Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-22 10:04:07  •  956 klik

BUDIDAYA TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica rapa subsp. pekinensis) DI P4S ARBORETUM FARM BUMIAJI KOTA BATU
disusun oleh EKA RUSMAWATI

Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
SAWI PUTIH
P4S ARBORETUM FARM BUMIAJI KOTA BATU
Kata Kunci: BUDIDAYA TANAMAN
SAWI PUTIH
P4S ARBORETUM FARM BUMIAJI KOTA BATU

[ Anotasi Abstrak ]

Jenis komoditas tanaman hortikultura memiliki tingkat konsumsi yang terbilang tinggi dan bagus untuk dikembangkan di Indonesia adalah sawi putih. Kebutuhan akan sawi semakin meningkat karena semakin beragamnya jenis masakan yang disajikan dengan memanfaatkan sawi putih. Tanaman sawi putih (Brassica rapa subsp. pekinensis) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Tanaman yang tergolong dalam famili Brassicaceae berasal dari Tiongkok (China) dan Asia Timur. Memiliki rasa yang enak dan cenderung tidak pahit dibandingkan jenis sawi yang lain, membuat sawi putih memiliki banyak penggemar di kalangan masyarakat. Sawi putih sering diolah menjadi masakan Tionghoa, oleh karena itu sebagian masyarakat menyebutnya dengan sawi cina ataupun petsai. Kandungan dalam setiap 100 g berat basah tanaman sawi berupa protein 2.3 g, lemak 0.3 g, karbohidrat 4.0 g, Ca 220.0 mg, P 38.0 g, Fe 2.9 g, vitamin A 1.940 mg, vitamin B 0.09 mg dan vitamin C 102 mg. Manfaat sawi putih sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan, penyembuhan penyakit kepala dan bahan pembersih darah (Prambudi, 2019). Sawi putih memiliki nilai komersial dan prospek yang baik. Produksi sawi putih di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 652.727 ton dan pada tahun 2020 meningkat hingga 667.473 ton (Badan Pusat Stastistik, 2019). Meningkatnya hasil produksi sawi tidak hanya karena kebutuhan sawi yang meningkat, tetapi budidaya sawi yang relatif mudah. Budidaya tanaman sawi dapat dilakukan pada dataran tinggi maupun di dataran rendah. Sawi termasuk tanaman yang tahan terhadap hujan sehingga dapat ditanam sepanjang tahun, dan apabila saat musim kemarau kebutuhan air harus tercukupi dengan baik. Tanah yang cocok untuk budidaya sawi adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak humus, drainase yang baik dengan derajat keasaman (pH) 6-7. Praktik Kerja Lapang (PKL) yang dilakukan di P4S Arboretum Farm meliputi proses budidaya tanaman sawi putih. Budidaya sawi putih diawali dengan persiapan benih atau penyemaian benih sawi putih pada tray, persiapan lahan dengan proses penggemburan tanah dan pembuatan bedengan, penanaman bibit sawi putih, pemeliharan sawi putih yang meliputi kegiatan penyulaman, penyiangan, dan pemupukan, pengendalian hama penyakit hingga proses pemanenan.

Kontributor: Dr. Agr. Eko Setiawan, SP., M.Si
Tanggal tercipta: 2022-05-10
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100036
No Koleksi: 190311100036


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23697-190311100036-Eka Rusmawati#190311100036#Agroekoteknologi.pdf - 1132 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar