Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-21 14:42:24  •  2726 klik

POLINASI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) UNTUK PRODUKSI BENIH DI CV. MERDEKA SEED TERUS BERKARYA MOJOKERTO
disusun oleh ACH. HASIN SYAUQI

Subyek: POLINASI TANAMAN
TOMAT
BENIH TOMAT
CV. MERDEKA SEED TERUS BERKARYA MOJOKERTO
Kata Kunci: POLINASI TANAMAN
TOMAT
BENIH TOMAT
CV. MERDEKA SEED TERUS BERKARYA MOJOKERTO

[ Anotasi Abstrak ]

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan tanaman yang sudah umum dibudidayakan di Indonesia, buah dari tanaman ini termasuk sayuran yang digemari oleh setiap orang, ini dikarena rasanya yang enak, segar, dan merupakan sumber vitamin. Kandungan gizi yang terdapat pada 100g buah tomat mengandung protein 1 g, karbohidrat 4,5 g, lemak 0,3 g, kalsium 5 g, fosfor 27 mg, zat besi 0,5 mg, vitamin A karoten 1500 SI, vitamin B tiamin 60 mg dan vitamin C 40 mg. Peranannya yang penting dalam pemenuhan gizi masyarakat sudah sejak lama diketahui orang (Mardaus et al. 2019). Produksi buah tomat di Jawa Timur pada tahun 2019 mencapai 4.645 ton. Pada tahun 2020 produksi buah tomat mengalami kenaikan sekitar 465 kwintal dan mencapai 5.110 ton (BPS, 2021). Tomat di Indonesia juga merupakan tanaman yang berumur pendek. Tanaman ini dapat hidup di dataran rendah dan dataran tinggi dengan tanah yang tidak terlalu basah atau tergenang air dimana ketinggian tanaman mencapai 2-3 meter. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam pertumbuhan tanaman tomat yaitu tanah gembur dan mengandung sedikit pasir, kadar keasaman antara 5-6, banyak mengandung humus dan air yang cukup (Arrahma, 2010). Untuk mendukung keberhasilan usaha budidaya tanaman tomat, maka diperlukan pemilihan media tumbuh yang baik karena media tumbuh merupakan faktor yang berpengaruh pada keberadaan air, suhu, bantuan mekanisme unsur hara. Selain penggunaan media tumbuh, hormon tumbuh juga dapat mendorong pertumbuhan. Pengaruh hormon tumbuh tergantung pada cara pemakaiannya. Pemakaian hormon tumbuh dalam pengembangan tanaman sudah banyak dikenal. Dalam penggunaannya, perlu diperhatikan konsentrasinya, zat pembawanya, waktu penggunaan dan bagian tanaman yang diperlukan. Hormon tumbuh dapat merangsang terbentuknya akar adventif (Totong et al, 2016). Polinasi atau penyerbukan tumbuhan merupakan proses menempelnya serbuk sari di kepala putik. Proses polinasi pada Angiospermae memiliki tahapan lepasnya serbuk sari dari bunga jantan, proses perpindahan serbuk sari dari kepala sari (anther) ke kepala putik atau stigma. Menurut Poehlman (1959:373) ada beberapa jenis polinasi atau penyerbukan yaitu penyerbukan sendiri (self pollination) dan Penyerbukan silang (cross pollination). Penyerbukan sendiri ialah perpindahan serbuk sari dari anther ke stigma dalam satu bunga atau perpindahan serbuk sari dari anther ke stigma dalam satu tumbuhan sedangkan pernyerbukan silang antar tumbuhan yang berjenis sama (Pratama, 2011). Keberhasilan suatu persilangan pada suatu tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pertumbuhan tanaman tetua, sinkronisasi waktu berbunga. Kerontokan bunga sebelum atau setelah fertilisasi, rendahnya produksi polen, polen tidak viabel, mandul jantan, dan self incompatibility (Wiguna et al, 2019).

Kontributor: Ir. Suhartono, MP
Tanggal tercipta: 2022-05-10
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100073
No Koleksi: 190311100073


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23686-190311100073-ACH. HASIN SYAUQI#190311100073#AGROEKOTEKNOLOGI.pdf - 1699 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar