Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-08 08:09:05 • 1115 klik
TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN ALPUKAT (Persea americana Mill.) SECARA GRAFTING VARIETAS ALIGATOR DI IP2TP CUKURGONDANG PASURUAN
disusun oleh ALVIA ARI DAMAYANTI
| Subyek: | TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN ALPUKAT GRAFTING VARIETAS ALIGATOR IP2TP |
| Kata Kunci: | TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN ALPUKAT GRAFTING VARIETAS ALIGATOR IP2TP |
[ Anotasi Abstrak ]
Perguruan Tinggi merupakan salah satu lembaga pendidikan memiliki peran sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan daya saing bangsa (Asnawi, 2005). Dalam masa ini mahasiswa diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja yang profesional. Untuk memasuki dunia kerja, tidak hanya dituntut untuk lulus berbekal kecerdasaan intelektual saja namun harus memiliki kemampuan dasar. Kemampuan dasar yang dimaksud antara lain pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill), dan sikap (Attitude). Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah program Praktik Kerja Lapangan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh ketiga kemampuan dasar dalam bekerja yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan. Praktik Kerja Lapangan merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk pengembangan diri dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan mengikuti program PKL ini mahasiswa sangat diharapkan dapat mengetahui, mengenal, dan memiliki pengalaman dengan kondisi dunia kerja (Mahfud, 2016). Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Cukurgondang Pasuruan merupakan salah satu tempat untuk melakukan kegiatan PKL yang merupakan salah satu unit sarana penelitian dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, Kementerian Pertanian yang telah berdiri sejak tahun 1938 yang berfungsi sebagai kebun koleksi mangga dan merupakan kebun koleksi plasma nutfah mangga di Indonesia. Selain tanaman mangga sekarang komoditas utamanya, terdapat tanaman lainnya yaitu pepaya, alpukat, jambu air, jambu kristal, sawo dan anggur yang dibudidayakan. IP2TP Cukurgondang memiliki luas 13,02 ha yang terbagi atas Kebun I seluas 11,87 ha dan Kebun II seluas 1,15 ha yang berada di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang terletak pada 20 km arah Timur kota Pasuruan. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, salah satunya yaitu buah lokal yang tersebar di wilayah Indonesia. Buah lokal merupakan buah-buahan yang tumbuh di Indonesia dan ditanam oleh penduduk Indonesia. Indonesia negara tropis yang ditumbuhi jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, diantaranya adalah tanaman alpukat. Buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman asal Amerika Tengah, akan tetapi penyebarannya hingga sekarang banyak dijumpai serta tumbuh luas di sebagian besar negara tropis dan subtropis (Putri et al., 2016). Benih tanaman alpukat dapat dihasilkan melalui perbanyakan secara generatif, vegetatif maupun kombinasi keduanya. Perbanyakan secara generatif yaitu dengan biji umumnya untuk penyediaan batang bawah sebagai pendukung batang atas. Jika digunakan sebagai induk, tanaman asal biji akan menghasilkan pohon yang tinggi, masa produksi lama, dan menghasilkan buah yang beragam. Perbanyakan vegetatif pada alpukat dapat dilakukan secara okulasi (penempelan) dan grafting (penyambungan). Tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif akan menghasilkan benih unggul dan akan berbuah sesuai dengan induknya. Cara perbanyakan secara penyambungan lebih disukai dan akan memberikan persen keberhasilan yang lebih tinggi, yaitu di atas 90% jika dibandingkan dengan penempelan. Perbanyakan dengan cara generatif didapatkan langsung melalui biji. Benih yang didapatkan melalui cara ini memiliki keungulan pada perakaran yang kuat dan dapat diproduksi masal, akan tetapi tanaman akan berbuah cukup lama serta ketidaksesuaian buah dengan tanaman induknya. Perbanyakan tanaman secara vegetatif dapat dilakukan pada tumbuhan dengan kambium aktif. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan dengan memanfaatkan bagian tumbuhan seperti cabang, batang, pucuk akar dan umbi- umbian untuk menghasilkan tumbuhan baru yang identik dengan tetuanya. Pada tanaman alpukat, memungkinkan dilakukan dengan cara grafting. Perbanyakan vegetatif dengan grafting dilakukan secara artifisial yaitu dengan tiga cara, sambung celah atau sambung V, sambung balik celah V, dan sambung samping melalui teknologi sambung. Dalam melakukan ketiga cara tersebut, diperlukan pengetahuan professional agar hasil grafting tidak mengalami kegagalan. Keunggulan grafting adalah mudah dalam pengoperasiannya, dapat diperbanyak sesuai dengan jenis tanaman, kondisi batang atas dan bagian bawah serta lingkungan.
| Kontributor | : Dr. Ir. Gita Pawana, M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2022-05-10 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190311100032 |
| No Koleksi | : 190311100032 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23564-190311100032-ALVIA ARI DAMAYANTI_190311100032_LAPORAN PKL.pdf - 4991 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Pengaruh Penggunaan Pati Biji Alpukat Dan Pati Jagung Pada Karakteristik Edible Film
- Karakteristik Pati Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) Termodifikasi Menggunakan Ragi Tape Saccharomyces cerevisae
- TEKNIK PANEN ALPUKAT PAMELING (Persea americana. Mill) DI PT. PARANUSA GROUP MALANG
- TEKNIK SAMBUNG PUCUK (GRAFTING) TANAMAN ALPUKAT PAMELING (Persea americana Mill.) DI PT. PARANUSA GROUP MALANG
- TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L.) DI IP2TP CUKURGONDANG PASURUAN JAWA TIMUR
Kembali ke Daftar 