Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-07 13:43:14  •  2812 klik

PENANGANAN PASCA PANEN ALPUKAT PAMELING (Persea americana Mill) DI PT.PARANUSA GROUP MALANG
disusun oleh TIWI NUR WAHYU WIJAYANI

Subyek: PANEN
PASCA PANEN
ALPUKAT PAMELING
Kata Kunci: PANEN
PASCA PANEN
ALPUKAT PAMELING

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara tropis dengan berbagai sumber daya alam yang melimpah. Terutama produk hortikultura seperti sayur dan buah-buahan yang biasanya memerlukan penanganan ekstra setelah panen. Buah-buahan menjadi perhatian petani, karena daya jual yang cukup tinggi dan menjanjikan,namun hal tersebut terkendala dengan tingginya perawatan setelah panen atau penanganan pasca panen. Padahal permintaan konsumsi buah meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar untuk pemenuhan secara komersil. Alpukat berasal dari Amerika Tengah, yaitu Mexico, Peru dan Venezuela, dan saat ini telah menyebar luas ke berbagai Negara sampai ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Buah alpukat merupakan buah klimaterik yaitu buah yang memiliki laju respirasi meningkat tajam selama periode pematangan. Secara biologis,fase tersebut diawali dengan pembentukan gas etilen (Winarno,2002) Dengan peningkatan respirasi klimaterik terbesar pada hari ke-15 setelah dipetik. Biasanya dalam kondisi tersebut adalah saat optimal untuk mengkonsumsi buah. Buah alpukat dapat bertahan kesegarannya selama 2 – 8 minggu (Fauzia dkk,2013). Buah alpukat banyak tumbuh di dataran tinggi dengan curah hujan yang tinggi. Buah alpukat merupakan buah yang kaya akan gizi dan baik untuk kesehatan. Daun alpukat juga dapat digunakan untuk obat ginjal dan hipertensi (Antia dkk,2005). Buah alpukat memiliki sifat yang mudah rusak,terutama karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai seperti suhu yang tinggi,dan udara yang terlalu lembab. Hal tersebut dapat mempercepat kerusakan buah alpukat. Hal ini menyebabkan suatu permasalahan terkait dengan penyediaan buah alpukat yang berkualitas tinggi sebagai persediaan bagi konsumen baik lokal maupun ekspor. Masalah lain yang dihadapi dalam penanganannya adalah mudah rusaknya kualitas buah alpukat jika tidak ditangani dengan baik. Setelah dipanen para pedagang biasannya langsung memasarkan buah alpukat tanpa memperhatikan teknik penyimpanan yang sesuai sehingga buah alpukat mudah mengalami kerusakan fisik. Dengan demikian diperlukan teknik penanganan pasca panen untuk mempertahankan kualitas fisik buah alpukat sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen dalam jangka waktu yang lebih panjang dan dapat memasarkan buah alpukat kedaerah yang lebih jauh dari tempat produksi dalam keadaan segar (Hakim,2018). Alpukat Pameling adalah buah alpukat khas dari desa Wonorejo malang. Buah alpukat pameling ini mempunyai ciri khas bentuk bulat lonjong,dan besar mencapai 1,3 kg. Buah alpukat pameling termasuk Alpukat jenis baru yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Hal ini di sebabkan karena buah alpukat pameling ini belum terkenal dan belum banyak dikembangkan di seluruh Indonesia. Alpukat pameling memiliki ciri khas rasa yang gurih dan daging yang sangat tebal. Alpukat pameling bertekstur lembut berair sehingga daging buah tidak terlalu padat. Biji alpukat pameling tergolong kecil dengan ukuran buah yang relatif besar. Pasca panen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak produk dipanen sampai siap dikonsumsi dalam bentuk produk segar atau sampai siap diolah atau sebagai bahan produk olahan. Penanganan pasca panen sendiri dapat meliputi pengeringan (Drying), pendinginan (Precooling), pemulihan (curing), pengikatan (bunching), pencucian (washing), pembersihan (cleaning,trimming), dan sortasi. Di Indonesia sendiri penanganan pascapanen produk hortikultura belum diterapkan dengan baik,sehingga produk mengalami penyusutan mutu yang sangat banyak sehingga berpotensi rugi secara ekonomi. Penanganan pasca panen sangat diperlukan dalam menangani hasil hortikultura. Kegiatan pasca panen hortikultura dapat mencegah terjadinya perubahan-perubahan yang tidak diinginkan yang menimpa produk pertanian khususnya hortikultura. Skema umum penanganan pascapanen produk hortikultura di Indonesia misalnya buah-buahan dimulai dari panen yang merupakan operasi utama,kemudian pengemasan,transportasi dan kemudian distribusi ke pedagang atau pengecer. Segala jenis operasi pasca panen harus diperhitungkan karena beberapa operasi tersebut dapat menimbulkan suatu dampak yang kurang baik terhadap produk yaitu penurunan mutu. Pada tahap pemanenan kondisi cuaca,ketuaan buah,dan cara pemanenan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kualitas buah dan hal yang harus dipertimbangkan jika menginginkan mutu produk yang prima. Setalah panen dilakukan penanganan di lapangan seperti sortasi,pengemasan,atau produk langsung dibawa ke rumah produksi dimana pendinginan, pembersihan, pematangan, pengemasan, dan penyimpanan dilakukan,proses ini biasanya menggunakan peralatan mekanis yang merupakan fasilitas dari rumah produksi. Kemudian produk dapat di distribusikan ke industri pengolahan,ke gudang untuk disimpan atau dipasarkan langsung ke pengecer. Laporan mengenai penanganan pasca panen alpukat pameling belum banyak dilaporkan. Hal ini dikarenakan buah alpukat pameling tergolong jenis alpukat varietas baru dan belum banyak dikenal masyarakat. Desa Wonorejo terletak di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang merupakan sentra penghasil buah alpukat pameling. Oleh karena hal tersebut maka pengetahuan penanganan pasca panen buah alpukat pameling sangat perlu untuk diketahui mengingat buah alpukat pameling ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan buah alpukat lokal dan varietas lainnya.

Kontributor: Dr.Ir.Hj.Siti Fatimah,M.Si
Tanggal tercipta: 2022-04-27
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180311100162
No Koleksi: 180311100162


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23560-180311100162-Laporan PKL_Tiwi Nur Wahyu W_180311100162_2021.pdf - 2020 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar