Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Agroekoteknologi
di-posting oleh imam pada 2022-06-27 07:59:21  •  394 klik

BUDIDAYA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK MOJOKERTO
disusun oleh NUR AMALIS SOLEHAH

Subyek: BUDIDAYA TANAMAN
SELEDRI
KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK MOJOKERTO
Kata Kunci: BUDIDAYA TANAMAN
SELEDRI
KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK MOJOKERTO

[ Anotasi Abstrak ]

Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang sangat berperan dalam kehidupan manusia, karena merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Selain itu, tanaman hortikultura juga merupakan sumber gizi yang menjadi pelengkap makanan pokok yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Jenis jenis tanaman hortikultura terdiri dari tanaman buah (fruitkultura), tanaman sayur (olerikultura), tanaman bunga (florikultura), tanaman obat (biofarmaka) dan taman (landscape). Sayuran merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang mempunyai mempunyai peranan penting sebagai bahan pangan karena memiliki sumber serat, vitamin, dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan manusia. Sayuran merupakan komoditi yang memiliki prospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaan sayuran cenderung terus meningkat sebagaimana jenis tanaman hortikultura yang lain, kebanyakan tanaman sayuran mempunyai nilai komersial yang cukup tinggi. Kenyataan ini dapat dipahami sebab sayuran senantiasa dikonsumsi setiap saat. Sayuran sehat adalah sayuran yang dibudidayakan dengan pengelolaan secara organik karena proses budidayanya menggunakan bahan–bahan organik yang tentunya bebas dari bahan–bahan kimia sehingga mendukung kadar gizi didalam sayur. Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran sudah lama dikenal di Indonesia. Tanaman seledri memiliki banyak manfaat. Seledri dapat digunakan sebagai tanaman biofarmaka, yaitu untuk mengobati berbagai penyakit seperti demam, flu, gangguan pencernaan, limpa dan hati. Umumnya, pada daun dan tangkai tanaman seledri dapat digunakan sebagai bumbu masak atau pelengkap pada berbagai makanan berkuah seperti soto, sup, bubur ayam, salad, dan lainnya. (Hendrika et.al 2017) Menurut Putera (2008), seledri adalah tumbuhan serba guna. Seledri dapat digunakan sebagai tanaman obat-obatan, yaitu untuk mengobati berbagai penyakit seperti demam, flu, penyakit pencernaan, penyakit limpa, dan hati. Berdasarkan penelitian, daun seledri mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C, serta psoralen yang merupakan zat kimia yang dapat menghancurkan radikal bebas penyebab penyakit kanker. seledri juga mengandung natrium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang menyangkut di ginjal dan sendi. Seledri juga mengandung magnesium yang berfungsi menghilangkan stres. Seledri daun tumbuh pada kondisi tanah yang agak kering. Seledri batang lebih cocok tumbuh pada tanah yang mengandung pasir, kerikil, dan sedikit air, sedangkan seledri umbi tumbuh baik di tanah yang gembur dan banyak mengandung air, bentuk batangnya membesar seperti umbi di permukaan tanah (Putera, 2008). Di Indonesia, seledri yang paling banyak ditanam diantara ketiga jenis tersebut adalah seledri daun (Apium graveolens L. Var. Secalinum Alef) (Sunarjono 2011).

Kontributor: Syaiful Khoiri, SP., M.Si.
Tanggal tercipta: 2022-05-17
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190311100065
No Koleksi: 190311100065


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23737-190311100065-LAPORAN PKL_NUR AMALIS SOLEHAH_190311100065_Fixx.pdf - 5408 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar