Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-20 09:12:54 • 1077 klik
TEKNIK PERBANYAKAN VEGETATIF BIBIT TANAMAN KELENGKENG (Dimocarpus longan L.) DENGAN METODE SAMBUNG PUCUK DI CV. AGRO UTAMA MANDIRI LESTARI
disusun oleh LAILATUS SHOFA
| Subyek: | PERBANYAKAN TANAMAN VEGETATIF BIBIT KELENGKENG SAMBUNG PUCUK CV. AGRO UTAMA MANDIRI LESTARI |
| Kata Kunci: | PERBANYAKAN TANAMAN VEGETATIF BIBIT KELENGKENG SAMBUNG PUCUK CV. AGRO UTAMA MANDIRI LESTARI |
[ Anotasi Abstrak ]
Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) berasal dari dataran Cina, tetapi beberapa ahli botani percaya bahwa tanaman ini berasal dari India, dan juga banyak dibudidayakan di Thailand, Vietnam, Cina, Malaysia, dan Indonesia. Beberapa jenis lengkeng lokal yang saat ini tumbuh di Indonesia: lengkeng batu lokal, lengkeng celarong lokal dan lengkeng mutiara lokal. Ada dua jenis lengkeng yang tumbuh di Indonesia: lengkeng local dan lengkeng impor (Muhfid dkk, 2015). Pasar utama tanaman kelengkeng yakni pasar internasional, regional, dan Kawasan dalam negeri. Artinya, pasar dan konsumen buah di kawasan regional dan bahkan dalam negeri pun dapat dibudidayakan untuk pasokan buah dalam negeri. Diameter batang tanaman lengkeng mencapai 1m dan tinggi mencapai 40m (Muhfid dkk, 2015). Buah kelengkeng memiliki banyak khasiat mulai dari kulit buah, daging buah, bahkan bijinya. Sejak zaman dahulu hingga saat ini, daging buah kelengkeng kering digunakan di dalam teknik pengobatan China. Ekstrak air kulit buah kelengkeng mengandung senyawa anti-oksidan dan anti-inflamasi sedangkan ekstrak biji buah kelengkeng mengandung senyawa anti-mikrobia yang berasal dari senyawa fenolik. Buah kelengkeng memiliki kandungan nutrisi yang melimpah sehingga tidak heran apabila buah ini mempunyai banyak manfaat bagi keshatan manusia.(Budi dkk, 2015) Salah satu alternatif yang dapat ditemukan untuk meningkatkan pengelolaan kebun khususnya buah lengkeng adalah dengan menggunakan benih bermutu melalui perbanyakan vegetatif dengan cara sambung pucuk. Untuk penyambungan pucuk lengkeng, rimpang biasanya diperoleh dari biji, dan entrenya dipilih sesuai dengan jenis tanaman yang produktif dan cepat berbuah. Sambung pucuk merupakan cara menanam dua tanaman yang berbeda jenis dengan cara menggabungkannya menjadi satu tanaman (Suwandi, 2009). Sambung pucuk dapat menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi dengan karakteristik yang sama dengan tetuanya. Metode perbanyakan vegetatif seperti sambung pucuk menghasilkan benih yang mempertahankan sifat unggul induknya (pohon induk). Upaya umtuk menghasilkan buah kelengkeng yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit dan varietasnya. Hal ini dikarenakan benih yang berkualitas dan varietas yang baik dapat meningkatkan hasil. Perbanyakan vegetatif suatu tanaman dengan cara sambung pucuk dapat menghasilkan biji lengkeng dalam jumlah yang banyak dan memiliki karakteristik yang mirip dengan tanaman induk yang digunakan sebagai batang atas (entres) (Suwandi, 2009). Keunggulan dari sambung pucuk dantaranya adalah memiliki kesamaan akan sifat-sifat klon, memperoleh tanaman yang kuat karena batang bawahnya tahan terhadap keadaan tanah yang tidak menguntungkan, temperatur yang rendah, atau gangguan lain yang terdapat dalam tanah, memperbaiki jenis-jenis tanaman yang telah tumbuh, sehingga jenis yang tidak diinginkan diubah dengan jenis yang dikehendaki, dapat mempercepat berbuahnya tanaman (Savitri dan Afrah, 2019). Dalam Teknik sambung pucuk sering sekali terjadi masalah yang timbul dimana pada proses penyungkupan terjadinya pengguguran daun pada pertautan antara batang atas dana batang bawah. Daun merupakan sumber karbohidrat yang diperoleh dari hasil fotosintesis yang berguna untuk proses penyembuhan luka dan pertautatn antara batang atas dan batang bawah, sehingga daun sangat berperan penting dalam keberhasilan sambung pucuk, hal ini juga sejalan dengan pendapat perompesan entres tidak dilakukan karena akan memperlambat pertumbuhan hasil sambungan (Savitri dan Afrah, 2019). Perbanyakan tanaman ecara vegetatif ini banyak dilakukan dengan berbagai cara yaitu cangkok, setek, okulasi, dan sambungan. Salah satu Perusahaan yang menerapkan perbanyakan secara vegetatif maupun generatif adalah CV. Agro Utama Mandiri Lestari. Perbanyakan vegetatif tanaman kelengkeng melalui teknik sambung pucuk terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan sambungan (Tambing,2008). oleh sebab itu dalam kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini perlu diketahui bagaimana teknik, faktor yang mempengaruhi keberhasilan, serta permasalahan dan potensi sambung pucuk (grafting) pada tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan) di CV. Agro Utama Mandiri Lestari.
| Kontributor | : Dr. Ir. Siti Fatimah, M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2022-05-17 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190311100109 |
| No Koleksi | : 190311100109 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23660-190311100109-LAILATUS SHOFA 190311100109 AGROEKOTEKNOLOGI.pdf - 695 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- PENGARUH KONSENTRASI INDOLE ACETIC ACID (IAA) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF MATA TUNAS TUNGGAL TEBU (Saccharum officinarum L.)
- TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN ANGGUR (Vitis Vinivera) SECARA GENERATIF DAN VEGETATIF DI IP2TP CUKURGONDANG PASURUAN
- TEKNIK SAMBUNG PUCUK (GRAFTING) TANAMAN ALPUKAT PAMELING (Persea americana Mill.) DI PT. PARANUSA GROUP MALANG
- TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN ALPUKAT (Persea americana Mill.) SECARA GRAFTING VARIETAS ALIGATOR DI IP2TP CUKURGONDANG PASURUAN
- TEKNIK PERBANYAKAN VEGETATIF PADA TANAMAN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) VARIETAS MADU DELI HIJAU DENGAN METODE STEK BATANG DI CV. AGRO UTAMA MANDIRI LESTARI
Kembali ke Daftar 