Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Manajemen Sumberdaya Perairan
di-posting oleh imam pada 2021-12-28 10:14:56  •  733 klik

PENGUJIAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR LIMBAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MOJOKERTO
disusun oleh TIFANIA EKA ASVIHANA

Subyek: KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD)
AIR LIMBAH
Kata Kunci: KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD)
AIR LIMBAH

[ Anotasi Abstrak ]

Keberadaan air di bumi sangat banyak jumlahnya. Lebih dari 98% dari semua air terdapat di darat yang disebut dengan air laut, 2% yaitu air tersimpan di bawah permukaan tanah sebagai air dalam bahan jenuh kemudian kelembaban tanah yang merupakan perairan seperti sungai, danau dan reservoir yang memiliki persentase setengan dari 2%. Persentase air yang melimpah tersebut memiliki kegunaan sangat banyak yaitu bagi kehidupan manusia, tumbuhan maupun hewan di permukaan bumi (Rejekiningrum, 2009). Pemanfaatan air dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh yang paling berperan penting yaitu untuk memenuhi kebutuhan akan air di dalam tubuh manusia. Air pada tubuh manusia memiliki fungsi diantaranya sebagai zat pelarut, zat penyusun sel, katalisator pada proses enzimatis, pengatur suhu tubuh, pengisi ruang pada persendian serta berperan pada peredaran darah, ekskresi dari sisa metabolisme. Kebutuhan air di dalam tubuh manusia sangat besar yaitu 75% dalam tubuh manusia merupakan air dan 85% bagian otak manusia juga tersusun atas air sehingga apabila tubuh kekurangan air maka rawan mengalami dehidrasi. Air merupakan komponen penting untuk kelangsungan hidup manusia dan perlu adanya pengelolaan agar memenuhi kebutuhan tubuh dengan layak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (Birawan et al., 2011). Pemanfaatan air juga dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan air yang bersih dan bebas dari pencemar membahayakan. Pencemar yang memcemari perairan dapat berasal dari kegiatan manusia maupun faktor alamiah dari lingkungan perairan itu sendiri. Faktor alamiah lingkungan dapat disebabkan karena komposisi tanah yang telah tercemar, adanya pencemaran yang disebabkan oleh mikroorganisme maupun biota yang hidup diperairan tersebut, dan kurangnya daya resap tanah yang mengakibatkan beban pencemar yang masuk sulit diendapkan. Limbah yang berasal dari aktivitas manusia sebagian besar merupakan limbah hasil suatu kegiatan industri, peternakan, perikanan, dan kegiatan rumah tangga atau disebut dengan limbah domestik. Limbah yang berasal dari kegiatan tersebut akan meningkat sebanding dengan jumlah masyarakat yang bertambah (Hariyanto, 2014). Berdasarkan data Menteri Lingkungan Hidup limbah yang dihasilkan pertahunnya mencapai 1 juta ton limbah cair, 11 juta ton limbah B3, 308 ribu limbah padat, 352 limbah B3 yang berupa cair, dan 4 juta limbah lainnya. Limbah yang dihasilkan kegiatan masyarakat khusunya sampah berdasarkan data yang bersumber dari Sisitem informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) jumlah limbah yang dihasilkan pertahunnya mencapai 24 juta per tahun. Persentase sampah berdasarkan sumbernya memiliki nilai paling tinggi yaitu pada sampah rumah tangga dengan presentase mencapai 38,1% kemudian ada sampah yang berasal dari pasar tradisonal dengan persentase 21,4%, pusat perniagaan memiliki persentase 11,2%, fasilitas publik 9%, perkantoran 8%, kawasan 7,8%, dan sisanya yaitu sampah lain-lain, hal tersebut sebagai pendukung penambahan pencemaran air pada perairan akibat dari sampah yang langsung di buang di badan perairan. Mubin et al. (2016) mengatakan bahwa limbah domestik yang dihasilkan dari suatu kegiatan per orang dalam setiap harinya mencapai 120 liter. Limbah cair yang dihasilkan dari industri batik pada proses pewarnaan kain yaitu berasal dari zat warna, air bekas pencucian, dan pembilasan kain batik sebanyak 100-125 liter per kilogram batik (Apriyani, 2018). Limbah yang berasal dari kegiatan industri banyak dijumpai di daerah sekitar perkotaan dan berada dalam skala yang cukup besar. Wilayah perkotaan sebagai daerah dengan tingkat perkembangan perusahaan yang pesat dapat disimpulkan bahwa limbah yang dihasilkan dari sisa kegiatan di perusahaan juga melimpah. Jenis limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri tersebut dapat berupa padat maupun cair. Suryasa (2015) menjelaskan bahwa limbah padat sendiri merupakan limbah yang memiliki bentuk padatan dengan tekstur kasar dan halus. Limbah padat yang terdapat pada lingkungan perairan mampu tersuspensi, terlarut bahkan mengendap, adanya limbah berupa padat ini akan memberikan warna atau bau yang spesifik dari perairan tempat pembuangannya Limbah cair merupakan limbah hasil kegiatan yang berupa cairan mengandung berbagai senyawa organik alami dan sintetis. Limbah cair dapat dibedakan berdasarkan karakteristiknya yaitu warna keruh, bening, dan masih banyak lagi tergantung beban yang dibawanya. Limbah cair biasanya dibuang ke dalam perairan, namun dalam pembuangan air limbah perlu dilakukan proses pengelolaan terlebih dahulu guna menjaga kelestarian lingkungan perairan. Tujuan dari adanya pengelolaan air limbah yaitu untuk mengurangi kandungan pencemar air yang berasal dari hasil kegiatan sehingga air limbah dapat mencapai konsentrasi yang sederhana dan aman jika dibuang di lingkungan perairan. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan penurunan beban polutan organik berdasarkan strategi yang cocok diterapkan sesuai dengan jenis limbah. Pengelolaan juga dapat diterapkan dengan penggunaan teknologi yang sederhana dan mutahir. Air limbah yang mengalami pengelolaan dilakukan pengujian parameter kualitas air limbah sebagai faktor pendukung guna mengetahui seberapa besar tingkat beban pencemarannya (Yudo dan Nusa, 2017). Pengujian air limbah juga perlu dilakukan sebelum dibuang di perairan untuk menerapkan pengendalian terhadap air limbah salah satunya yaitu dengan pengujian COD. Peran pengujian COD pada lingkungan perairan yaitu untuk menduga adanya pencemaran yang diakibatkan oleh bahan organik yang masuk di dalam perairan serta pendugaan terkait penurunan oksigen terlarut akibat bahan organik (Andika et al., 2020). Nilai COD merupakan nilai ukuran terhadap pencemaran air oleh bahan organik yang secara alamiah akan mengoksidasi melalui proses biologis diperairan sehingga mampu mengetahui dampak yang diakibatkan adanya nilai COD tersebut. Kurnianti et al. (2020) mengatakan bahwa kandungan COD yang tinggi di perairan akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas air dan produktivitas pada sumberdaya perairan. Tingginya kadar COD pada air limbah menyebabkan kandungan oksigen didalamnyaair limbah tersebut miskin sehingga biota tidak mampu hidup pada air limbah (Andika et al., 2020). Perairan yang mengandung COD tinggi berpengaruh terhadap masyarakat sekitar perairan, dampak tersebut yaitu terganggunya kesehatan seperti gangguan pencernaan apabila mengkonsumsinya, efek gatal-gatal pada kulit ketika memanfaatkan perairan tercemar sebagai kebutuhan untuk mandi, dan lain sebagainya. Dampak lain yang disebabkan oleh tingginya nilai COD perairan selain mencemari air juga akan mencemari udara dan juga tanah sehingga diperluka pengujian perairan terutama perairan sasaran pembuangan air limbah sebelum dibuang ke perairan (Nurhalisa, 2017). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto merupakan sebuah lembaga pemerintahan yang bergerak pada bidang pengujian perairan yang terdiri dari: pengujian air permukaan, air bersih dan air minum, air limbah serta pengujian udara ambien, udara ruang, udara emisi bergerak, dan udara emisi tidak bergerak. DLH kota Mojokerto terletak di Kabupaten Mojokerto tepatnya di Jl. Pemuda No. 55B, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. DLH Kabupaten Mojokerto memilki sarana yang baik dan lengkap dalam melakukan pengujian terhadap air permukaan, air minum maupun air limbah sehingga sangat cocok digunakan sebagai tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) untuk mengetahui metode pengujian kualitas air khusunya parameter COD

Kontributor: AB.Chandra.M.Si
Tanggal tercipta: 2021-11-30
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180351100018
No Koleksi: 180351100018


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-22624-180351100018-180351100018_PKL.pdf - 1952 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar