Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-16 13:50:50 • 660 klik
BUDIDAYA TANAMAN SELADA GREEN OAKLEAF (Lactuca sativa var. crispa) DENGAN SISTEM HIDROPONIK NFT (Nutrient Film Technique) DI KEBUN HIDROPONIK GARDEN FRESH, SIDOARJO, JAWA TIMUR
disusun oleh JANNATUL AINIYAH
| Subyek: | BUDIDAYA TANAMAN SELADA GREEN OAKLEAF HIDROPONIK NFT |
| Kata Kunci: | BUDIDAYA TANAMAN SELADA GREEN OAKLEAF HIDROPONIK NFT |
[ Anotasi Abstrak ]
Permintaan sayuran hidroponik di Indonesia setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, akan tetapi data tingginya permintaan konsumen akan sayur hidroponik di Indonesia secara statistik belum ada, dikarenakan belum terdokumentasi dengan baik. Berdasarkan hasil rangkuman survei melalui beberapa artikel mengenai permintaan sayuran hidroponik yang dilakukan oleh Muntaha dalam Savira dan Tinjung (2019) permintaan sayuran hidroponik setiap tahun meningkat 10-20%. Salah satu tanaman hidroponik yang banyak dikonsumsi yaitu selada. Selada (Lectuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Tanaman ini merupakan genus dari Lactuca yang termasuk kedalam famili Asteraceace. Tanaman selada ini dibudidayakan secara tradisional oleh produsen dalam skala kecil atau juga banyak ditanam sebagai sayuran di pekarangan rumah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Menurut Badan Pusat Statistik, produksi sayuran selada di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 601, 204 ton, sedangkan pada tahun 2017 produksi sayur selada mencapai 627, 611 ton yang berarti bahwa produksi sayur selada di Indonesia pada tahun 2016 – 2917 mengalami peningkatan sebesar 26, 407 ton. Selada merupakan tanaman yang sangat penting sebagai tanaman komersial di Asia, Amerika Utara dan Tengah, dan Eropa. Ada beberapa jenis selada diantaranya butterhead, romaine, Iceberg, oakleaf (Al-Tawaha et al., 2018). Sapkota et al., (2019) melaporkan bahwa tingkat konsumsi sayuran organik, termasuk selada, melonjak karena populasi manusia yang tumbuh cepat, urbanisasi yang cepat, dan meningkatnya masalah kesehatan. Salah satu faktor signifikan yang membatasi penanaman sayuran adalah ruang lahan yang tidak memadai. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi selada secara kontinyu adalah dengan menggunakan teknologi hidroponik (Siregar et al., 2015). Sistem hidroponik ini adalah teknik yang melibatkan penanaman tanaman di dalam air dengan menggunakan nutrisi mineral tanpa tanah. Menurut USDA National Nutrient Data Base (2018), dalam 100 g selada terkandung energi 15 kalori, karbohidrat 2,87 g, protein 1,36 g, dan lemak 0,15 g.
| Kontributor | : Ir. Slamet Supriyadi, M.Si, |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-27 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180311100004 |
| No Koleksi | : 180311100004 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23605-180311100004-JANNATUL AINIYAH_180311100004_Laporan PKL.pdf - 5651 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- KAJIAN DOSIS PUPUK UREA PADA PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus spinosus L.)
- PENGARUH PEMBERIAN MACAM MULSA DAN DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) LOKAL MADURA
- PENGARUH PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN VARIETAS LOKAL SUMENEP (Cucumuc sativus L.) VARIETAS LOKAL SUMENEP PADA TANAH ULTISOL
- UJI PUPUK STRUVITE TERHADAP TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L)
- EFEKTIFITAS DEKOMPOSER PADA PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)
Kembali ke Daftar 