Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-17 09:22:47 • 1436 klik
PROSES PRODUKSI TEH HITAM PT. PERKEBUNAN TAMBI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH WONOSOBO
disusun oleh RISA KUSTINI
| Subyek: | PROSES PRODUKSI TEH HITAM PT. PERKEBUNAN TAMBI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH WONOSOBO |
| Kata Kunci: | PROSES PRODUKSI TEH HITAM PT. PERKEBUNAN TAMBI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH WONOSOBO |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya, letak geografis yang strategis dan iklim tropis sangat menguntungkan di bidang pertanian. Sepanjang tahun wilayahnya memperoleh sinar matahari dan memiliki kelembaban udara yang tinggi. Tanah subur yang melimpah mengakibatkan sebagian komoditas pertanian global dapat hidup di Indonesia. Perkebunan merupakan sektor perluasan dari bidang pertanian. Banyak jenis tanaman perkebunan yang tumbuh subur dan dikembangkan di Indonesia. Teh merupakan salah satu jenis komoditi yang tersebar luas di wilayah Indonesia dan menjadi salah satu komoditas potensial nasional. Tanaman penghasil teh pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1684, berupa biji teh (diduga teh sinensis) dari jepang yang dibawa oleh Andreas Cleyer seorang berkebangsaan Jerman yang dijadikan tanaman hias di Batavia. Teh jenis Assamica mulai masuk ke Indonesia (Jawa) pada tahun 1877, dan ditanam oleh R.E. Kerkhoven di kebun Gambung, Jawa Barat (sekarang menjadi lokasi Pusat Penelitian Teh dan Kina). Tanaman teh jenis assamica mempunyai produksi tinggi dan sangat cocok di tanam di Indonesia. Secara perlahan penanaman teh sinensis diganti dengan teh assamica. Pengolahan daun teh dapat divariasi dan menghasilkan produk-produk pangan yang bermacam-macam. Produk pangan yang bahan bakunya dari daun teh biasanya disajikan dalam bentuk minuman. Minuman teh terbuat dari pucuk daun muda tanaman teh. Berdasarkan proses pengolahannya, jenis teh dibagi menjadi teh hijau (tanpa fermentasi), teh oolong (sebagian difermentasi) dan teh hitam (sepenuhnya difermentasi). Untuk memperoleh produk teh yang baik dan berkualitas tinggi, proses produksi yang dilakukan harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Proses yang harus ada pada saat mempoduksi teh diantaranya pemetikan daun segar yang harus sesuai standar, analisis hasil petikan, pelayuan pada daun teh, proses penggulungan diikuti dengan oksidasi enzimatis, pengeringan, sortasi, pengemasan dan penyimpanan. Beberapa tahun terakhir produksi dan kualitas teh cenderung fluktuatif. Tahun 2016, produksi teh dalam negeri mencapai 91.039 ton dan mengalami kenaikan pada tahun 2017 menjadi 91.926 ton. Sedangkan produksi teh pada tahun 2018 sebanyak 90.016 ton. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan produksi yaitu penurunan areal perkebunan teh di Indonesia, seperti pada tahun 2018, luas areal perkebunan teh sekitar 52.154 hektar dan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data luas areal perkebunan teh pada tahun 2016 yang menembus 52.384 hektar (BPS, 2017). Ekspor dan impor teh Indonesia secara umum dibedakan menjadi dua jenis yaitu teh hijau (Green Tea) dan teh hitam (Black Tea). Selama periode tahun 2014-2018, Indonesia mengekspor 80 persen teh hitam ke berbagai nagara. Tercatat Pada tahun 2018 volume ekspor teh hitam mencapai 37.455 ton atau 79,97 persen terhadap total volume ekspor teh dengan nilai ekspor sebesar US$ 73,3 juta. Proses produksi teh sangat menarik untuk dipelajari. Produsen dituntut untuk menghasilkan produk berkualitas yang sangat berpengaruh dalam menentukan pasar dan daya saing. Oleh karena itu, Praktik Kerja Lapang (PKL) yang akan penulis lakukan bertujuan untuk mempelajari proses pengolahan pucuk teh menjadi teh kering yang siap dipasarkan. PT Perkebunan Tambi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi teh yang cukup berkualitas. Hal ini dapat ditinjau dari segi teknologi yang digunakan dan mutu produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan berupa teh hitam, teh hijau dan teh celup. Pengolahan teh hitam pada PT. Perkebunan Tambi khususnya Unit Perkebunan Bedakah menggunakan sistem pengolahan orthodox. Sistem ini digunakan agar proses penghancuran lebih intensif sehingga memperoleh partikel bubuk teh yang berukuran kecil dan produk olahan yang berkualitas, sesuai dengan permintaan pasar. Faktor pengembangan usaha menjadi permasalahan bagi perkebunan Tambi, diversifikasi produk tidak terlalu banyak dilakukan. Sangat dibutuhkan kerja sama pemerintah dalam memanfaatkan peluang pasar sehingga mampu bersaing baik di industri dalam negeri maupun di luar negeri.
| Kontributor | : Dr. Ir. Rden Faridz, M.P |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-14 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180331100017 |
| No Koleksi | : 180331100017 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23621-180331100017-RISA KUSTINI_180331100017_LAPORAN PKL PT PERKEBUNAN TAMBI UP BEDAKAH.pdf - 2891 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- IDENTIFIKASI DAN UPAYA MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI LANTAI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS: PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK, GRESIK)
- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI OLAHAN JAGUNG DI DESA BENANGKAH KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA PRODUK KERUPUK KEDELAI DI UD. SBY PRODUCTION LAMONGAN
- PERANCANGAN MODEL SIMULASI LINI PRODUKSI SEPATU (Studi Kasus : PT. Widaya Inti Plasma, Sidoarjo)
Kembali ke Daftar 