Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2021-12-17 14:52:58 • 770 klik
PROSES PRODUKSI IKAN TERI NASI EKSPOR DI PT. MARINAL INDOPRIMA KAPEDI KABUPATEN SUMENEP
disusun oleh Issatun Istifa Adah
| Subyek: | PROSES PRODUKSI IKAN TERI NASI |
| Kata Kunci: | PROSES PRODUKSI IKAN TERI NASI |
[ Anotasi Abstrak ]
Salah satu komoditas ekspor yang memiliki potensi besar yaitu ikan teri nasi. Pemasaran ikan teri nasi ini bukan hanya di dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri. Volume ekspor ikan teri Indonesia pada tiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2005, volume ekspor ikan teri meningkat tajam menjadi 2.443 ton dengan nilai 16.287.284 dan tahun 2006 meningkat sebesar 5% menjadi 2.579 ton dengan nilai 16.437.255 US$. Rekapitulasi dari Departemen Perindustrian pada 2006, proporsi jumlah industri hasil laut terbanyak di Indonesia ada di provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 36,73% (Partiwi, 2007) dan khusus untuk industri teri nasi terdapat 26 perusahaan berlokasi di Jawa Timur. Ikan teri merupakan ikan yang memiliki kandungan kalsium yang berfungsi sebagai pencegah pengeroposan tulang yang tahan dan tidak mudah larut dalam air. Ikan kering adalah salah satu bentuk makanan olahan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Ikan teri kering banyak memiliki peminat dikarenakan memiliki keistimewaan selain mudah diperoleh dan diolah serta dikreasikan dengan makanan lainnya, tubuhnya yang kecil mudah dan praktis sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh berbagai kalangan (Sirait, 2019). Ikan teri segar memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia akan tetapi ikan teri juga memiliki kekurangan yaitu memiliki sifat mudah rusak (perishable food). Kekurangan ikan teri nasi ini memerlukan penanganan atau pengolahan yang baik dan tepat agar ikan teri nasi dapat dikonsumsi dan bertahan dalam kurun waktu tertentu. Pengolahan dan pengawetan ikan merupakan salah satu bagian penting bagi industri perikanan karena hampir 65% produk perikanan diolah dan diawetkan dengan cara penggaraman (Sirait, 2019). Pengolahan ikan teri nasi bisa dilakukan dengan pemberian garam atau pengasinan dirasa paling baik dan menjadi komoditas ekspor yang sedang dikembangkan karena dengan pengasinan ini dapat menghambat cepatnya proses pembusukan sekaligus dapat menjaga kandungan gizi pada ikan teri nasi agar dapat sampai ke tangan konsumen dengan mutu dan gizi yang tinggi (Juniangsih dan Ramli, 2013). Pengawetan ikan selanjutnya, setelah pemberian garam yaitu proses pengeringan ikan. Pengeringan ikan yang dilakukan oleh nelayan bersifat tradisional yaitu dengan menggunakan anyaman bambu dan memanfaatkan panas sinar matahari (Imbir et al., 2015). Pengolahan ikan teri nasi dapat dikatakan berhasil apabila kandungan gizi yang ada pada ikan teri nasi sesuai dengan mutu ikan. Pengolahan ikan teri nasi bertujuan untuk memperpanjang daya simpan ikan atau produk olahan ikan teri nasi agar dapat dikonsumsi lebih lama, karena pada dasarnya ikan teri nasi segar akan cepat sekali membusuk yang disebabkan oleh mikroba apabila dibiarkan dalam keadaan segar. Pengolahan yang baik dan benar akan menghasilkan produk olahan yang sesuai dengan baku mutu produk olahan tersebut. Oleh sebab itu, Praktik Kerja Lapang (PKL) dilakukan untuk mengetahui proses dan mekanisme tahapan produksi ikan teri nasi ekspor yang dilakukan di PT. Marinal Indoprima, Kapedi Kabupaten Sumenep.
| Kontributor | : Prof. Dr. Ir. Muhammad. Zainuri, M.Sc |
| Tanggal tercipta | : 2021-09-09 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180351100011 |
| No Koleksi | : 180351100011 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-22614-180351100011-ISSATUN ISTIFA ADAH 180351100011.pdf - 2312 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- SISTEM PENGADAAN BAHAN BAKU TERI NASI DI PT. MADURA PRIMA INTERNA KAPEDI BLUTO SUMENEP
- IDENTIFIKASI DAN UPAYA MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI LANTAI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS: PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK, GRESIK)
- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI OLAHAN JAGUNG DI DESA BENANGKAH KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PRODUK KERUPUK KEDELAI DI UD. SBY PRODUCTION LAMONGAN
Kembali ke Daftar 