Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-20 10:50:00 • 337 klik
PERBANDINGAN LAJU PERTUMBUHAN PLANLET RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonni) HASIL KULTUR JARINGAN DENGAN KEPADATAN YANG BERBEDA DI BPBL LOMBOK
disusun oleh DWI AGUSTINI
| Subyek: | LAJU PERTUMBUHAN PLANLET RUMPUT LAUT BPBL LOMBOK |
| Kata Kunci: | LAJU PERTUMBUHAN PLANLET RUMPUT LAUT BPBL LOMBOK |
[ Anotasi Abstrak ]
Perairan indonesia memiliki keanekaragaman rumput laut yang tinggi akan pemanfaatannya meliputi, sebagai bahan kosmetik, makanan, dan obat obatan ( Mulyaningrum et al 2012). Rumput laut sendiri biasanya digunakan satau dijadikan sayuran oleh masyarakat indonesia. Jenis rumput laut di Indonesia yang banyak dimanfaatkan mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi, 25- 35% protein dari berat kering, mineral (terutama iodine), lipid, sterol, asam amino, omega-3& omega-6, anti oksidan, hormon pertumbuhan, polifenol, dan flavonoid serta vitamin C ( Serdiatu et al 2010). Menurut Cokrowati et al (2018), salah satu yang jadi masalah dalam kegiatan budidaya rumput laut Eucheuma cottonii yaitu penyediaan bibit. Selain terkendala pada musim, bibit dari hasil tanam jika digunakan secara terus menerus maka dapat menurunkan kualitas dari rumput laut seperti pertumbuhan yang lambat dan mudah terserang penyakit sehingga pertumbuhan rumput laut tidak optimal. Cara yang dapat dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut yaitu dapat dibantu dengan teknik pengembangbiakan melalui kultur jaringan. Menurut Mudeng (2017), Kultur jaringan sendiri merupakan suatu cara atau metode dalam mengisolasi bagian dari tanaman (pada rumput laut adalah thallus) serta menumbuhkannya dalam kondisi aseptik dalam wadah tertutup, sehingga bagian tersebut dapat memperbanyak diri sehingga menjadi tanaman lengkap kembali seperti induknya. Dalam melakukan kultur jaringan rumput laut, untuk mendapatkan pertumbuhan bibit rumput laut yang produktif maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang menunjang pertumbuhannya, salah satunya yaitu padat tebar bibit rumput laut (Hermawan 2015).
| Kontributor | : Onie Wiwid Jayanthi, S.Kel.,M.T. |
| Tanggal tercipta | : 2021-06-04 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180341100130 |
| No Koleksi | : 180341100130 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23662-180341100130-Laporan PKL_Dwi Agustini_180341100130.pdf - 2166 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- POPULASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE
- Identifikasi Spesies Kontaminan dan Perubahan Morfologi Sel Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Hasil Kultur Jaringan
- MORFOLOGI DAN UKURAN SEL SERTA LAJU PERTUMBUHAN (Eucheuma cottonii) HASIL KULTUR JARINGAN
- Analisis Strategi Pemasaran Rumput Laut (Studi Pada Petani Rumput Laut di Desa Pekandangan Tengah Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep)
- IDENTIFIKASI BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT ICE-ICE PADA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii)
Kembali ke Daftar 