Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-17 08:07:37 • 527 klik
INVENTARISASI GULMA PADA PERKEBUNAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI PTPN XII KEBUN KENDENGLEMBU BANYUWANGI
disusun oleh SHAFIRA DESTY ADISA
| Subyek: | INVENTARISASI GULMA TANAMAN KAKAO PTPN |
| Kata Kunci: | INVENTARISASI GULMA TANAMAN KAKAO PTPN |
[ Anotasi Abstrak ]
Perkebunan merupakan salah satu sub sektor pertanian terbesar di Indonesia karena komoditasnya dapat menopang pembangunan perekonomian nasional baik dari pemasukan devisa negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu komoditi perkebunan di Indonesia yaitu kakao. Indonesia merupakan salah satu negara produsen kakao terbesar di dunia (Alkamalia, 2017). Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman tropis asal amerika latin yang dapat tumbuh mencapai 10 meter (Ariati, 2012). Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) telah dikenal di Indonesia sejak tahun 1560, namun baru menjadi komoditi perkebunan yang penting pada tahun 1951. Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Ghana dan Pantai Gading. Perkembangan yang pesat pada penanaman kakao menyebabkan peningkatan produksi kakao berlangsung secara cepat. Pada tahun 1970-1977 produksi kakao di Indonesia hanya 2.000-3.000 ton, tetapi pada tahun 1980 produksi kakao melonjak menjadi 7.000 ton (Alkamalia,2017). Komoditas kakao di Indonesia merupakan komoditas penghasil devisa negara nomor tiga setelah kelapa sawit dan karet. Berdasarkan data ICCO (International Cacao Organization) komoditas kakao di Indonesia pada tahun 2009 total pendapatannya dapat mencapai sebesar US $ 1,8 milyar dan naik sebesar 20% dari tahun sebelumnya (Jauhari, 2010). Perkembangan produksi kakao dipengaruhi beberapa hal terutama faktor lingkungan. Keberadaan gulma pada perkebunan kakao merupakan salah satu faktor lingkungan yang menyebabkan penurunan produktivitas pada kakao. Gulma yang ada di perkebunan dapat menurunkan produksi karena akan berkompetisi dengan tanaman budidaya dalam mendapatkan air, cahaya matahari, unsure hara, udara dan ruang tumbuh. Kerugian yang diakibatkan oleh gulma tidak dapat dilihat secara langsung namun dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan tanaman budidaya sehingga dapat menurunkan hasil produksi tanaman. Gulma juga dapat berperan sebagai tanaman inang bagi hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman kakao (Lumbantobing, 2018). Populasi gulma pada satu daerah dengan daerah yang lainnya berbeda beda. Pola komunitas gulma akan berubah-ubah sesuai faktor-faktor yang mempengaruhinya (Ersyad et al, 2017). Oleh karena itu sebelum dilakukan pengendalian gulma, perlu diketahui jenis jenis vegetasi gulma dengan melakukan inventarisasi gulma. Dalam kegiatan inventarisasi dapat mengetahui jumlah dan jenis gulma yang ada pada areal perkebunan tanaman kakao. Pentingnya inventarisasi gulma agar dapat ditentukan tidakan pengendalian gulma yang efektif dan efisien untuk diterapkan pada areal perkebunan kakao. Menurut Yakup dan S. Yarnelis (2002) kegiatan inventarisasi gulma sebelum dilakukannya pengendalian gulma diperlukan untuk mengetahui jenis jenis gulma yang mendominasi pada suatu areal perkebunan agar dapat diterapkan pengendalian yang efektif dan efisien. Ketidaktepatan dalam menginventarisasi menyebabkan pengendalian gulma menjadi tidak efektif dan efisien. Apabila inventarisasi gulma diketahui maka dapat mempermudah dalam proses pengendalian gulma. Sehingga dalam praktik kerja lapang ini dipilih topik inventarisasi gulma untuk mengetahui jenis – jenis vegetasi gulma yang ada pada perkebunan kakao.
| Kontributor | : Syaiful Khoiri S.P,M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-20 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180311100132 |
| No Koleksi | : 180311100132 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23610-180311100132-Shafira Desty Adisa_180311100132_Laporan PKL.pdf - 2257 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH WAKTU PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.)
- PENGARUH PENYIANGAN TERHADAP INDEKS NILAI PENTING SPESIES GULMA YANG TUMBUH PADA AREAL KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.)
- PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN FREKUENSI PENYIANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS LOKAL MADURA
- PREDIKSI PERSEDIAAN INVENTARISASI BARANG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT MOVING AVERAGE(Studikasus: PDAM Sumber Pocong Bangkalan)
- ANALISIS KERJASAMA ANTARA PT PERKEBUNAN NUSANTARA X (PTPN X) DENGAN PETANI TEBU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM(Study Kasus PTPN X Jalan Raya Keleyan Socah Bangkalan)
Kembali ke Daftar 