Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-17 09:36:43  •  861 klik

BUDIDAYA TANAMAN SIRSAK RATU (Annona muricata L.) DI UD SABILA FARM, YOGYAKARTA
disusun oleh NURIYA FIRDAUS

Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
SIRSAK RATU
UD SABILA FARM
YOGYAKARTA
Kata Kunci: BUDIDAYA TANAMAN
SIRSAK RATU
UD SABILA FARM
YOGYAKARTA

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara yang menghasilkan berbagai macam komoditas hasil pertanian. Meskipun kebanyakan penduduk Indonesia bercocok tanam tanaman pangan, tetapi komoditas hortikultura juga tidak tertinggal dalam proses budidayanya. Salah satu komoditas hortikultura yang saat ini banyak dibudidaya dan dinikmati oleh masyarakat yaitu frutikultura atau komoditas buah- buahan. Buah-buahan merupakan jenis komoditas kedua yang banyak disukai oleh masyarakat setelah sayuran dalam kategori tanaman hortikultura. Tingkat konsumsi buah di Indonesia hanya sebesar 59,04% dari batas minimal tingkat konsumsi buah yang direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization) yang sebesar 150 g/kapita/hari. Meskipun demikian kebutuhan buah saat ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat sebagai sumber vitamin apalagi akibat dari adanya covid-19, bahkan Indonesia dapat meningkatkan hasil produksi buah- buahan hingga menaikkan nilai ekspor buah pada tahun 2020 yang meningkat 30,31% dibandingkan pada tahun 2019 yaitu sebesar USD 389,9 juta (Kementerian Pertanian RI, 2021). Sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman beriklim tropis yang berasal dari Amerika, terutama Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini mulai dibudidayakan di Indonesia pada abad ke-19 (Sukarmin, 2010). Buah sirsak di Jawa dikenal dengan sebutan “Nangka belanda” dan ada yang menyebutkan “Muris” di Madura dikenal dengan sebutan “Nangka moris” di sunda “Nangka walanda”, di Bali “srikaya jawa”. Keberadaan buah sirsak sendiri bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat di Indonesia. Kandungan yang ada di dalam sirsak sendiri menjadi daya Tarik masyarakat untuk mengkonsumsi buah sirsak. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, fruktosa, vitamin C, vitamin B1 dan B2, serta mengandung komponen lainnya yang berperan sebagai antioksidan (Prasetyorini et.al., 2014). Kandungan antioksidan dan vitamin inilah yang tentunya banyak dicari oleh masyarakat, apalagi di era pandemic seperti saat ini yang membutuhkan banyak asupan tubuh yang sehat. Selain itu, tanaman sirsak sendiri dapat dimanfaatkan mulai dari batang, daun hingga buahnya. Rasa manis asam dan aroma dari sirsak yang khas menjadi daya Tarik sendiri. Namun demikian terkadang dari masyarakat kurang 2 suka dengan rasa asamnya, sirsak jenis ini disebut dengan sirsak local. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan saat ini terdapat sirsak varietas ratu. Sirsak ratu merupakan sirsak yang memiliki rasa manis legit, dimana tingkat kemanisannya lebih manis dibandingkan dengan sirsak lokal. Keberadaan sirsak ratu ini dapat menjadikan daya tarik masyarakat untuk mengkonsumsi buah- buahan, apalagi hal ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memakan buah sirsak namun tidak suka rasa asam yang ada pada buah sirsak lokal. Sirsak ratu sendiri memiliki ukuran biji yang lebih kecil, sehingga daging buahnya cukup banyak. Produksi sirsak di Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat. Berdasarkan data dari Badan Statistik Nasional (BPS) pada tahun 2019 hasil produksi sirsak di Indonesia yaitu sebesar 70.729 ton dan mengalami peningkatan pada tahun 2020 yaitu sebesar 127.845 ton. Peningkatan hasil produksi buah sirsak ini dikarenakan meningkatnya permintaan masyarakat pada buah sirsak. Bahkan saat ini kebanyakan masyarakat banyak yang memiliki tanaman buah sirsak di halaman rumahnya untuk konsumsi pribadi. Meskipun demikian teknik budidaya serta serangan hama penyakit yang menyerang menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat yang baru memulai ataupun belum berpengalaman dalam bidang pertanian. Sehingga membutuhkan pengetahuan yang lebih mengenai Teknik budidaya yang baik dan benar.

Kontributor: Dr. Achmad Amzeri SP., MP.
Tanggal tercipta: 2022-05-10
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100093
No Koleksi: 190311100093


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23625-190311100093-Nuriya Firdaus#190311100093#Agroekoteknologi.pdf - 9396 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar