Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-16 14:24:06  •  235 klik

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L.) SECARA ORGANIK DI CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA
disusun oleh DHYANA ANANDINI

Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
CAISIM
ORGANIK
Kata Kunci: BUDIDAYA TANAMAN
CAISIM
ORGANIK

[ Anotasi Abstrak ]

Sayuran memiliki kandungan vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Sayuran segar mengandung enzim aktif yang dapat mempercepat reaksi-reaksi kimia didalam tubuh, sebagai antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas, anti kanker, menetralkan kolesterol jahat, serta bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan mikroflora usus (Putri dan Maemunah, 2017). Caisim (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi sayuran menyebabkan tingginya kebutuhan caisim. Sayuran ini merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Permintaan terhadap tanaman sawi selalu meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran kebutuhan gizi. Caisim atau yang biasa dikenal dengan nama sawi hijau mengandung berbagai khasiat bagi kesehatan. Kandungan pada caisim meliputi protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Menurut Margiyanto (2008) manfaat caisim atau sawi bakso sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki danmemperlancar pencernaan. Daun caisim berkhasiat untuk peluruh air seni, akarnya berkhasiat sebagai obat batuk, obat nyeri pada tenggorokan dan peluruh air susu, bijinya berkhasiat sebagai obat sakit kepala (Novianto et al., 2018). Kurang efektifnya peranan pupuk kimia dikarenakan tanah pertanian yang sudah jenuh oleh residu sisa bahan kimia. Oleh karena itu, pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Pupuk organik merupakan hasil dekomposisi bahan-bahan organik yang diurai (dirombak) oleh mikroba, yang hasil akhirnya dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk organik sangat penting artinya sebagai penyangga sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga dapat meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas lahan. Penggunaan pupuk organik padat dan cair pada sistem pertanian organik sangat dianjurkan (Supartha dkk., 2012). Bahan pemupukan yang dapat digunakan salah satunya adalah berupa hasil olahan bahan-bahan organik. Penggunaan bahan-bahan alami mampu meningkatkan produksi caisim dan aman bagi kesehatan. Pemupukan organik terhadap tanaman sawi caisim dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk organik cair lebih mudah terserap oleh tanaman karena unsur unsur di dalamnya sudah terurai (Aryani dan Musbik, 2018). Pupuk organik cair dapat menggunakan bahan utama dari tumbuhan yang memiliki kandungan sesuai kebutuhan. Sedangkan pupuk organik padat dapat dilakukan menggunakan pupuk kandang dengan campuran seperti pelepah pisang. Pemupukan baik dilakukan tidak hanya saat tanaman membutuhkan kandungan unsur hara.

Kontributor: Drs. H. Kaswan Badami, M.Si
Tanggal tercipta: 2022-05-17
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100113
No Koleksi: 190311100113


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23607-190311100113-Dhyana Anandini#190311100113#Laporan PKL.pdf - 6748 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar