Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-20 20:09:07  •  612 klik

BUDIDAYA SELADA ROMAINE (Lactuca sativa var. longifolia) SECARA ORGANIK DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO
disusun oleh LAILATIN NISFIYAH

Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
SELADA ROMAINE
ORGANIK
KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO
Kata Kunci: BUDIDAYA TANAMAN
SELADA ROMAINE
ORGANIK
KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO

[ Anotasi Abstrak ]

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang diakui di Provinsi Jawa Timur dan satu-satu perguruan tinggi negeri yang ada di Pulau Madura. Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura. Praktik Kerja Lapang adalah matakuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan program pendidikan sarjana. Kegiatan Praktik Kerja Lapang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk memenuhi pencapaian belajar dalam hal sikap, pengetahuan, ketrampilan umum, dan ketrampilan khusus. Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Pertanian dibagi menjadi enam subsektor yaitu subsektor tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor holtikultura, subsektor perikanan, subsektor peternakan, dan subsektor kehutanan. Salah satu subsektor yang berkontribusi tinggi ialah subsektor holtikultura (Eprianda 2017). Pertanian organik merupakan suatu produksi pertanaman yang berdasarkan daur ulang hara secara hayati. Pertanian organik diusahakan memberikan keuntungan yang cukup besar kepada pembangunan pertanian. Hal ini disebabkan karena harga jual dari produk pertanian organik lebih tinggi dan juga dalam hal konversi sumber daya lahan dan lingkungan. Salah satu produk dari pertanian organik yang banyak dikembangkan yaitu dari komoditas holtikultura seperti sayuran (Susanto 2002). Holtikultura merupakan ilmu yang mempelajari budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, bunga atau tanaman hias. Komoditas holtikultura memiliki ciri-ciri penting yaitu komoditas holtikultura dipasarkan dalam kondisi segar. Selain itu komoditas holtikultura mudah rusak, sehingga komoditas ini tidak lama dan harus segera dipasarkan. Komoditas holtikultura memiliki kandungan air yang cukup tinggi, maka untuk penyimpanan dan pengangkutan membutuhkan ruang yang luas. Kualitas produk holtikultura merupakan kunci utama, karena apabila tidak berkualitas tidak ada harganya (Poerwanto 2014). Komoditas holtikultura di Indonesia memiliki prospek pengembangan yang sangat baik karena memiliki ekonomi yang tinggi serta potensi pasar yang terbuka lebar. Seiring dengan semakin pentingnya kedudukan holtikultura dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber berbagai vitamin dan mineral. Selain buah- buahan, bunga, dan tanaman hias jenis tanaman lain yang dikelompokkan ke dalam tanaman holtikultura adalah sayuran yang kaya akan gizi, vitamin, mineral serta sayuran juga penambah ragam, rasa, warna, dan tekstur pada makanan (Zulkarnain 2010). Komoditas holtikultura memiliki banyak jenis, salah satunya yaitu Selada. Menurut Samadi (2014) selada atau lettuce memiliki lima jenis tanaman yaitu selada keriting hijau biasa disebut selada keriting, selada keriting merah (lollorosa), selada romaine, selada batavia, dan selada butterhead. Jika dilihat dari syarat tumbuhnya, selada dapat tumbuh pada ketinggian 1.000-1.900 mdpl, sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 15°C - 20°C dan curah hujan 1.000-1.500 mm per tahun. Selada romaine merupakan sayuran yang berasal dari daerah yang beriklim subtropis, diduga berasal dari Asia Barat atau Amerika (Haryanto 2003). Negara tropis akan menerima pancaran matahari yang terik secara terus menerus sepanjang tahun karena terletak di sepanjang kawasan garis khatulistiwa. Indonesia umumnya membudidayakan selada romaine di dataran tinggi yang memiliki suhu udara lebih rendah. Kualitas tanaman selada romaine yang baik ditunjukkan dengan warna hijau yang lebih terang, memiliki tekstur yang renyah, kesegaran yang tinggi, serta terhindar dari kerusakan (Hutagalung et al. 2021). Komunitas Pertanian Organik Brenjonk merupakan salah satu komunitas yang bergerak dalam bidang pertanian yang ada di Kabupaten Mojokerto. Komunitas Pertanian Organik Brenjonk didirikan pada tahun 2007 yang berada di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Komunitas Pertanian Organik Brenjonk tersebar luas di 16 Desa yang ada di Kecamatan Trawas yaitu Ketapanrame, Penanggungan, Selotapak, Kesiman, Kemloko, Kemlagi, Jaten, Tamiajeng, Nembes, Kemendung, dan Sukosari dan Kecamatan Pacet yaitu Cembor, Pacet, Mligi, Claket, dan Sendi. Jumlah anggota komunitas ialah 167 kader dengan luas lokasi 4,4026 Ha.

Kontributor: Ir. Achmad Djunaedy, M.P.
Tanggal tercipta: 2022-05-17
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100001
No Koleksi: 190311100001


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23668-190311100001-LAILATIN NISFIYAH 190311100001 F20 PKL.pdf - 5943 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar