Anda belum Log-in!
Silahkan Log in
Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Sabtu , 07 November 2026
Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.
di-posting oleh imam pada 2022-06-28 13:26:03 • 526 klik
TEKNIK BUDIDAYA DAN PEMASARAN KOMODITAS SELADA KERITING (Lactuca sativa L.) DI HIDROPONIK FARM LAMONGAN
disusun oleh Maulina Fatih Aulia Zafi; Nur Winda Dewi Agustina; Tantria Oktaviana
| Subyek: | BUDIDAYA TANAMAN PEMASARAN KOMODITAS SELADA KERITING HIDROPONIK FARM LAMONGAN |
| Kata Kunci: | BUDIDAYA TANAMAN PEMASARAN KOMODITAS SELADA KERITING HIDROPONIK FARM LAMONGAN |
[ Anotasi Abstrak ]
Konsumsi sayur di perkotaan pada tahun 2017-2020 lebih rendah dibandingkan dengan pedesaan, seperti disajikan pada Tabel 1.1. Penurunan konsumsi sayur masyarakat perkotaan ini disebabkan karena perubahan pola konsumsi dari sebagian masyarakat perkotaan yang lebih menyukai makanan cepat saji (fast food). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anshari (2019), Budiarti & Utami (2021), dan Rachmi, et al. (2020), menunjukkan bahwa remaja yang tinggal di perkotaan memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan cepat saji cukup tinggi. Penurunan konsumsi sayur juga disebabkan oleh sempitnya lahan di perkotaan yang mengakibatkan masyarakat kota lebih sulit dalam membudidayakan sayuran. Berbeda halnya dengan masyarakat pedesaan yang memperoleh sayuran dari kebun sendiri karena lahan yang dimiliki cukup luas. Oleh karena itu, diperlukan suatu solusi yang dapat mengoptimalkan kegiatan budidaya sayuran di perkotaan yaitu dengan menerapkan pertanian kota (urban farming). Urban farming adalah suatu kegiatan budidaya pertanian yang dilakukan di wilayah perkotaan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat kota (Sastro, 2013). Tujuan dari urban farming yaitu untuk menunjang ketersediaan bahan pangan, pendapatan, dan sebagai sarana rekreasi di wilayah perkotaan. Bentuk penerapan dari urban farming salah satunya yaitu hidroponik. Hidroponik adalah suatu sistem budidaya tanaman yang dilakukan tanpa menggunakan media tanah sebagai media tumbuh. Penanaman hidroponik dilakukan menggunakan media air yang dicampur dengan larutan hara sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Tren budidaya hidroponik semakin diminati oleh masyarakat di perkotaan karena keunggulan dari sistem ini yaitu ramah lingkungan, dapat diterapkan di lahan yang terbatas, produksi higienis, pertumbuhan tanaman lebih cepat, kualitas dan kuantitas hasil panen lebih terjaga. Selain itu, budidaya dengan sistem hidroponik cenderung lebih efisien karena tidak perlu mengolah tanah dan menyiangi gulma (Anwar & Syarif, 2020). Selada keriting (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran yang banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia dan memiliki prospek ekonomi yang tinggi. Selada keriting juga banyak diminati oleh masyarakat kota karena merupakan bahan pelengkap makanan cepat saji seperti burger, sandwich, salad, kebab, hot dog, dan sebagainya. Selain itu, selada keriting memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin K, kalsium, kalium, likopen, zat besi, lutein dan beta-karoten (Tintondp, 2015). Banyaknya zat gizi yang terkandung dalam selada keriting dapat membantu menjaga kesehatan organ-organ tubuh, sehingga menjadikan sayuran ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kondisi ini memberikan peluang yang besar dalam pengembangan usaha bidang pertanian salah satunya pada komoditas selada keriting baik bagi petani, pedagang sayuran maupun pengelola pasar. Hidroponik Farm Lamongan merupakan salah satu usaha yang berhasil dalam mengembangkan budidaya sayuran selada keriting melalui sistem hidroponik. Untuk mencapai kegiatan usaha budidaya selada keriting yang optimal dibutuhkan suatu teknik budidaya dan pemasaran yang tepat. Aspek- aspek dalam teknik budidaya meliputi pengadaan sarana produksi, kegiatan budidaya (usahatani), dan penanganan pascapanen. Sedangkan aspek-aspek dalam pemasaran meliputi segmenting, targeting, positioning, dan bauran pemasaran. Pemilihan Hidroponik Farm Lamongan sebagai tempat Praktik Kerja Lapang (PKL) dirasa sangat relevan karena dapat direplikasi dalam kegiatan wirausaha agribisnis. Harapannya, melalui Praktik Kerja Lapang (PKL) ini, dapat meningkatkan pengetahuan, potensi, sikap, keterampilan dan wawasan dalam dunia kerja serta wirausaha.
| Kontributor | : Slamet Widodo, S.P., M.Si. |
| Tanggal tercipta | : 2022-04-06 |
| Jenis(Tipe) | : Text |
| Bahasa | : Indonesia |
| Pengenal(Identifier) | : TRUNOJOYO-KP-190321100062 |
| No Koleksi | : 190321100062 |
Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)
1. TRUNOJOYO-KP-23753-190321100062-LAPORAN PKL HIDROPONIK FARM LAMONGAN.pdf - 2750 KB
Dokumen sejenis...Tidak ada !
Dokumen yang bertautan...- KAJIAN DOSIS PUPUK UREA PADA PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM (Amaranthus spinosus L.)
- PENGARUH PEMBERIAN MACAM MULSA DAN DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) LOKAL MADURA
- PENGARUH PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN VARIETAS LOKAL SUMENEP (Cucumuc sativus L.) VARIETAS LOKAL SUMENEP PADA TANAH ULTISOL
- Periode Kritis Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Akibat Cekaman Kekeringan
- PENGARUH APLIKASI PUPUK BORON TERHADAP PRODUKSI DAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI TANAMAN SELASIH (Ocimum basilicum L.)
Kembali ke Daftar 