Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agribisnis
di-posting oleh imam pada 2022-02-18 13:49:31  •  456 klik

MANAJAMEN AGRIBISNIS BUDIDAYA KOI (Cyprinus Carpio) DI PROKLAMATOR KOI FARM BLITAR
disusun oleh Devi Sauca Atma Sattwika; Ainun Najib; Fatmawati; Arief Krisbiantoro

Subyek: MANAJAMEN AGRIBISNIS
BUDIDAYA
IKAN KOI
Kata Kunci: MANAJAMEN AGRIBISNIS
BUDIDAYA
IKAN KOI

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia mempunyai perairan yang luas dan juga berpotensi besar untuk usaha budidaya berbagai macam jenis ikan air tawar sehingga mampu memproduksi dan mengeksploitasi serta memenuhi kebutuhan akan sumberdaya perairan guna meningkatkan kualitas pertumbuhan bagi masyarakat luas. Dewasa ini sumber daya alam semakin menipis. Kebutuhan manusia akan mengkonsumsi ikan sangat tinggi, akan tetapi ketersediaan masih tidak mencukupi. Keadaan seperti itu, muncullah keinginan manusia untuk berusaha membudidayakan agar kebutuhan akan ikan dapat terpenuhi. Sumber daya alam di Indonesia sangat mendukung jika digunakan untuk budidaya ikan hias. Indonesia memiliki sumber air yang melimpah dan maraknya produksi pakan alami akan mebuat bisnis ikan hias semakin berkembang. Ikan koi (cypirus carpio) merupakan salah satu ikan hias yang memiliki estetika yang cukup tinggi, ikan ini berasal dari Jepang yang didatangkan ke Indonesia pada tahun 1962. Ikan koi juga memliki berbagai macam pola warna dan bentuk tubuh yang indah sehingga menjadikannya sebagai ikan hias yang banyak diminati pecinta ikan hias baik dalam dan luar negri. Kementerian Kelautan dan Perikanan (2018) mencatat bahwa hingga saat ini jumlah ekspor ikan hias di Indonesia masih tertinggi di dunia. Sedangkan Badan Pusat Statistika (BPS) RI mencatat ekspor ikan hias di Indonesia pada tahun 2017 mencapai US$ 27, 61 juta, atau tumbuh 12,5% dibandingkan tahun 2016 (US$ 24, 64 juta). Dalam 6 tahun terakhir, nilai ekspor tahun 2017 ini dianggap merupakan tertinggi dari tahun sebelumnya. Hal itu ditunjukkan bahwa perdagangan komoditas ikan hias Indonesia terus mengalami perbaikan. Sementara itu, 10 Provinsi pengekspor ikan hias terbesar pada tahun 2017 adalah Jawa Barat (27, 8%). DKI Jakarta (20,7%), Kalimanta Barat (17,3%), Bali (16,9%), Banten (6,5%), Kepulauan Riau (3,8%), Jawa Timur (3,6%), Kalimantan Selatan (1,7%), Sumatra Utara (0,4%), dan Sumatra Selatan (0,3%). Kabupaten Blitar termasuk salah satu sentra ikan koi di indonesia. Ikan koi di Blitar sudah dibudidayakan sejak 1983 tahun yang lalu. Lebih dari 500 pembudidaya di Kabupaten Blitar membudidayakan ikan koi dengan luas areal 20,75 hektar dan tersebar dibeberapa kecamatan. Sampai saat ini Kabupaten Blitar sudah dikenal oleh pedagang maupun penggemar sebagai sentra budidaya ikan koi dan telah memiliki pasar yang cukup luas, bahkan untuk wilayah Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor, Semarang, dan Bali. Salah satu komunitas budidaya ikan koi yang berada di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Blitar yang mengembangkan berbagai jenis ikan koi yaitu Proklamator Koi Farm Blitar. Ikan hias koi ini sudah di budidayakan sejak tahun 1985 dan mulai berkembang pada tahun 1990 serta menjadi lahan usaha baru yang sangat menjanjikan bagi pembudidaya ikan serta para investor. Meskipun bukan asli ikan dari Indonesia tetapi sekarang sudah menjadi sumber penghidupan para pembudidaya dan pedagang di Kabupaten Blitar. Lebih dari 700 pembudidaya di Kabupaten Blitar membudidayakan ikan koi dengan luas areal 20,75 hektar.

Kontributor: Novi Diana Badrut Tamami, SP. MP
Tanggal tercipta: 2020-04-20
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-170321100058
No Koleksi: 170321100058


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23282-170321100058-PKL_Arief Krisbiantoro_170321100058.pdf - 3452 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar