Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-20 08:39:54  •  726 klik

PENGUJIAN STANDAR MUTU BENIH KENAF (Hibiscus cannabinus L.) DI BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA
disusun oleh AN NISA FITRI WAHYU UTAMI

Subyek: STANDAR MUTU
BENIH KENAF
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA
Kata Kunci: STANDAR MUTU
BENIH KENAF
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman kenaf (Hibiscus cannabinus L.) merupakan tanaman asli dari benua Afrika khususnya wilayah Tanzania dan Kenya sejak 4000 tahun sebelum masehi (Xu et al., 2013) dan sudah banyak dikembangkan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Tanaman kenaf termasuk salah satu tanaman penghasil serat alam dengan kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk tekstil. Serat kenaf juga dapat dimanfaatkan untuk pulp dan kertas, bahan baku pakan, berpotensi untuk industri bioplastik dan biokomposit (Bourguignon, 2016), bahan baku bioenergi (Saba et al., 2015), bahan baku pangan (Giwa Ibrahim et al., 2019) serta obat tradisional (Ayadi et al., 2017). Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) merupakan tanaman penghasil serat, selain untuk bahan baku kemasan produk-produk pertanian/perkebunan, serat kenaf dapat dijadikan bahan baku berbagai produk, seperti : kertas, karung goni, pelapis dinding, interior mobil, geotekstil, fiber drain (saluran serat), particle board (papan partikel), dan reinforcement plastic (plastik penguat) (Pranoto, 2016). Kontribusi serat kenaf memiliki masa depan yang menjanjikan secara ekonomi, namun produksi serat dari proses teknik budidaya tanaman kenaf belum optimal. Berdasarkan data produksi kenaf dunia menunjukkan bahwa produksi kenaf mengalami penurunan sekitar 13% dari 245,5 ribu ton pada tahun 2014/2015 menjadi 212,1 ribu ton pada tahun 2017/2018. Produksi kenaf di Indonesia pada tahun 2017/2018 hanya mencapai 3,4 ribu ton (FAO, 2019). Rendahnya produksi tanaman kenaf disebabkan oleh rendahnya pertumbuhan dan persentase perkecambahan benih kenaf (Hidayah dan Marjani, 2018). Permasalahan rendahnya produksi kenaf yang ada di Indonesia perlu dilakukan penanganan dengan meningkatkan produktivitasnya. Salah satunya upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan benih tanaman yang bermutu sehingga dapat menimimalisir kerugian yang dialami oleh petani. Untuk memiliki standar mutu benih yang baik dapat diperoleh dengan melakukan pengujian mutu benih tanaman. Pengujian benih merupakan penilaian secara objektif mengenai mutu benih yang diproduksi atau diedarkan. Pengujian benih penting untuk dilakukan untuk mengetahui informasi maupun kualitas dari benih tersebut (Widajati et al., 2013). Pengujian mutu benih terdiri atas empat komponen yaitu mutu fisik, mutu fisiologi, mutu genetik, dan mutu kesehatan benih. Benih yang bermutu fisik tinggi terlihat dari penampilan fisiknya yang bersih, cerah, bernas, dan berukuran seragam. Mutu fisiologis benih tercermin dari nilai viabilitas (seperti daya berkecambah) dan nilai vigor (seperti kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan daya simpan). Mutu genetik ditunjukkan dengan keseragaman genetik yang tinggi dan tidak tercampur varietas lain (Widajati et al., 2012). Benih bermutu tinggi dicirikan oleh mutu fisik baik, kemurnian spesies tinggi, daya berkecambah dan vigor tinggi, ukuran seragam, bebas dari biji gulma dan penyakit seedborne, serta kadar air optimal. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi diperlukan pengawalan mutu benih sejak tanam hingga panen, prosesing, dan penyimpanan. Parameter utama mutu benih adalah kemurnian benih, kadar air dan daya berkecambah. Ketiga parameter tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan status benih (Sundari dan Ratri, 2018).

Tanggal tercipta: 2022-05-10
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100008
No Koleksi: 190311100008


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23656-190311100008-An Nisa Fitri Wahyu Utami#190311100008#Agroekoteknologi.pdf - 4429 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar