Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Jumat , 06 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-23 10:50:57 • 495 klik
TOTAL PLATE COUNT BAKTERI KONVENSIONAL PADA PRODUK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BEKU DI UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA
disusun oleh Hidayati Kumalasari
| Subyek: | BAKTERI KONVENSIONAL RAJUNGAN UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA |
| Kata Kunci: | BAKTERI KONVENSIONAL RAJUNGAN UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA |
[ Anotasi Abstrak ]
Indonesia adalah suatau negara yang mempunyai kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau, sebgaian besar wilayahnya adalah lautan yang memiliki luasan 6,28 juta km2 dengan garis pantai sepanjang ±81.000 km (Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2014). Luasan laut yang besar ini menjadikan Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor perikanan dan kelautan serta dapat menghasilkan produksi perikanan tangkap nasional, pada tahun 2011 dapat mencapai 5,70 juta ton/tahun, hal ini Indonesia disebut memiliki potensi terbesar pada sektor produksi perikanan dan kelautan (Pratama et.al 2016). Indoneisa menempati peringkat kedua di tingkat ASEAN dalam hal ekspor perikanan ke dunia. Komoditas 03 (ikan, kepiting, hewan lunak, invertebrate perairan) memiliki share ekspor tertinggi yakni 85% (Subhechanis 2011). Tahun 2017 Indonesia dapat menghasilkan nilai ekspor perikanan tangkap atau budidaya dan produk perikanan sekitar 3,17-4,04 milyar USD. Sektor perikanan merupakan kontibutor penting untuk ketahanan pangan di Indonesia. Hal ini menujukkan bahwa Indonesia masih sangat menggantungkan hasil ekspor dari hasil produk perikanan dan kelautan untuk penyumbang devisa negara (David and Lucilo, 2018). Sumber daya perikanan dan kelautan banyak sekali dimanfaatkan untuk suatu produk olahan yang di konsumsi. Produk perikanan dan kelautan merupakan produk yang memiliki bahan dasar dari biota yang hidup di sungai, air payau maupun di laut. Produk perikan dan kelautan memiliki sumber protein tertinggi dan memiliki kandungan omega 3, vitamin- vitamin yang di dalamnya. Produk perikanan dan kelautuan juga banyak dijumpai dibeberapa wilayah Indonesia, salah satunya adalah produk kepiting. Kepiting merupakan salah satu hewan crustacea atau bercangkang dari anggota Antropoda. Hewan satu ini merupakan seafood yang digemari bayak kalangan. Produk Kepiting memiliki harga yang cukup mahal berkisar 25.000/kg dan mengalami peningkatan hingga 45.000/kg pada tahun 2014. Produk daging kepiting sering dijumpai di pasar domistik dan hamper 90% produksi daging kepiting masuk ke pasar Amerika setiap tahunnya (Agustina et.al ,2014). Menurut Nugroho (2012) Ekspor kepiting dan rajungan terbagi dalam tiga jenis, yaitu kaleng, beku, dan segar. Permintaan daging rajungan dari pengusaha restoran seafood amerika mencapai 450 ton tiap bulannya dan memiliki nilai ekspor selama Januari-Agustus 2011 mencapai US dolar 172 juta. Hasil ekspor produk daging kepiting dan rajungan beku sebesar 2.425 ton senilai US dolar 31,3 juta. Produk daging kepiting sering diekspor dalam bentuk beku tanpa kulit dan kepala, dikarenakan daging kepiting termasuk salah satu hasil produk perikanan dan kelautan yang memiliki sifat mudah rusak atau busuk (perishable food). Produk daging kepiting beku perlu diuji terlebih dahulu sebelum dilakukkan pemasaran ke dalam negeri maupun di luar negeri ditakutkan adanya mikroorganisme yang ada di dalamnya. Bentuk uji produk kepiting terhadap kualitas daging melalui analisa cemaran mikroba, analisa organoleptik, analisa cemaran kimia, dan fisika. Produk yang lolos dalam hasil yang sudah ditetapkan, maka produk diperbolehkan dipasarkan salah satunya adalah uji cemaran mikroba (Supriadi, et.al 2019). Pengujian produk perikanan dan kelautan dilakukan di suatu unit pelaksana teknis yang menawarkan jasa untuk menguji dan menganalisis produk perikanan dan kelautan. UPT. Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (PMP2KP) Surabaya menyediakan jasa analisis salah satunya pengujian mikrobiologi. Pengujian mikrobiologi ini penting untuk memastikan bakeri yang terkandung pada sebuah produk perikanan dan kelautan. Pungujian ini juga untuk memastikan total bakteri pada produk perikanan dan kelautan. Kemunculan bakteri pada produk perikanan dan kelautan ini perlu diperhatikan, karena dapat memberikan dampak yang serius dan demi keamanan konsumen. Hal ini yang melatar belakangi peulisan laporan ini.
| Kontributor | : Eka Nurrahema Ning Asih, S.Kel., M.Si |
| Tanggal tercipta | : 2021-07-06 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-180341100090 |
| No Koleksi | : 180341100090 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23711-180341100090-LAPORAN PKL_180341100090_HIDAYATI KUMALASARI.pdf - 8215 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- Analisis Dampak Usaha Industri Rajungan Terhadap Kesejahteraan Pekerja Perempuan di Kabupaten Pamekasan (Studi Kasus Daerah Pesisir Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan)
- KAJIAN PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PRODUK DAGING RAJUNGAN DI MINI PLANT PANDANG LAUT PT. KELOLA MINA LAUT, BANYUSANGKAH-BANGKALAN
- STUDI HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN MENGGUNAKAN BUBU DAN GILLNET PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA DI PERAIRAN PRAGAAN DAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP
- PENGARUH JENIS UMPAN PADA BUBU RAJUNGAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA KEDALAMAN PERAIRAN YANG BERBEDA DI LEMBUNG KABUPATEN PAMEKASAN MADURA
- UJI MUTU DANANALISISFINANSIAL NAGETIKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) TINGGI KALSIUM
Kembali ke Daftar 