Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-21 14:36:32 • 968 klik
TEKNIK BUDIDAYA TOMAT (Solanum lycopersicum L.) ORGANIK DI LAHAN URBAN FARMING KURNIA KITRI AYU FARM, MALANG
disusun oleh DEWI NURMAWATI
| Subyek: | BUDIDAYA TANAMAN TOMAT ORGANIK LAHAN URBAN FARMING KURNIA KITRI AYU FARM MALANG |
| Kata Kunci: | BUDIDAYA TANAMAN TOMAT ORGANIK LAHAN URBAN FARMING KURNIA KITRI AYU FARM MALANG |
[ Anotasi Abstrak ]
Tanaman tomat merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi sehingga sangat potensial untuk dikembangkan (Prasetyo et al., 2014). Tanaman tomat dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi pada tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung zat-zat organik. Untuk mencapai hasil produksi yang maksimal dalam penanaman tomat harus diperhatikan beberapa hal antara lainpemilihan benih yang sehat, kultur teknis yang tepat dan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit. Tomat memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung didalamnya yaitu vitamin C, vitamin A, dan mineral. Tomat mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh manusia seperti menjaga kesehatan jantung, mencegah perkembangan sel kangker, menjaga kesehatan tulang dan mencegah radang tenggorokan (Bella, 2002). Tanaman tomat berada diurutan keenam produksi tanaman sayuran tertinggi di Indonesia tahun 2019. Produksi tomat di Indonesia pada tahun 2016 yaitu 851.701 ton/tahun. Pada tahun 2017 produksi tomat menurun mencapai 747.577 ton/tahun (Badan Pusat Statistik, 2018). Pada tahun 2018 produksi tanaman tomat mengalami penurunan menjadi 707.601 ton/tahun (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2019). Produksi tomat pada tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi 1.020. 333,00 ton/ha (Badan Pusat Statistik, 2109). Tahun 2020 produksi tomat sebesar 1.015.636 ton. Untuk menunjang ketahanan pangan tanaman tomat bisa dibudidayakan dengan sistem urban farming atau pertanian perkotaan. Permintaan pasar terhadap tomat yang semakin tinggi mengharuskan adanya ketersediaan tomat baik itu dari segi kuantitas maupun kualitas. Berdasarkan data kosumsi tomat pada tahun 2017 kosumsi tomat masyarakat Indonesia sebesar 3,76 kg per kapita per tahun kosumsi tomat pada tahun tersebut mencapai 878.741 ton, selisih yang cukup tinggi antara permintaan dan ketersediaan buah tomat sebesar 15.139 ton pada tahun tersebut (Data Konsumsi Nasional, 2018). Pada tahun 2018 kosumsi tomat masyarakat Indonesia mencapai 3,57 kg per kapita per tahun. Artinya konsumsi tomat pada tahun tersebut mencapai 915.987 ton, selisih yang cukup besar antara permintaan dan ketersediaan tomat sebesar 52.750 ton pada tahun tersebut (Data Konsumsi Nasional, 2019). Pada tahun 2019 konsumsi tomat masyarakat Indonesia mencapai 953.001 per kapita per tahun dan t ahun 2020 sebesar 1.003.015 ton. Tanaman tomat sebagian besar dibudidayakan secara konvensional, dengan mengandalkan pupuk kimia sebagai sumber haranya. Namun pertanian konvensional dalam jangka panjang dapat berakibat buruk terhadap kondisi lahan dan lingkungan disekitarnya. Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang menyebabkan struktur tanah rusak, kadar bahan organik menurun (Isnaini, 2006). Kondisi ini dapat diatasi dengan pemberian bahan organik yang merupakan komponen terpenting pembangun kesuburan tanah (Pirngadi, 2009). Konsep pembangunan di sektor pertanian semestinya tidak hanya berfokus untuk meningkatkan produk, tetapi juga memperhatikan keseimbangan alam, kualitas, dan keamanan produk. Prinsip budidaya berbasis pengendalian hama, penggunaan pupuk kompos, pengelolaan sumberdaya terpadu, dan memperhatikan kelestarian lingkungan perlu diterapkandalam konsep pembangunan sektor pertanian. Konsep budidaya tersebut sesuai dengan prinsip pertanian organik yang dapat menjadi solusi dari berbagai potensi permasalahan jangka panjang akibat penerapan pertanian konvensional dengan mengandalkan penggunaan pupuk kimia anorganik dan pestisida secara berlebihan (Yuriansyah, dkk. 2010). Selain itu menurut Sulaeman (2008), Keuntungan pertanian organik lainnya yang dihasilkannya makanan yang aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkat dan terjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka panjang serta terpelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan. Kurnia Kitri Ayu Farm Malang merupakan suatu tempat usaha pertanian organik yang membudidayakan sayuran organik dengan luas lahan 1000 m2. Bentuk usaha dari Kurnia Kitri Ayu Farm Malang adalah usaha keluarga yang masuk dalam keanggotaan kelompok tani. Kurnia Kitri Ayu Farm Malang sangat cocok digunakan sebagai tempat magang PKL karena di perusahaan kegiatannya lengkap dari hulu hingga hilir yaitu dari proses budidaya sampai pemasarannya.
| Kontributor | : Mohammad Syafii, S.P., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2021-04-20 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180311100072 |
| No Koleksi | : 180311100072 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23684-180311100072-DEWI NURMAWATI_180311100072_LAPORAN PKL_ACC.pdf - 10114 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Pengaruh Pemberian Konsentrasi Atonik Dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat ( Lycopersicum esculentum Mill )
- Implementasi Protokol Consumer Electronic Bus (CEBus) dalam Jaringan Ethernet
- Regression Metamodeling for the Design of Automated Manufacturing System Composed of Parallel Machines Sharing aMaterial Handling Resource
- Implementasi Protokol Consumer Electronic Bus (CEBus) dalam Jaringan Ethernet
- Regression Metamodeling for the Design of Automated Manufacturing System Composed of Parallel Machines Sharing aMaterial Handling Resource
Kembali ke Daftar 