan. Melimpahnya limbah cair sebagai konsekuensi perkembangan industri yang meningkat, jika tidak ditangani secara tepat maka dikhawatirkan akan menyebabkan terganggunya kualitas lingkungan perairan di sekitar industri (Rossiana, 2006). Limbah cair industri yang dibuang ke sungai maupun ke badan air penerima dapat menimbulkan pencemaran yang parah karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi. Detergent merupakan bahan yang mempunyai sifat membersihkan sehingga dapat menghilangkan kotoran. Kemampuan detergent untuk menghilangkan berbagai kotoran yang menempel pada kain atau objek lain sudah tidak diragukan lagi. Menurut Ryadi (1984), detergent yang beredar di pasaran dapat dibedakan menjadi 3 tipe utama, yaitu anionik detergent, kationik detergent, dan non-ionik detergent. Air limbah yang dihasilkan oleh usaha pencucian mobil ini apabila langsung dibuang ke badan air atau saluran air akan menyebabkan pencemaran pada badan air yang dikarenakan oleh kandungan detergent atau surfaktan ionik dan minyak yang terkandung dalam air limbah pencucian mobil tersebut. Kandungan detergent atau surfaktan ionik dan minyak yang tinggi pada badan air akan menyebabkan penurunan kualitas badan air dan menimbulkan bau yang tak sedap, hal ini disebabkan oleh sifat detergent dan minyak yang sulit terurai sehingga menyebabkan penurunan self purification badan air tersebut (Panpanit, 2000). Kadar bahan organik yang terkandung dalam limbah cair dapat diukur dari nilai Chemical Oxygen Demand (COD). Chemical Oxygen Demand COD merupakan indikator pencemaran di badan air. Nilai COD akan mengalami peningkatan, jika terjadi peningkatan bahan organik di perairan. Analisa nilai COD menunjukkan keberadaan zat-zat organik yang secara ilmiah dapat dioksidasi melalui proses mikrobiologis sehingga mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di perairan. Banyaknya zat organik yang tidak mengalami penguraian dalam air dapat ditentukan dengan nilai COD sendiri. Semakin rendah nilai COD dalam perairan menunjukkan bahwa kandungan bahan organik dalam air tersebut semakin sedikit, dan hal ini juga menunjukkan bahwa tingkat pencemaran yang terjadi diperairan rendah (Istirokhatun et al, 2017). UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup terletak di Jalan Presiden KH. Abdurrachman Wachid No. 132, Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur. Laboratorium ini digunakan untuk menganalisis kualitas air dengan berbagai sampel seperti air limbah, air bersih dan air permukaan. Pengujian yang dilakukan oleh UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup mulai dari pengukuran pH, suhu, Dissolved Oxygen , Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Total Dissolved Solids (TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), total coli, fecal coli, nitrat, detergent, fosfat dan masih banyak lagi pengujian yang ada di Laboratorium tersebut. Laboratorium ini menerima permintaan berbagai industri untuk melakukan pengujian air limbah dari industrinya yang kemudian hasilnya akan dikirim kembali ke industri tersebut.
| Kontributor | : Haryo Triajie, S.Pi., M. Si |
| Tanggal tercipta | : 2021-07-29 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180351100077 |
| No Koleksi | : 180351100077 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-22382-180351100077-LAPORAN PKL EVIANY.pdf - 742 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Kontrol Dan Monitoring Pengolahan Air Limbah Cairan Deterjen Dengan Menggunakan Mikrokontroller
- SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DAN INDUSTRITAHU DI DESA LEDOK KULON BOJONEGORO MENGGUNAKANPROSES AEROB ANAEROB
- PENGUKURAN KADAR DETERGENT DAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH USAHA PENCUCIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DAERAH KABUPATEN JOMBANG
- PENGUJIAN KADAR LOGAM BERAT CADMIUM (Cd) DAN COBALT (Co) PADA AIR LIMBAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MOJOKERTO
- PENGUJIAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MOJOKERTO
Kembali ke Daftar 