Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Rabu , 04 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-22 10:12:54  •  804 klik

TEKNIK BUDIDAYA SAWI CAISIM (Brassica juncea L.) ORGANIK DI LAHAN URBAN FARMING KURNIA KITRI AYU FARM MALANG
disusun oleh NOFITA PURNIAWATI

Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
SAWI CAISIM
ORGANIK
LAHAN URBAN FARMING KURNIA KITRI AYU FARM MALANG
Kata Kunci: BUDIDAYA TANAMAN
SAWI CAISIM
ORGANIK
LAHAN URBAN FARMING KURNIA KITRI AYU FARM MALANG

[ Anotasi Abstrak ]

Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan sayur-sayuran. Berbagai tanaman sayur dapat tumbuh subur diberbagai wilayah Indonesia. Sayur sangat bermanfaat karena mengandung berbagai vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Diantara tanaman sayur – sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya, selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan memiliki prospek yang sangat baik. Caisim (Brassica juncea L.) merupakan tanaman sayuran dengan iklim sub- tropis, namun mampu beradaptasi dengan baik pada iklim tropis. Caisim tergolong tanaman yang toleran terhadap suhu tinggi. Kebutuhan tanaman ini semakin lama semakin meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia dan bermanfaat bagi kesehatan. Permintaan pasar terhadap caisim setiap tahunnya mengalami peningkatan beriringan dengan pertumbuhan penduduk yang terjadi di Indonesia. Konsumsi caisim perkapita di Indonesia ikut mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2012 berkisar 1,25 kg/kapita dan tahun 2016 konsumsi caisim meningkat menjadi 2,09 kg/kapita. Peningkatan permintaan caisim yang terjadi belum diiringi dengan produksi dari tanaman caisim ini sendiri. Produksi caisim nasional pada tahun 2016 adalah 9, 92 ton/ha-1 , produksi tersebut menurun dibanding tahun 2015 dimana produksi caisim mencapai 10,23 ton/ha-1 (Susanti et al., 2017). Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan caisim yang terus meningkat serta untuk menghindari impor dapat dilakukan dengan meningkatan intensitas penanaman di lahan-lahan yang belum termanfaatkan secara optimum seperti lahan perkotaan atau konsep urban farming. Urban Farming (Pertanian Perkotaan) merupakan suatu konsep kegiatan pertanian yang tidak membutuhkan lahan luas. Konsep ini merupakan salah satu alternatif yang dilakukan pemerintah. Tanaman yang biasa ditanam dalam program ini meliputi dari tanaman hias, tanaman sayuran, tanaman obat keluarga (toga), dan tanaman buah (Ashari et al., 2012). Tanaman caisim selain dikonsumsi dalam bentuk makanan juga memiliki manfaat sebagai obat dalam pencegahan penyakit kanker, hipertensi, penyakit jantung, penyakit pencernaan serta mencegah anemia pada ibu hamil. Kandungan zat gizi dalam 100 g caisim terdiri dari 2,3 g protein, 0,3 g lemak, 4,0 g karbohidrat, 220 mg Ca, 38 mg P, 2,9 mg Fe, 1.940 mg vitamin A, 0,09 mg vitamin B, dan 120 mg vitamin C (Haryanto et al., 2007). Kegiatan praktik kerja lapang di perusahaan perkebunan dapat memperluas pengetahuan mahasiswa tentang teknik budidaya tanaman dalam skala kebun. Selain itu,kegiatan praktik kerja lapang memberikan wawasan tentang pengelolaan kebun dalam skala produksi untuk tujuan komersial. Kurnia Kitri Ayu Farm terletak di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur saat ini sedang melakukan budidaya komoditas sayuran organik. Tanaman sayuran yang dibudidayakan di Kurnia Kitri Ayu Farm Malang salah satunya yaitu sawi caisim. Melalui kegiatan praktik kerja lapang di perkebunan ini, mahasiswa dapat mempelajari tahapan budidaya tanaman sayuran organik dengan baik . Kurnia Kitri Ayu Farm merupakan suatu tempat usaha pertanian organik yang membudidayakan sayuran organik dengan luas lahan 1000 m2. Bentuk usaha dari Kurnia kitri Ayu Farm adalah usaha keluarga yang masuk dalam keanggotaan kelompok tani. Pertanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya dari bahan anorganik di laboratorium). Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar.

Kontributor: Mohammad Syafii, SP., M.Si.
Tanggal tercipta: 2021-04-26
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-180311100064
No Koleksi: 180311100064


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23700-180311100064-Nofita Purniawati (180311100064)_Laporan PKLfix (1).pdf - 4348 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar