Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Minggu , 08 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-21 08:45:01 • 528 klik
PROSES PRODUKSI; KERIPIK TEMPE; UMKM
disusun oleh WIDIA AGUSTINA
| Subyek: | PROSES PRODUKSI KERIPIK TEMPE UMKM |
| Kata Kunci: | PROSES PRODUKSI KERIPIK TEMPE UMKM |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia merupakan produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia diperoleh dalam bentuk tempe sedangkan 40% dalam bentuk tahu, dan 10% dalam bentuk lainnya. Konsumsi tempe rata-rata pertahun di Indonesia saat ini sekitar 6,45 kg/orang. Produksi kedelai Indonesia hanya mencapai 779.740 ton atau 29 persen dari total kebutuhan nasional, sedangkan total kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,2 juta ton. Akibatnya, setiap tahun Indonesia harus mengimpor kedelai sebanyak 2.087.986 ton untuk memenuhi 71% kebutuhan kedelai dalam negeri. Sebagai sumber bahan pangan, tempe merupakan salah satu makanan pokok yang dibutuhkan oleh tubuh (Winarno 1985). Peningkatan permintaan produk pertanian yang begitu cepat dan adanya persaingan maka diperlukan inovasi terhadap produk olahan yang terus menerus dalam hal jenis, bentuk, kemasan, teknik pemasaran maupun mutu produk yang dihasilkan secara terpadu. Industri juga dituntut untuk menyediakan produk pangan yang menarik, bergizi, aman dan memiliki harga jual yang terjangkau dikalangan masyarakat. Tempe banyak diminati oleh masyarakat selain dari harganya yang murah dan juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Kandungan yang ada pada tempe antara lain kalsium, fosfor, zat besi, vitamin dan karoten. Tempe mempunyai daya simpan yang singkat dan akan segera membusuk selama penyimpanan. Hal ini disebabkan oleh proses fermentasi lanjut, menyebabkan degredasi proten lebih lanjut sehingga terbentuk amoniak. Amoniak yang terbentuk menyebabkan munculnya aroma busuk. Umumnya, masyarakat Indonesia mengkonsumsi tempe sebagai panganan pendamping nasi. Dalam perkembangannya, tempe diolah dan disajikan sebagai aneka panganan siap saji yang diproses dan dijual dalam kemasan. keripik tempe, misalnya adalah salah satu contoh panganan popular dari tempe yang banyak dijual di pasar. Keripik tempe merupakan makanan tradisional yang terbuat dari tempe, yang bahan dasarnya kedelai sehingga memiliki cita rasa yang khas. Keripik tempe mempunyai bentuk yang tipis sehingga dapat menghasilkan tekstur yang renyah karena menggunakan bahan tepung yang sudah dibumbui sedangkan rasanya itu gurih. Di Indonesia keripik tempe biasanya diolah dengan berbagai rasa maupun bentuk yang berbeda-beda sehingga setiap daerah bisa memiliki ciri khasnya masing – masing. Keripik tempe termasuk makanan yang sudah tersebar luas hampir merata di Pulau Jawa. Produk keripik tempe yang disimpan terlalu lama dapat menyebabkan terjadinya penurunan beberapa mutu, sehingga dapat menurunkan umur simpan produk. Kerusakan pada produk keripik tempe juga disebabkan oleh ketengikan akibat terjadinya oksidasi lemak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghambat ketengikan dan perubahan tekstur yaitu dengan adanya pememilih pengemasan yang tepat. UMKM Keripik Tempe Rohani adalah salah satu UMKM unggulan yang ada di kota Malang dan tempatnya berada di daerah Sentra Keripik Sanan. UMKM Keripik Tempe Rohani sudah berdiri sejak tahun 1988 dan menghasilkan produk olahan makanan berupa keripik tempe yang mempunyai berbagai macam rasa. Tidak hanya berupa keripik tempe tetapi juga menghasilkan produk sampingan seperti keripik buah, keripik singkong dan keripik ubi ungu. Sektor pemasaran yang dipakai yaitu dipasarkan di daerah malang dan luar malang.
| Kontributor | : Cahyo Indarto, Ph.D. |
| Tanggal tercipta | : 2021-05-05 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180331100008 |
| No Koleksi | : 180331100008 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23672-180331100008-LAPORAN PKL WIDIA AGUSTINA.pdf - 2665 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- IDENTIFIKASI DAN UPAYA MENGURANGI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI LANTAI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING (STUDI KASUS: PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES TBK, GRESIK)
- MESIN DAN PERALATAN PROSES PRODUKSI GULA DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PABRIK GULA WRINGIN ANOM SITUBONDO
- ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PEMBIAYAAN UMKM ANTARA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH (BMT) DENGAN LEMBAGA KEUANGAN KONVENSIONAL (KOPERASI)
- PENGUKURAN KINERJA ANGGARAN DI PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN(Studi Kasus pada Dinas Koperasi Daerah)
- ANALISIS NILAI TAMBAH INDUSTRI OLAHAN JAGUNG DI DESA BENANGKAH KECAMATAN BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
Kembali ke Daftar 