Anda belum Log-in!
Silahkan Log in

Selamat Datang di Portal Digital Content Publisher
Kamis , 05 November 2026

Perpustakaan sebagai jantung pendidikan tinggi di Indonesia, harus mampu memberi kontribusi yang berarti bagi pelaksanaan proses belajar mengajar di perguruan tinggi.

TRUNOJOYO » KP&PKL » Teknologi Industri Pertanian
di-posting oleh imam pada 2022-06-30 09:22:50  •  428 klik

PENERAPAN SANITASI INDUSTRI PADA PROSES PRODUKSI TERI NASI DI PT. MARINAL INDOPRIMA KABUPATEN PAMEKASAN
disusun oleh HIDAYATUL MAQBULAH

Subyek: SANITASI INDUSTRI
PROSES PRODUKSI TERI NASI
PT. MARINAL INDOPRIMA KABUPATEN PAMEKASAN
Kata Kunci: SANITASI INDUSTRI
PROSES PRODUKSI TERI NASI
PT. MARINAL INDOPRIMA KABUPATEN PAMEKASAN

[ Anotasi Abstrak ]

Sanitasi adalah penerapan dari prinsip-prinsip yang akan membantu dalam memperbaiki, mempertahankan atau mengembalikan kesehatan yang baik pada manusia. Penerapan sistem sanitasi merupakan dasar untuk menerapkan HACCP, dimana HACCP tidak hanya diperuntukkan bagi industri pangan skala besar namun juga industri pangan skala kecil. Sanitasi pangan erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan dimana produk makanan disimpan, ditangani, diproduksi atau dipersiapkan (Adriyani & Soeprapto, 2009). Sanitasi adalah penciptaan atau pemeliharaan kondisi yang mampu mencegah terjadinya kontaminasi makanan atau terjadinya penyakit yang disebabkan oleh makanan (Atmoko, 2017). Prosedur standar operasi sanitasi sangat perlu dalam penerapan prinsip pengelolaan lingkungan yang dilakukan melalui kegiatan sanitasi dan higiene. Program tersebut adalah prosedur operasi standar sanitasi (Sanitation Standart Operating Procedures/SSOP) dan cara produksi makanan yang baik (Good Manufacturing Practices/GMP). Good Manufacturing Practices (GMP) adalah persyaratan dasar yang semestinya dipenuhi oleh suatu perusahaan yang ingin menghasilkan pangan yang bermutu dan aman secara konsisten. Persyaratan dalam Good Manufacturing Practices (GMP) mencakup persyaratan untuk persyaratan produksi, persyaratan lokasi, bangunan dan fasilitas, peralatan produksi dan karyawan (Putra & Triastuti, 2018). Pentingnya masalah sanitasi menjadikan acuan untuk dibahas secara menyeluruh. Kasus-kasus keracunan makanan sering terjadi akibat mengkonsumsi produk olahan yang tidak higienis yang diakibatkan oleh mikroba patogen atau pembentuk racun karena sistem sanitasi yang berlaku masih rendah. Sumber kontaminasi produk yang paling utama berasal dari peralatan, pekerja, sampah, serangga, tikus, dan faktor lingkungan seperti udara dan air. Dari seluruh sumber kontaminasi tersebut, pekerja adalah paling besar pengaruh kontaminasinya (Mariatun & Jauhari, 2018). Penerapan sanitasi dan higiene pada proses produksi ikan teri nasi dapat menumbuhkan kesadaran akan hubungan antara dunia industri dengan dunia pendidikan. Maka diperlukan sistem pendidikan yang dapat menghubungkan keduanya dalam satu bentuk program yaitu program Praktik Kerja Lapang (PKL) di PT. Marinal Indoprima Kabupaten Pamekasan. Pada Praktik Kerja Lapang ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja dan dapat membandingkan antara teori dan praktik yang telah dilakukan.

Kontributor: Dr. Burhan, S.TP., M.T
Tanggal tercipta: 2022-06-08
Jenis(Tipe): Text
Bahasa: Indonesia
Pengenal(Identifier): TRUNOJOYO-KP-190331100105
No Koleksi: 190331100105


 Download File Penyerta (khusus anggota terdaftar)

 File PDF  1. TRUNOJOYO-KP-23780-190331100105-HIDAYATUL MAQBULAH#190331100105 pkl.pdf - 1854 KB


 Dokumen sejenis...

     Tidak ada !

 Dokumen yang bertautan...





 Kembali ke Daftar