Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-21 15:51:30  •  850 klik

PERBANYAKAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA JAWA TIMUR
disusun oleh LATIFATUN NI’MAH

Subyek: PERBANYAKAN TANAMAN
TEBU
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA JAWA TIMUR
Kata Kunci: PERBANYAKAN TANAMAN
TEBU
BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA JAWA TIMUR

[ Anotasi Abstrak ]

Saccarum officinarum L. atau tanaman tebu adalah salah satu komoditas pertanian yang penting dalam dunia industri. Di Indonesia tanaman tebu merupakan bahan utama pembuatan gula yakni sebesar 70%. Membudidayakan tanaman tebu adalah investasi yang dinilai cukup prospektif untuk dilakukan. Tingkat produksi gula sendiri tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Setiap tahun permintaan gula akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan pangan di Indonesia (Mayang dkk, 2011). Proses produski benih tebu di Indonesia sendiri masih menggunakan perbanyakan secara konvensional. Perbanyakan secara konvensional akan membutuhkan waktu yang lama karena bergantung pada musim tanam. Selain itu sifat genetik semakin lama akan jauh dari sifat genetik indukannya, sehingga kebutuhan bibit tebu sulit untuk terpenuhi. Penyedian benih tebu yang unggul sangat penting untuk mendukung perluasan lahan tebu (Anitasari dkk, 2018). Manfaat dari tanaman tebu umumnya adalah untuk bahan baku pembuatan gula, baik gula putih atau gula merah (Yassser dkk, 2020) Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah di atas adalah perbanyakan tanaman secara in vitro atau kultur jaringan. Teknik in vitro atau perbanyakan tanaman tebu degan kultur jaringan, bisa memproduksi benih tebu tidak hanya satu melainkan puluhan sampai ratusan calon tanaman dari satu bahan tanam dalam waktu yang singkat. Keunggulan lainnya adalah benih tebu akan bebas dari penyakit dan sifat genetik akan sama dengan indukannya (Islamina dkk, 2022). Nurseri Tanaman Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya adalah balai yang bergerak dalam bidang perbanyakan tanaman atau perbenihan tanaman tebu. Teknik yang digunakan Nurseri untuk perbanyakan tanaman adalah secara kultur jaringan atau in vitro. Bahan yang digunaka untuk perbanyakan dengan kultur jaringan adalah meristem pucuk atau apeks. Cara ini dilakukan karena dapat menghasilkan ratusan bahkan ribuan benih tebu dengan cepat dan tanpa memerlukan area yang luas. Nurseri Tanaman Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya merupakan balai yang dimiliki pemerintah dalam upaya mendukung petani tebu untuk mendapatkan benih tebu varietas baru dan unggul. Oleh karena itu mengetahui tahapan-tahapan perbanyakan tebu secara kultur jaringan sangat menarik untuk dipelajari.

Kontributor: Drs. Kaswan Badami, M.Si.
Tanggal tercipta: 2022-05-10
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100081
No Koleksi: 190311100081


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23688-190311100081-LATIFATUN NIMAH_190311100081_AGROTEKNOLOGI_LAPORAN PKL.pdf - 2379 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar